MALANGTIMES - Sejak pagi, Sabtu, (23/8/2025), Irwan Ardiansyah tampak wara-wiri di halaman PR Furoda. Pegawai divisi mix itu bukan hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menjadi bagian dari panitia Pesta Rakyat. Dengan semangat ia membantu mengatur jalannya acara, memastikan karnaval, lomba yel-yel, hingga fun games berlangsung lancar. Meski sibuk, senyumnya tak pernah lepas, menandakan betapa ia menikmati momen kebersamaan ini.
Di sela kesibukan, Irwan sempat duduk lesehan bersama rekan-rekannya, menyantap nasi bungkus hangat yang dibagikan panitia. Suasana sederhana itu justru menghadirkan rasa akrab. “Rasanya seperti pesta kampung sendiri. Semua cair, semua merasa bagian dari keluarga besar,” ujarnya, masih dengan raut wajah berbinar.

Pesta rakyat Sabtu (23/8/2025) itu memang berbeda. Halaman pabrik yang biasanya dipenuhi deru mesin produksi berubah menjadi arena perayaan penuh warna. Karyawan dan warga sekitar berbaur dalam karnaval kostum, dari adat Jawa, Madura, Bali, hingga kreasi merah putih. Semangat kemerdekaan tampak hidup dalam setiap langkah mereka.
Baca Juga : Ketika Tempat Kerja Jadi Rumah Kedua: Kisah Kebersamaan di Pesta Rakyat PR Furoda
Kemeriahan makin terasa saat fun games dan lomba yel-yel memancing sorak sorai. Doorprize yang dibagikan menambah kejutan manis. Puncaknya, ribuan pasang kaki bergoyang serentak ketika penyanyi dangdut Ajeng Febria tampil di panggung. Musik pun menjadi bahasa persatuan yang tak mengenal sekat jabatan.
Di balik gegap gempita, tersimpan filosofi dari pemilik perusahaan, Fariz Ardhiansyah. Ia memandang PR Furoda bukan sekadar tempat bekerja, melainkan rumah kedua. “Saya tidak pernah menyebut mereka anak buah, tapi teman. Perusahaan ini tidak akan berjalan tanpa karyawan,” katanya. Ia ingin pabrik menjadi tempat yang membuat semua orang betah. “Disini bukan hanya tempat kerja, tentunya ini menjadi rumah kedua bagi pegawai, saling berbaur menguatkan persaudaraan,” tambahnya.

Sejak berdiri pada 2023, PR Furoda telah tumbuh bersama lebih dari 560 tenaga kerja. Fariz bermimpi kelak perusahaannya bisa melangkah lebih jauh, membuka lapangan kerja lebih luas hingga mendirikan rumah lansia sebagai bentuk kontribusi sosial.
Baca Juga : Pesta Rakyat PR Furoda: Harmoni Karyawan, Masyarakat, dan Rumah Kedua yang Menghangatkan
Keterlibatan masyarakat pun tampak nyata. Deretan UMKM diberi ruang untuk menjajakan makanan dan minuman, melengkapi nuansa pasar rakyat yang akrab. Produk unggulan perusahaan, Kopi Mas Refill, turut hadir sebagai simbol kebersamaan, seperti halnya secangkir kopi yang menyatukan cerita dan persaudaraan.

Hari itu, PR Furoda tampil bukan hanya sebagai pabrik rokok, melainkan sebagai ruang sosial yang mengikat banyak hati. Dari langkah sigap Irwan dan para pegawai lainnya mengurus acara, karnaval penuh warna, hingga lantunan musik Ajeng Febria, tersampaikan pesan sederhana: rumah kedua itu benar-benar ada di sini. Rumah yang dibangun dari cinta, kebersamaan, dan harapan bersama.
