Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Tips Ampuh Simpan Daging Biar Awet, Ini Kata Ahlinya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

06 - Jul - 2025, 18:33

Placeholder
Potret daging saat dimasukkan ke freezer. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Daging segar, khususnya dalam jumlah besar, membutuhkan perlakuan khusus agar tetap awet dan tidak mudah rusak. Salah penanganan justru bisa membuat daging cepat bau, berubah warna, hingga terkontaminasi bakteri. 

Untuk itu, penting mengetahui cara menyimpan daging yang benar, terutama jika tidak langsung dimasak. Berikut ini JatimTIMES rangkum sejumlah tips praktis agar daging tetap segar meski disimpan berhari-hari di kulkas maupun freezer dari berbagai ahli. 

Tips Simpan dan Olah Daging Ala Dosen IPB

Baca Juga : Tips Merawat Performa Laptop Agar Tak Gampang Lemot 

Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Dr. Tuti Suryati, membagikan panduan praktis agar daging tetap awet dan kualitasnya terjaga, mulai dari saat diterima hingga siap diolah di dapur.

1. Pisahkan, Cuci, dan Tiriskan

Begitu daging diterima, langkah pertama yang disarankan adalah memisahkan antara daging dan jeroan. Jika ditemukan kotoran seperti tanah atau rumput, bersihkan dengan air mengalir. “Cuci jika perlu, terutama jika ada kotoran menempel,” jelas Dr. Tuti dalam keterangan resminya di laman IPB.

Setelah dicuci, pastikan daging ditiriskan hingga tidak ada air yang menetes. Kelembaban berlebih bisa menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme yang merusak daging.

2. Kemas Sesuai Kebutuhan dan Simpan dengan Benar

Agar lebih praktis saat hendak dimasak, daging disarankan dikemas sesuai porsi masak, sekitar 250 hingga 500 gram. Gunakan plastik transparan dan tidak berbau.

Sementara itu, jeroan tidak bisa disimpan dalam keadaan mentah di freezer. “Jika ingin dibekukan, jeroan harus dimasak terlebih dahulu,” kata Dr. Tuti.

Untuk penyimpanan, kamu bisa memilih menyimpan di chiller jika ingin segera diolah, atau di freezer jika hendak disimpan lebih lama. Pembekuan dianggap metode paling efektif menjaga kualitas daging.

3. Prosedur Thawing yang Aman

Sebelum daging beku diolah, pencairan atau thawing harus dilakukan dengan cara yang tepat. Dr. Tuti menjelaskan beberapa metode aman:
• Di kulkas: Pindahkan daging dari freezer ke chiller untuk mencairkannya perlahan.
• Rendam air dingin: Bungkus rapat daging dalam plastik tahan air, lalu rendam dalam air dingin.
• Pakai papan logam: Gunakan papan besi khusus untuk thawing agar proses pencairan lebih cepat.
• Microwave: Boleh digunakan, asalkan dengan mode defrost dan tidak terlalu lama agar daging tak mulai matang.

Ia juga menegaskan agar tidak mencairkan daging di suhu ruang, serta tidak membekukannya kembali setelah dicairkan.

4. Jangan Masak Saat Masih Beku

Setelah thawing selesai, langkah berikutnya adalah mengolah daging dengan benar. Dr. Tuti mengingatkan untuk tidak langsung memasak daging yang masih beku atau setengah beku karena bisa menyebabkan tekstur alot dan pematangan tidak merata.

“Gunakan panas yang cukup saat mengolah, baik itu direbus, dipanggang, dibakar, atau digoreng. Pastikan matang sempurna,” ujarnya.

Saat memanggang atau membakar seperti membuat sate, hindari membiarkan daging gosong karena bagian yang hangus bisa mengandung senyawa yang tidak baik untuk kesehatan.

5. Bumbui dengan Rempah dan Tips Empukkan Sate

Untuk rasa dan manfaat lebih, Dr. Tuti menyarankan penggunaan rempah-rempah saat memasak. Selain memberi rasa yang khas, rempah juga mengandung antioksidan alami yang baik bagi tubuh.

Jika ingin membuat sate, kamu bisa menggunakan trik empuk sederhana, bungkus daging dengan daun pepaya atau olesi parutan nanas sebelum dibakar. Ini akan membuat tekstur daging lebih lembut saat disantap.

6. Jangan Asal Thawing, Jangan Asal Masak

Terakhir, jika mengambil daging dari freezer, pastikan daging sudah sepenuhnya mencair sebelum dimasak. Dr. Tuti kembali menekankan pentingnya pencairan dalam kemasan menggunakan air dingin sebelum diolah.

Suhu Penyimpanan Jadi Kunci, Ini Kata Guru Besar IPB
Tak hanya soal cara menyimpan dan mengolah, suhu penyimpanan juga memainkan peran penting dalam menjaga kualitas daging. Guru Besar Ilmu Teknologi Pangan IPB University, Prof. Eko Hari Purnomo, menekankan bahwa semakin rendah suhu penyimpanan, semakin lambat pula laju kerusakan daging.

“Semakin rendah suhu penyimpanan, laju kerusakan semakin lambat,” ujar Prof. Eko dalam keterangannya, dikutip laman resmi IPB, Minggu (6/7/2025).

Baca Juga : 1677: Raden Kajoran Memimpin Ponorogo Melawan Amangkurat I

Ia menyebut, suhu ideal untuk menyimpan daging di dalam freezer adalah minus 18 derajat Celsius. Pada suhu ini, kualitas fisik dan keamanan mikrobiologis daging bisa tetap terjaga. Namun, untuk penyimpanan di tingkat rumah tangga, suhu sekitar minus 5 derajat Celsius dinilai sudah cukup aman, asalkan tidak sering dibuka-tutup.

