JATIMTIMES - Penumpang bus antarkota kini bakal merasakan suasana perjalanan yang berbeda. Beberapa perusahaan otobus (PO) mulai menghentikan layanan musik di dalam bus setelah terbit aturan baru soal pembayaran royalti lagu.
Salah satunya dilakukan oleh PT SAN Putra Sejahtera (PO SAN). Manajemen resmi mengumumkan bahwa mereka tidak lagi memutar musik atau lagu di armada bus demi menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
Baca Juga : Gelar Upacara HUT Ke-80 RI di Grahadi, Pemprov Jatim Pecahkan Dua Rekor Dunia MURI
"SAN Lovers tersayang, manajemen PT. SAN Putra Sejahtera senantiasa mentaati aturan dalam PP No. 56 Tahun 2021 mengenai Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/Musik di Angkutan Umum termasuk bus. Untuk menghindari adanya pelanggaran atas peraturan tersebut maka dengan ini manajemen PT. SAN Putra Sejahtera untuk sementara waktu tidak lagi memutarkan lagu atau musik di dalam bus PO. SAN selama perjalanan," tulis akun Instagram resmi PO SAN.
PO SAN menjelaskan, keputusan ini diambil agar tidak ada beban tambahan yang akhirnya masuk ke harga tiket bus. "Hal ini kami lakukan agar tidak membebani pelanggan PO SAN dengan komponen biaya royalti di dalam tarif tiket SAN," tulis manajemen.
Kebijakan ini ditegaskan lewat memo internal bernomor J.291/SAN-HRD/VIII/2025 yang mulai berlaku sejak Jumat, 15 Agustus 2025. "Penonaktifan pelayanan ini termasuk fasilitas penggunaan AVOD (Audio Video on Demand) di kelas bus Madar Class. Semoga keheningan ini menambah rekatnya komunikasi selama perjalanan dan tidak mengurangi kenyamanan kita bersama," tambah manajemen PO SAN.
Keputusan PO SAN juga diprediksi akan diikuti operator lain, mengingat regulasi royalti musik kini semakin ketat.
Baca Juga : HUT 80 RI, Rektor Unisma: Momentum Menguatkan Peran Kampus untuk Kemajuan Bangsa
Sekilas Tentang PO SAN
Dilansir laman resminya, PO SAN, atau Siliwangi Antar Nusa, berdiri sejak era 1980-an dan awalnya hanya mengoperasikan beberapa unit truk. Perusahaan yang didirikan oleh H. Hasanuddin Adnan ini kemudian merambah bisnis angkutan penumpang dengan trayek Bengkulu–Jakarta pada 1992.
Kini, PO SAN telah berkembang menjadi salah satu pemain besar di industri transportasi darat dengan puluhan armada bus yang melayani rute Sumatera hingga Jawa. Di bawah pengelolaan generasi kedua, Kurnia Lesani Adnan, PO SAN dikenal lewat mottonya: Transport With Care.
