MALANGTIMES - Manusia zaman sekarang kurang bahagia? Manusia zaman sekarang pendek umurnya? Manusia zaman sekarang mudah terganggu kesehatannya karena banyaknya makanan olahan?
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Hal-hal seperti itu sering kita dengar sekarang. Padahal, ada sebagian komunitas masyarakat dunia yang sangat menjaga tradisi mereka. Salah satu tujuannya untuk hidup sehat dan bahagia.
Berikut ini pola hidup tradisional yang dijalani sebagian komunitas masyarakat dunia.
1. Rahasia Makanan Orang Hadza

Orang-orang Hadza yang berada di utara Tanzania, Afrika. Mereka ini para hunter gatherer (pemburu untuk mengumpulkan makanan) yang terancam hidupnya karena pariwisata dan perambahan hutan.
Orang Hadza dari beberapa laporan memang memiliki cara hidup yang arif, yakni cara hidup primitif bawaan masa lampau. Namun ada juga yang bisa dijelaskan secara sains, seperti cara makan mereka.
Mereka tidak memakan masakan olahan dari peternakan. Namun mengonsumsi makanan dari hutan seperti buah liar, umbi, dan hewan liar.

Selama musim kemarau, mereka lebih banyak makan daging. Dan saat musim hujan, mereka mengonsumsi buah dan madu.
Dari penelitian ahli biologi Stanford University, Amerika Serikat, pola makan orang Hadza disebut terbaik dan merupakan rahasia diet yang selama ini dicari pejuang diet. Dari pola makan tersebut, bakteri baik akan terus berkembang di dalam tubuh.
2. Rahasia Menyelam Orang Bajau

Orang-orang Bajau adalah penyelam yang paling dikenal. Mereka ini sering dijuluki gypse laut karena sering berpindah dari perairan satu ke perairan lain.
Orang-orang Bajau menyebar dari pesisir Indonesia, Filipina, Malaysia maupun Vietnam dan Thailand. Bahkan kabarnya, mereka juga mencapai Madagaskar di Afrika.
Mereka yang ada di Indonesia ini dapat dijumpai di pesisir Wakatobi, Sulawesi. Ada juga yang mengatakan bahwa mereka adalah manusia pertama yang mengalami perubahan genetik adaptasi menyelam.
Dan jika ada yang bertanya siapa penyelam terbaik di dunia, maka jawabannya adalah orang Bajo atau Bajau yang merupakan pengelana laut. Kenapa bisa dikatakan seperti itu?

Sebuah penelitian mengungkapkan rahasia tersebut. Ukuran limpa orang-orang Bajau lebih besar daripada manusia biasa. Nah limpa ini sendiri adalah organ yang melepaskan banyak oksigen ke dalam darah ketika badan sedang tertekan atau menahan napas dalam air.
Pengembangan limpa orang Bajau banyak dipengaruhi saat mereka menyelam dan menangkap ikan laut dengan hanya menggunakan tombak.
3. Pohon bagi Orang Asmat

Orang Asmat adalah penghuni tua di Papua. Sebagian populasi Asmat ini berada di pesisir. Sebagian lagi berada di pegunungan atau di pedalaman.
Mereka ini memiliki cara hidup yang berbeda-beda. Namun ada yang satu yang sama, yakni pola hidupnya yang dekat dengan alam karena memercayai alam adalah bagian dari mereka.

Salah satunya yakni mereka menganggap bahwa pohon adalah gambaran dirinya. Jika ingin mengaitkan dengan ilmu pengetahuan dan sedikit beranalogi, maka ada benarnya. Bentuk dan fungsi pohon serupa manusia. Dengan anggapan seperti itu, orang Asmat sangat menghormati hutan dan lingkungannya.
4. Bertutur dengan Siulan di Turki

Bahasa di berbagai negara berbeda-beda. Bahkan, ada yang bukan ungkapan struktur kata dengan dialek secara verbal. Masyarakat di Desa Kurkoy, Turki, contohnya. Mereka menggunakan siulan untuk berkomunikasi satu sama lain.
Masyarakat ini berada di pantai Laut Hitam dan dekat dari pegunungan. Mungkin kita yang baru mendengarnya susah memahami komunikasi mereka. Namun, bagi mereka yang sudah terbiasa, bisa saling memahami karena menggunakannya sejak lama.

Pakar bio-psikologis Odur Gunturgun pernah menguji bahasa tersebut. Hasilnya adalah saat siulan suku kata dimainkan, orang-orang tersebut cenderung mendengar dua suku kata yang dihasilkan dan menggunakan dua belahan otak jauh lebih dari normal.
Jadi, siulan mereka memang memiliki struktur tersendiri dan tidak asal-asalan. Nah, siulan orang-orang tersebut hanya untuk hal yang praktis.
5. Rahasia Hidup Bahagia Orang Samin

