JATIMTIMES - Peristiwa berdarah menggemparkan warga Dusun Bendusa, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Pasalnya Kepala Dusun (Kadus) setempat, Adi (30), dan ayahnya, Susriyono (50), menjadi korban pembacokan oleh salah satu warganya sendiri, Sulatip (51). Saat ini, Rabu (23/07/2025) kedua korban masih dirawat intensif di RSUD Asembagus akibat mengalami luka serius.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden tragis tersebut bermula saat Sulatip mendatangi rumah Kadus Adi. Saat itu, Sulatip datang dengan membawa sabit, yang tampaknya seperti akan digunakan untuk mencari rumput. Bahkan, saat tiba, ia sempat duduk santai dan menikmati kopi yang disuguhkan oleh Adi.
Baca Juga : Wanita Curi Tas Jemaah, Masjid Jami Kota Malang Perketat Keamanan
Situasi yang awalnya tenang tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Ketika Susriyono datang ke rumah anaknya usai mencari rumput, Sulatip secara tiba-tiba menyerangnya menggunakan sabit. Dengan membabi buta, Sulatip mengayunkan sabit ke tubuh Susriyono, seolah-olah dalam keadaan tidak sadar atau kesurupan.
Melihat ayahnya diserang dengan brutal, Adi pun berusaha melerai. Namun nahas, ia pun ikut terkena sabetan sabit dari Sulatip. Keduanya akhirnya terkapar bersimbah darah. Warga sekitar yang mendengar teriakan dan melihat kejadian langsung berhamburan datang ke lokasi dan berusaha melerai.
Sadar aksinya diketahui banyak orang, Sulatip langsung melarikan diri meninggalkan dua korban dalam kondisi mengenaskan. Adi dan ayahnya sempat dibawa ke Puskesmas Arjasa, namun karena luka yang diderita cukup parah, keduanya dirujuk ke RSUD Asembagus untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kepala Desa Jatisari, Rayudi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan peristiwa terjadi pada Senin (21/07/2025) malam, selain itu ia juga mengaku sudah menjenguk kedua korban di rumah sakit.
"Adi mengalami luka cukup dalam di bagian bahu. Sedangkan ayahnya, Susriyono, kondisinya lebih parah,"ujarnya kepada JATIMTIMES, Rabu (23/07/2025).
Hingga kini, belum diketahui secara pasti motif Sulatip melakukan pembacokan terhadap Kadus Adi dan ayahnya. Menurut Kades Rayudi, hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut.
Baca Juga : Ideologi di Ujung Meriam: Kiai Mojo dan Jalan Buntu Serangan Solo
"Saya belum bisa tanya banyak ke korban, apalagi ke pelaku yang sekarang masih kabur," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Arjasa, AKP Kusmiani, menegaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Meski demikian, polisi masih belum dapat menyimpulkan apa motif di balik aksi keji tersebut.
"Kami belum mengetahui motifnya. Yang jelas, pelaku langsung melarikan diri usai melakukan pembacokan. Saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku,” tegas AKP Kusmiani.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sembari menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bahwa konflik sekecil apa pun harus segera diselesaikan sebelum berujung pada tindak kekerasan yang membahayakan nyawa.
