MALANGTIMES - Presiden pertama Indonesia yang juga dikenal sebagai sang proklamator, Soekarno, terlahir sebagai seorang muslim. Bapaknya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, merupakan keturunan darah biru dari sultan Kadiri yang juga oleh Soekarno disebut sebagai seorang teosofi.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Terlahir sebagai muslim, Soekarno dalam buku biografinya mengaku taat menjalankan ibadah. Di antaranya salat lima waktu hingga berpuasa saat bulan suci Ramadan. Namun suatu waktu, ia mengalami permasalahan dalam rumah tangganya bersama Siti Oetari. Dalam menghadapi permasalahannya itu, Soekarno mengalami masa kegalauan layaknya manusia pada umumnya.
Dilansir dari channel Youtube YtCrush Islam, dalam masa kegalauan itu, Soekarno bertemu dengan H Agus Salim dan banyak berdiskusi tentang rohani. Hingga suatu malam, ia melakukan banyak diskusi dengan tokoh agama kenamaan tersebut. Namun, pembicaraan keduanya tentang Allah berjalan buntu hingga Agus Salim menyebut Soekarno sebagai seorang yang keras kepala.
Belum mendapat jawaban atas siapa sosok Tuhan yang ia cari, Soekarno pun bertemu dengan Pastor P. Gerardus Huijtink. Lagi-lagi, pembicaraan keduanya menemukan jalan buntu dan sang pastor menyebut Soekarno sebagai anak durhaka. Merasa pertanyaannya akan Tuhan belum terjawab, Soekarno pun kembali mencarinya hingga pada akhirnya ia berlabuh pada berbagai buku dan tulisan rohani.
Buku-buku tentang ketuhanan ia baca dengan seksama dan Soekarno suatu saat merasakan keputusasaan. Saat merasa putus asa itu, Soekarno kembali mengingat masa-masanya bertemu Siti Oetari hingga masa di mana kedua orang tuanya bertemu dan melahirkannya di dunia. Saat itu, pemikiran Soekarno terhadap Tuhan makin terbuka.
Dalam pengertian Soekarno, Tuhan adalah dalang dan pengatur jagat alam. Termasuk segala sesuatu yang menimpa dirinya selama ini. Dia juga yakin, Tuhan tidak hanya berada di tempat suci yang digunakan untuk beribadah. Tapi Tuhan juga berada di tempat yang kotor sekalipun. Tuhan, menurut dia, tak berwujud dan milik semua manusia dan agama.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Saat berhasil menemukan jawaban atas pertanyaannya tentang Tuhan itu, Soekarno pun tampak melakukan semua aktivitas dan kodratnya dengan sangat luwes dan tenang. Dia pun memerankan perannya dengan sempurna.
