Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Bocah Pekalongan Meninggal Usai Digigit Ular Weling, Kenali Bahaya dan Cara Pertolongan Pertamanya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

20 - Jul - 2025, 19:03

Placeholder
Potret ular weling. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Kabar duka datang dari Pekalongan. Rafa, bocah laki-laki berusia 11 tahun yang sebulan terakhir berjuang melawan bisa ular weling, dikabarkan meninggal dunia. Ia mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi, Semarang, Minggu (20/7/2025) dini hari.

Kisah Rafa sempat viral di media sosial dan menuai perhatian publik. Pasalnya, pihak keluarga melalui kuasa hukum mereka, Imam Maliki, menyebut adanya dugaan salah diagnosis dari pihak RSUD Kajen saat korban pertama kali dibawa berobat.

Baca Juga : Kapal Menuju Manado Terbakar, Ini Ciri-ciri Mesin Kapal Bermasalah dan Tips Selamat saat Laka Laut

Menurut Imam, insiden bermula pada Senin (16/6) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, Rafa tengah tidur di rumahnya. “Dari keterangan pihak keluarga ke kita, kronologis awal pada Senin (16/6) pukul 04.00 WIB. Yang mana, adik RR sedang tidur. Ibunya kaget, karena ular melewatinya, kemudian ular menggigit anaknya,” kata Imam. 

Rafa sempat dibawa ke mantri kesehatan dan kemudian dirujuk ke RSUD Kajen. Di sana, ia diberi suntikan dan oksigen selama sekitar 45 menit. Namun menurut keluarga, pihak rumah sakit menganggap kondisi Rafa baik-baik saja dan menyarankan untuk rawat jalan.

“Disuntik, dioksigen, sekitar 45 menit kemudian dicabuti semua. Rumah sakit menganggap pasien tidak apa-apa dan disarankan untuk dibawa pulang. Pihak keluarga meminta pasien di rawat inap, RSUD meminta pasien dirawat rumah saja,” lanjut Imam.

Namun nahas, belum sampai rumah, Rafa mengalami kejang-kejang di perjalanan. Keluarga yang panik langsung membawanya ke Rumah Sakit Islam Pekajangan.

Mengenal Bahaya Bisa Ular Weling

Prof Mirza Dikari Kusrini, pakar herpetologi dari IPB University, menegaskan bahwa ular weling (Bungarus candidus) sangat berbahaya karena memiliki racun jenis neurotoksin. Racun ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan otot, termasuk otot pernapasan.

“Meski gejala awal bisa ringan atau tertunda, efeknya bisa fatal jika tidak segera ditangani,” ujar Prof Mirza, dikutip dari laman IPB, Minggu (20/7/2025). 

Ia menyebut bahwa tingkat keparahan tergantung pada seberapa banyak bisa yang masuk, lokasi gigitan, dan kondisi tubuh korban. Gigitan pada anak-anak umumnya lebih berbahaya dibandingkan pada orang dewasa. 

“Kadang ular berbisa menghasilkan gigitan kering (dry bite), tapi jika racun masuk dan tidak ditangani cepat, bisa menyebabkan gagal napas dalam 4–24 jam,” jelasnya.

Pertolongan Pertama Jika Digigit Ular Weling

Pakar reptil dari UGM, Slamet Raharjo, menyarankan untuk segera melakukan imobilisasi atau pembatasan gerak pada bagian tubuh yang tergigit. Hal ini untuk memperlambat penyebaran bisa ke seluruh tubuh.

"Golden time untuk imobilisasi dan bidai idealnya kurang dari 2 jam setelah digigit," katanya, dikutip Antara, Minggu (20/7/2025). 

Berikut langkah-langkah pertolongan pertama gigitan ular berbisa:
• Jangan Gerakkan Bagian yang Tergigit
Gunakan kayu, kardus, atau benda kaku lainnya untuk menahan bagian tubuh yang tergigit. Tujuannya untuk menghentikan aliran getah bening yang dapat mempercepat penyebaran racun.

• Pasang Bidai dan Ikat Lembut
Gabungkan dua benda kaku dan ikat dengan perban elastis atau kain untuk membatasi pergerakan.

• Buat Sinyal Darurat Jika di Hutan
Jika gigitan terjadi di area terpencil, buat tanda atau sinyal agar bisa ditemukan dan segera dievakuasi.

Baca Juga : King Abdi Akui Lalai Promosi Miras, Ivan Gunawan Beri Wejangan

• Segera ke Fasilitas Kesehatan Terdekat
Korban harus segera dibawa ke rumah sakit meski gejala belum muncul. Penanganan medis dalam 48 jam sangat penting.

Sampai saat ini belum ada antivenom spesifik untuk gigitan ular weling di Indonesia. Oleh karena itu, kecepatan membawa korban ke rumah sakit menjadi sangat krusial.

Efek Bisa Ular Weling pada Tubuh

Peneliti dari LIPI, Syahfitri Anita, menyebut bahwa bisa ular weling lebih beracun dibanding ular kobra. Racunnya bersifat neurotoksin dan bisa mengakibatkan kelumpuhan saraf, termasuk yang mengontrol jantung dan paru-paru.

“Dosis lethal (LD50) terhadap mencit bisa mencapai 0.06–0.23 mikrogram/gram berat tubuhnya. Efek gigitan bisa menyebabkan gagal napas dalam waktu singkat,” katanya.

Berikut gejala umum gigitan ular weling:
• Paralisis (lumpuh)
• Kejang
• Mual
• Sakit kepala
• Nyeri perut
• Muntah dan diare
• Pusing
• Gagal napas
• Potensi meninggal dalam waktu 12–24 jam jika tidak ditangani

Cara Mencegah Ular Weling Masuk Rumah

Agar insiden serupa tidak terulang, herpetolog LIPI Amir Hamidy memberikan beberapa tips mencegah ular weling masuk ke rumah:
• Jaga Kebersihan Rumah
Pastikan rumah selalu bersih dan rapi. Ular tidak menyukai area terang dan wangi.

• Gunakan Wewangian
“Ular tidak suka wewangian,” kata Amir. Semprotkan pengharum ruangan di sudut-sudut yang lembap atau gelap.

• Gunakan Ranjang dan Kelambu
Hindari tidur di lantai. Gunakan tempat tidur tinggi dan pasang kelambu.

• Tutup Celah dan Bersihkan Tumpukan Barang
Tutup celah pintu atau dinding yang bisa jadi jalur masuk ular. Hindari menumpuk kayu atau barang tak terpakai.

Jika ular sudah terlanjur masuk, jangan panik. Semprotkan pengharum ruangan dan tutup pintu. Setelah 10 menit, buka kembali. Biasanya ular akan keluar sendiri karena tidak tahan dengan aroma wangi.

Jika tetap tidak keluar, segera hubungi BKSDA, petugas damkar, atau komunitas penyelamat satwa untuk penanganan yang aman. Semoga informasi ini membantu.


Topik

Peristiwa Ular Weling bisa ular racun ular digigit ular



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni