BATUTIMES - Udara pagi di halaman PR Furoda, Sabtu (23/8/2025), terasa berbeda. Aroma jajanan rakyat bercampur dengan semerbak kopi, berpadu dengan sorakan yel-yel yang bergema dari pengeras suara. Kostum warna-warni karnaval berderet melintasi jalanan, sementara musik dangdut mengalun mengiringi langkah riang para peserta.
Di hari itu, pabrik rokok yang biasanya dipenuhi deru mesin, berubah wajah menjadi arena kebersamaan: Pesta Rakyat PR Furoda dengan tema Kolaborasi Penuh Inspirasi bersama Karyawan dan Masyarakat.

Sejak matahari terbit, ratusan karyawan bersama keluarga berdatangan. Warga sekitar pun turut hadir, sebagian mengenakan busana adat Jawa, Madura, hingga Bali, sebagian lain tampil kreatif dengan balutan merah putih dan juga kostum kreatif lainnya. Mereka berjalan beriringan, menghadirkan potret keragaman yang justru menjadi perekat persaudaraan.

Kemeriahan pun semakin terasa. Fun games memecah tawa, lomba yel-yel antar divisi memantik semangat, sementara doorprize memberi kejutan manis. Puncak pesta hadir ketika Ajeng Febria, penyanyi dangdut ternama, menguasai panggung. Sorak sorai pecah, ribuan pasang kaki ikut bergoyang, menyatu dalam irama yang menembus sekat status dan jabatan.
Namun, pesta rakyat ini bukan sekadar hiburan. Di balik keramaian, tersimpan filosofi dari sang pemilik, Fariz Ardhiansyah. Baginya, PR Furoda adalah rumah kedua. “Saya tidak pernah menyebut mereka anak buah, tapi teman. Pabrik ini harus jadi tempat nyaman, tempat orang merasa dihargai,” ucapnya dengan mata berbinar.

Nilai itu tampak nyata di sela perayaan. Nasi bungkus sederhana dibagikan panitia. Para karyawan duduk lesehan, melingkar, berbagi cerita tentang keseruan lomba, kostum karnaval, hingga keberuntungan rekan yang memenangkan hadiah. Tidak ada meja panjang atau jamuan mewah, namun justru dalam kesederhanaan itu, rasa kebersamaan begitu terasa.

Irwan Ardiansyah, pegawai muda yang juga menjadi panitia, mengaku merasakan suasana hangat tersebut. “Sekitar 85 persen karyawan berasal dari warga sekitar, jadi kami cepat akrab. Owner juga memperlakukan kami sebagai rekan kerja, bukan atasan,” katanya. Baginya, PR Furoda bukan sekadar ruang mencari nafkah, melainkan ladang untuk tumbuh dan menemukan semangat baru.
Kebersamaan itu pun melibatkan masyarakat luas. Pelaku UMKM diberi ruang untuk membuka lapak, menjajakan makanan dan minuman. Dari meja sederhana mereka, aroma gorengan dan minuman segar melengkapi pesta, seolah menegaskan bahwa perayaan ini adalah milik semua orang.
Di sela-sela itu, hadir Kopi Mas Refill, produk kebanggaan PR Furoda. Produk ini layaknya secangkir kopi yang dibagi bersama menjadi simbol sederhana: ada kisah yang dibagi, ada persaudaraan yang dirajut, ada kenangan yang diam-diam selalu pulang bersama penikmatnya.
Baca Juga : Kolaborasi Penuh Inspirasi, Pesta Rakyat PR Furoda Jadi Simbol Kebersamaan Karyawan dan Masyarakat
Sejak berdiri pada 2023, PR Furoda telah menjadi bagian penting bagi lebih dari 560 tenaga kerja. Tetapi bagi Fariz, angka hanyalah permulaan. Ia bermimpi suatu hari perusahaan ini dapat melangkah lebih jauh ke ranah sosial, membuka lapangan pekerjaan baru, mendirikan rumah lansia, dan terus menebar manfaat bagi masyarakat sekitar.
Pesta rakyat tahun ini menjadi cermin dari cita-cita itu. Ia menunjukkan bahwa perusahaan bukan hanya tentang laba dan produksi, melainkan tentang nilai yang hidup di antara manusia.
Dalam karnaval yang berwarna, nasi bungkus yang dibagi, musik dangdut yang menyatukan, hingga secangkir kopi yang menghangatkan, tersimpan pesan abadi: di PR Furoda, rumah kedua itu benar-benar nyata, dibangun dengan cinta, kolaborasi, dan inspirasi.
