JATIMTIMES - Dalam ajaran Islam, kehidupan akhirat dikenal sebagai fase setelah hari kiamat, yaitu saat seluruh makhluk dibangkitkan dan dihisab amalnya. Namun, beberapa tokoh penting dalam sejarah Islam ternyata disebut pernah masuk surga sebelum kiamat benar-benar terjadi.
Kisah-kisah ini bukan sekadar legenda, tetapi bersumber dari ayat Al-Quran, hadis sahih, hingga penafsiran para ulama ternama. Siapa saja mereka?
Baca Juga : Perang Meletus Lagi! Israel Gempur Jantung Militer Suriah, 1 Tewas dan 18 Luka
Nama pertama yang muncul dalam deretan manusia yang pernah menginjakkan kaki di surga adalah Nabi Adam AS. Dalam kitab Al-Jannah wan Naar karya Umar Sulaiman Al-Asyqar, dijelaskan bahwa Nabi Adam dan istrinya, Hawa, sempat tinggal di dalam surga sebelum akhirnya diturunkan ke Bumi.
Dalilnya berasal dari Surah Al-Baqarah ayat 35, ketika Allah SWT berfirman: “Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga. Makanlah sepuasnya dari apa yang ada di dalamnya, namun jangan mendekati pohon ini agar kalian tidak termasuk orang-orang yang zalim.”
Menurut tafsir Imam Ibnu Katsir, istilah "surga" dalam ayat tersebut merujuk pada Surga Ma’wa, yaitu surga yang berada di langit, bukan sekadar taman surgawi di Bumi seperti yang ditafsirkan sebagian kecil ulama. Kata "al-jannah" dalam konteks ini dianggap spesifik, bukan umum.
Lebih lanjut, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa para ulama sepakat surga tersebut adalah tempat tinggal nyata yang akan dihuni orang beriman kelak di akhirat.
Tak hanya Nabi Adam. Rasulullah Muhammad SAW juga disebutkan pernah melihat surga secara langsung. Pengalaman ini terjadi saat peristiwa Isra Mikraj, ketika beliau diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu naik ke langit.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda: “Aku bermalam dan masuk ke dalam surga. Di sana aku melihat seorang perempuan sedang berwudu di dekat sebuah istana.”
Selain itu, dalam riwayat sahih Bukhari, Rasulullah SAW juga menyampaikan bahwa saat melihat ke surga, mayoritas penghuninya adalah orang-orang miskin. Dan ketika menengok neraka, mayoritas penghuninya adalah kaum perempuan.
Hal ini menjadi pengingat bahwa kehidupan akhirat tak selalu berjalan sesuai dugaan duniawi. Kekayaan, jabatan, atau status sosial tak menjadi jaminan.
Kisah yang tak kalah menarik datang dari Nabi Idris AS. Ia dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah dan penuh kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Kisahnya dinukil dalam Shahih Qashashil Qur'an oleh Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni.
Baca Juga : Ada Monopoli Pupuk Subsidi, Komisi B DPRD Jember Gelar RDP, Minta Disperta Perketat Pengawasan
Dikisahkan, karena amal salehnya yang luar biasa, malaikat maut datang berkunjung kepada Nabi Idris AS dalam rupa manusia. Setelah mengungkap identitasnya, Nabi Idris mengajukan permintaan istimewa: ia ingin merasakan kematian dan melihat surga serta neraka.
Atas izin Allah SWT, permintaan itu dikabulkan. Nabi Idris pun mengalami langsung kematian, lalu diperlihatkan kehidupan setelahnya—surga yang damai dan neraka yang mengerikan.
Kisah ini menjadi refleksi mendalam bahwa para nabi pun memiliki keingintahuan spiritual yang tinggi. Mereka tak hanya menyampaikan wahyu, tapi juga menjadi teladan dalam perjalanan iman dan keyakinan.
Meskipun ada banyak dalil dan riwayat yang menyebutkan masuknya para nabi ke dalam surga sebelum kiamat, sebagian ulama tetap berhati-hati dalam menyimpulkan apakah surga itu identik dengan surga akhirat yang dijanjikan.
Tidak ada hadis yang secara eksplisit menyatakan bahwa surga yang dimasuki Nabi Adam, Nabi Muhammad, dan Nabi Idris adalah surga kekal tempat orang-orang beriman kelak. Oleh karena itu, perbedaan tafsir tetap menjadi bagian dari kekayaan ilmu dalam Islam.
Namun, yang jelas, kisah-kisah ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan para nabi di sisi Allah dan menjadi pelajaran penting bagi umat Islam untuk terus memperkuat iman dan amal.