Orang-orang Samin adalah orang yang mengikuti ajaran Samin Surosentiko. Mereka banyak bermukim di kawasan Pegunungan Gendeng di dan konsentrasi terbesarnya ada di Blora, Jawa Tengah.
Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka adalah masyarakat yang bahagia. Rahasianya adalah ajaran hidup. Orang Samin itu tidak berpoligami, tidak berdagang dan tidak bersekolah.
Ajaran mereka penuh dengan kesantunan, tidak boleh bertengkar, iri hati dan tidak boleh mencuri. Kemudian menjaga ucapan, jujur dan menghargai kepercayaan masing-masing yang dianut. Mereka menjaga alam, permukiman dan juga ketetanggaan.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Dari hasil penelitian dari Harvard Study of Adult Development, faktor terpenting dari kebahagiaan itu adalah hubungan keluarga, pasangan dan teman. Jadi, kalau ingin bahagia, temui saja orang-orang Samin untuk belajar.
6. Rahasia Kebahagiaan Orang Bhutan

Di Pegunungan Himalaya terdapat satu negara kecil yang disebut sebagai negara terbahagia, yakni Bhutan. Negara ini masih sangat tradisional.
Rahasia bahagia masyarakat Bhutan juga terdapat dari pola kehidupan yang mereka jalani. Tidak terlalu menggunakan teknologi, kemudian medan ekstrem pegunungan yang membuat raga terus terolah dan udara bersih selalu mereka hirup.

Yang menarik yaitu sikap mereka pada kematian. Mereka percaya bahwa dengan mengingat kematian, orang akan legawa dalam menjalani hidup.

Dalam studk tahun 2007, psikolog Nathan DeWall dari Universitas Kentucky membuktikan hal tersebut. Kesimpulan yakni kematian merupakan fakta yang mengancam secara psikologis. Tetapi ketika orang merenungkannya, secara otomatis orang itu akan mencari pikiran yang membahagiakan.
7. DNA Jenglot

Rahasia selanjutnya yang diungkapkan sains adalah penemuan DNA masyarakat purba di tubuh jenglot.
Jenglot sendiri dipercayai sebagai makhluk hidup yang bisa menjadi alat penghasil uang dengan cara menyiraminya dengan darah. Bentuknya seperti manusia kecil yang dikeringkan, berwajah tengkorak, bertaring dan mempunyai rambut serta kuku yang panjang.

Nah, saat di-rontgent oleh forensik Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo Jakarta, tidak ditemukan unsur tulang di dalamnya. Maka jenglot disimpulkan bukan makhluk hidup. Namun setelah diperiksa oleh dokter Djaja Surya Atmajaja dari Universitas Indonesia, ternyata lapisan kulitnya memiliki DNA seperti manusia.
Hanya, penyidikan tentang asal usul jenglot ini sempat terhenti karena beberapa pemilik jenglot tidak mengizinkan jenglotnya dibedah.
8. Rahasia Kesehatan Jantung Orang Tsimane

Orang Tsimane adalah pemilik jantung tersehat di dunia. Mereka penduduk lama yang hidup di Hutan Amazon wilayah Bolivia.
Mereka disebut memiliki kemungkinan terkecil mengidap koroneri atherosclerosis yang biasanya memicu serangan jantung.

Kesehatan jantung orang Tsimane usai 80 tahun setara dengan kesehatan penduduk Amerika Serikat umur 50 tahun. Peneliti pun mengungkapkan data mengapa bisa demikian.

Yang jelas orang Tsimane tidak merokok, lebih banyak memakan hewan liar, pisang raja, jagung, kacang-kacangan dan buah, serta tubuh mereka bergerak rata-rata 4 - 6 jam sehari. Pantas sehat jika pola hidupnya seperti itu, iya kan?
9. Kiamat Suku Maya

Pernah dihebohkan tentang kiamat yang diramalkan Suku Maya? Kelompok suku ini berada di Semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudra Pasifik dan Laut Karibia.
Maya merupakan salah satu bangsa kuno yang peradabannya cukup maju serta memiliki penganggalan sendiri. Di kalender Maya, mereka meramalkan akan ada kiamat yang katanya bakal jatuh tahun 2012 lalu. Namun tidak terjadi kiamat seperti yang ditakutkan awalnya.

Ternyata, bukan kiamat seperti yang kita pahami. Para ahli pun mengungkapkan bahwa kiamat yang dimaksudkan adalah akhir dari penanggalan dalam kalender mereka.
10. Budaya Tradisional dalam Telaah Sains

Banyak budaya tradisional yang bisa ditelaah sains atau ilmu pengetahuan. Selain yang sudah disebutkan di atas sampai penelitian jenglot pun, pembatik juga dijelaskan loh untuk meluapkan aspirasi di atas kain.
Hal tersebut sama seperti ukiran rumah adat dulu. Semua pola dan gambar yang terlihat memiliki makna sendiri. Bukan dari khayalan, namun dari penginderaan orang-orang dahulu.

Yang paling dekat mereka dan paling menyentuh hidup harian seperti simbol ternak, lukisan malam hari. Para peneliti juga mengungkapkan pola kehidupan dulu dari karya yang mereka tinggalkan.
Seperti kepercayaan yang dianut dulu, kehidupan apa yang mereka jalani dan bagaimana pembagian kerja serta struktur masyarakatnya.
Perhatikan saja pola batik orang Jawa kuno, ukiran rumah orang Toraja, maupun tato orang Mentawai. Semua itu mewakili struktur masyarakatnya.