1. Bahaya Kristal Es dan Tips Thawing yang Aman
Jika suhu freezer tidak cukup rendah, daging bisa membentuk kristal es. Ini akan menyebabkan kehilangan cairan alami saat pencairan (thawing) dan membuat daging terasa kering saat dimasak.

“Pembekuan pada suhu yang kurang dingin bakal menimbulkan kristal es, membuat daging kehilangan udara saat proses pelelehan. Akibatnya, daging menjadi kering atau kurang juicy,” jelasnya.

Untuk itu, proses thawing disarankan dilakukan secara perlahan dalam suhu dingin, misalnya dengan memindahkan daging dari freezer ke rak bawah kulkas. Hindari mencairkan daging di suhu ruang, apalagi membekukannya kembali setelah dicairkan, karena bisa menurunkan kualitas dan meningkatkan risiko kontaminasi.

2. Gunakan Kemasan Sekali Pakai dan Beri Tanggal Beku
Agar lebih praktis dan aman, Eko menyarankan untuk mengemas daging dalam porsi kecil sesuai kebutuhan konsumsi. Kemasan kecil ini tidak hanya memudahkan saat pengolahan, tetapi juga mencegah daging bersentuhan langsung dengan udara saat membuka kemasan besar.

“Pengemasan vakum memang lebih baik karena mempercepat pembekuan, tapi penggunaan plastik biasa juga cukup mampu untuk skala rumah tangga,” ungkap Eko.

Tak kalah penting, ia juga menyarankan agar pengguna mencantumkan tanggal pembekuan pada kemasan daging. Tujuannya agar daging yang disimpan bisa dikonsumsi sesuai urutan waktu, dan tidak ada yang terlewat terlalu lama dalam penyimpanan.

Perlukah Daging Dicuci Sebelum Masuk Kulkas?
Setelah memahami pentingnya suhu penyimpanan, masih ada pertanyaan yang sering muncul di kalangan masyarakat, apakah daging kurban perlu dicuci terlebih dahulu sebelum disimpan?

Chef Stefu Santoso menjelaskan bahwa mencuci daging sebelum penyimpanan sebenarnya disarankan, terutama jika proses pemotongan dilakukan di tempat terbuka yang kurang higienis. 

"Daging kurban kan kadang motong ada yang di jalanan, di taman, kemudian taruhnya di jalanan, di terpal. Kalau saya menyarankan lebih baik dicuci bersih," jelasnya, dikutip Minggu (6/7/2025).

Senada dengan itu, Chef Degan Septoadji juga menyarankan pencucian, dengan catatan daging harus benar-benar ditiriskan atau dilap hingga kering sebelum dimasukkan ke dalam kulkas atau freezer. 

“Kalau daging dicuci, sebelum disimpan harus dilap sampai kering [tidak berair]. Simpan di wadah kedap udara, lalu masukkan freezer,” jelas Chef Degan.

1. Batas Waktu dan Suhu Ideal Penyimpanan Daging
Terkait berapa lama daging bisa disimpan di kulkas, Chef Stefu memberikan panduan praktis. Ia menyebutkan bahwa daging segar hanya bertahan maksimal 3 hari di chiller. Jika ingin menyimpan lebih dari itu, sebaiknya langsung simpan di kondisi beku.

“Suhu untuk menyimpan daging idealnya 0 derajat Celsius, dari -2 sampai +2 intervalnya. Di chiller maksimal 3 hari. Mendingan dibekukan kalau mau lebih dari 3 hari,” terangnya.

Jika ingin menyimpan lebih lama, simpan di freezer bersuhu minus 18 derajat Celcius. Suhu ini juga direkomendasikan oleh para ahli sebelumnya untuk menghambat pertumbuhan mikroba dan menjaga kandungan gizi daging.

2. Pisahkan Daging Sapi dan Kambing, Pilih Wadah yang Tepat
Tak hanya soal suhu dan waktu, cara mengemas dan menyimpan jenis daging juga penting diperhatikan. Chef Stefu menyarankan agar daging sapi dan kambing disimpan secara terpisah.

Selain untuk mencegah percampuran aroma yang bisa memengaruhi rasa, pemisahan ini juga memudahkan saat hendak memasak. “Ada sebagian orang yang tidak menyukai daging kambing. Maka dari itu, sebaiknya dipisah agar tidak tercampur aromanya,” kata Chef Stefu.

Sementara itu, untuk wadah penyimpanan, Chef Degan menyarankan menggunakan kontainer kedap udara atau air-tight container. Hindari menggunakan plastik biasa karena dapat menempel pada permukaan daging saat dibekukan. Bila memungkinkan, gunakan teknik vacuum-pack untuk menyimpan daging lebih lama dan menjaga kualitasnya.

“Dinginkan dan masukkan wadah yang kedap udara dan masukkan kulkas. Kalau mau lebih lama lagi, masukkan vacuum-pack dan simpan di freezer,” jelas Chef Degan.

Demikian seluruh proses mulai dari penanganan awal, suhu ideal, cara thawing, hingga jenis wadah yang digunakan untuk menyimpan daging. Dengan mengikuti panduan yang disarankan para ahli, kamu bisa memperpanjang usia simpan daging tanpa khawatir kehilangan nilai gizinya. Semoga informasi ini membantu. 


Topik

Serba Serbi daging segar tuti suryati tips simpan daging



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya