MALANGTIMES - Guyuran air hujan sempat menjadi menu pembuka seri terakhir balap supermoto, yang digelar di halaman Stadion Kanjuruhan, Sabtu (15/12/2018). Bertajuk Trial Game Asphalt International Championship 2018, beberapa pembalap top Indonesia dan mancanegara, berjuang habis-habisan untuk mengisi podium pertama.
Dalam ajang balap yang juga diikuti oleh biker supermoto internasional, seperti Lewis Cornish (UK), Germain Vincenot (France), dan Jan Deteinbach (Germany) ini, resmi mendaulatkan pembalap andalan Indonesia sebagai juara.
Baca Juga : Ingin Datangkan Kiper Lagi, Felipe Americo: Tidak Perlu Terkenal, Tapi Mau Bekerja
“Alhamdulillah saya bisa mempertahankan gelar juara umum di kelas 250 CC,” kata pembalap supermoto Indonesia, Doni Tata Pradita.
Pembalap dari Yogyakarta ini, sempat bertarung sengit di kelas 250 CC. Yakni di kategori FFA 250, dengan raihan 34 point, di podium ke lima. Selanjutnya, dalam laga trail 250 open, dengan capaian 38 point di podium empat. “Dalam seri terakhir ini, saya lebih memilih main save. Sebab poin yang saya peroleh di seri sebelumnya sudah aman,” terang Doni.
Sebagai informasi, empat seri sebelumnya bergulir di Semarang, Jogjakarta, Solo dan Boyolali. Sedangkan seri terakhir di Stadion Kanjuruhan Malang. “Seri 1 hingga 3 saya menjadi juara pertama, diseri ke empat menjadi runer up. Sedangkan seri terakhir saya tidak masuk tiga besar. Meski demikian dari keseluruhan seri, saya mengkoleksi total poin yang mencapai sekitar 235, jadi meski di Malang tidak mengisi podium utama, tapi tetap didaulat sebagai juara umum,” sambungnya.
Doni menambahkan, jika pihaknya memang memiliki catatan kurang baik, saat mengeber kuda besi di sirkuit Malang. Ketika ditanyakan terkait pendapatmya tentang sirkuit di Malang, yang membuat beberapa seri yang dijalaninya tidak pernah mengisi podium utama. Doni hanya menjawab dengan senyuman. “Saya kurang tau ya, di beberapa event yang saya ikuti di Malang ini, sepertinya saya kurang beruntung,” ujarnya sambil tersenyum.
Baca Juga : Banyak Jenis Tipuan dalam Sepak Bola, Siapa Sebenarnya Penciptanya?
Selain bermain di kelas 250 CC, pembalap andalan Indonesia ini, juga berlaga di kelas FFA 450 Internasional. Hasilnya, Doni mengisi juara ke tiga, dengan perolehan 36 poin. “Kedepan saya harus lebih giat berlatih, sebab banyak event yang semakin kompetitif. Bahkan persaingannya tidak hanya lokal saja, tapi juga internasional,” pungkasnya.
