JATIMTIMES – Prosesi pengesahan 1.725 warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Blitar berlangsung tertib dan khidmat.
Acara yang digelar serentak di dua lokasi, yakni Padepokan Sawentar di Kecamatan Kanigoro dan Istana Sakura di Kecamatan Garum, Minggu (29/6/2025), menjadi contoh kolaborasi apik antara unsur masyarakat dan aparat pemerintah dalam menjaga keamanan kegiatan keorganisasian.
Baca Juga : Ketika Sang Putra Mahkota Dianggap Pengkhianat: Krisis Politik Amangkurat I dan Ekspedisi Demung 1676
Ketua PSHT Cabang Blitar-Pusat Madiun Kangmas Ibnu Sudibyo menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga kelancaran prosesi sakral tersebut. Menurut dia, keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama 750 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tim pengamanan internal PSHT.
“Alhamdulillah, prosesi berjalan lancar dan kondusif. Terima kasih atas sinergi seluruh pihak yang menjaga khidmatnya acara,” ujar Kangmas Ibnu dalam keterangannya, Senin (30/6/2025). Ia juga menegaskan bahwa pengesahan warga baru PSHT bukan sekadar seremoni, melainkan momen pembentukan karakter.
Ia berharap agar para warga baru dapat memegang teguh nilai-nilai luhur ajaran PSHT, menjadi pribadi yang berbudi pekerti dan menjunjung kebenaran. “Kami berharap semua calon warga yang disahkan mampu menjadi manusia berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah,” ucapnya.
Menurut Kangmas Ibnu, semakin banyaknya warga PSHT harus menjadi momentum untuk memperkuat peran PSHT dalam membina generasi muda. Ia mendorong agar para warga baru tidak hanya menjadi pesilat, tetapi juga panutan di tengah masyarakat.
“Dengan bertambahnya warga PSHT, kami berharap ajaran SH Terate semakin kuat dalam mendidik manusia berbudi luhur, serta melanjutkan estafet keteladanan para sesepuh,” tegasnya.
Pengamanan ketat dilakukan untuk menjamin kelancaran acara. Sebanyak 750 personel gabungan diterjunkan ke lapangan. Tidak hanya itu, Polres Blitar juga melakukan penyekatan di 27 titik strategis yang dinilai rawan masuknya kelompok eksternal yang kerap menimbulkan gangguan saat momentum pengesahan.
Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, menyatakan pihaknya menempuh pendekatan persuasif dan preventif selama pengamanan berlangsung. Pendekatan humanis menjadi pilihan utama dalam menciptakan suasana aman dan damai.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan khidmat, tanpa dinodai aksi kerusuhan yang biasanya dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu,” ujar Kapolres.
Baca Juga : Penerima Rastrada di Kota Blitar Bertambah 1.500, Mas Ibin: Kami Tidak Tebang Pilih
Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa tindakan tegas tetap disiapkan apabila terjadi pelanggaran hukum, baik pelanggaran lalu lintas maupun tindak pidana lainnya.
“Petugas akan melakukan penindakan hukum sesuai prosedur bila ditemukan pelanggaran,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Blitar juga turut berperan dalam memastikan acara berjalan tertib. Selain koordinasi lintas sektor, pemantauan dan dukungan logistik dilakukan sejak jauh hari. Kegiatan ini dipandang sebagai wujud nyata dari kolaborasi elemen sipil dan aparat negara dalam menjaga tradisi dan stabilitas daerah.
Acara pengesahan PSHT bukan hanya ritual organisasi, tetapi telah menjadi agenda budaya dan sosial yang melibatkan banyak pihak. Di tengah tantangan keamanan yang kerap muncul pada acara serupa, keberhasilan pengesahan tahun ini menjadi cermin kematangan organisasi dan kemajuan pola pengamanan partisipatif.
Sinergi ini diharapkan menjadi model pengelolaan kegiatan massal di Blitar, sekaligus menguatkan citra daerah sebagai kawasan yang menjunjung kearifan lokal tanpa mengabaikan ketertiban hukum.
Kangmas Ibnu menutup pernyataannya dengan harapan agar nilai-nilai luhur PSHT terus menyala dalam kehidupan warga. “Ini bukan akhir dari perjalanan. Ini awal tanggung jawab sebagai manusia berbudi, yang berguna bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
