Jalan Sidomulyo yang semestinya sebagai pintu masuk ke Terminal Pasar Singosari itu saat ini ramai digunakan PKL berdagang sehingga angkutan umum memilih menunggu penumpang di pinggir jalan dan menyebabkan kemacetan. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Jalan Sidomulyo yang semestinya sebagai pintu masuk ke Terminal Pasar Singosari itu saat ini ramai digunakan PKL berdagang sehingga angkutan umum memilih menunggu penumpang di pinggir jalan dan menyebabkan kemacetan. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Akses masuk terminal Pasar Singosari dikeluhkan. Hal itu dikarenakan pintu masuk  menuju terminal yang ada di belakang pasar selama ini tertutup  pedagang kaki lima (PKL) yang lama memanfaatkan jalan itu sebagai tempat berjualan.

Kondisi ini bukan hanya dikeluhkan pengunjung pasar. Tapi juga sopir angkutan umum.  Sehingga, para sopir angkutan selama ini enggan masuk ke terminal dan memilih menunggu penumpang di depan pasar, berdempetan dengan lahan parkir gang sempit. Alhasil, jalanan di depan Pasar Singosari selama ini sering mengalami kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

Baca Juga : The Power of Emak-Emak, Lawan Covid-19 dengan Produksi Masker Kain Gratis

"Males Mbak mau masuk, harus muter lewat Jalan Ken Arok karena Jalan Sidomulyo yang semestinya jadi pintu masuk digunakan itu berjualan. Nggak bisa masuk mobil," kata seorang sopir di jalur Singosari yang tak mau disebutkan namanya kepada MalangTIMES.

Kondisi itu terjadi sudah lama. Para PKL memilih berjualan di jalan yang semestinya menjadi akses pintu masuk ke terminal. Karena terus berlangsung lama,  PKL sendiri akhirnya malas  berjualan di area dalam pasar. "Itu di dalam pasar juga masih banyak yang kosong. Terutama di lantai dua," imbuhnya.

Dia pun berharap, pemerintah melalui dinas terkait untuk segera melakukan penertiban. Sebab, jika dibiarkan begitu saja, maka kondisinya akan semakin parah. Dia berharap jalan seharusnya dimanfaatkan sebagaimana fungsinya, bukan untuk tempat berjualan.

"Dulu Pak Bupati sudah pernah sidak, tapi nggak tahu kok masih tetap saja seperti itu. Jadinya kami banyak yang memilih mangkal di depan saja," ungkap sopir itu.

Berdasarkan pantauan MalangTIMES, kawasan Jalan Sidomulyo yang seharusmya menjadi pintu masuk angkutan umum ke terminal pasar memang ramai berjajar PKL. Beberapa menjual produk makanan mulai dari beras, tepung, dan aneka macam sayur-mayur serta buah-buahan. Jalan hanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua dan pelanggan yang berjalan kaki.

Sedangkan terminal yang ada di belakang pasar tampak lebih sepi dibandingkan terminal pada umumnya. Itu karena beberapa angkutan umum tampak mangkal di depan pasar yang berhimpitan dengan tempat parkir para pelanggan pasar. Beberapa petugas Dinas Perhubungan (Dishub) tampak mengimbau agar sopir angkutan umum mangkal di dalam.

Baca Juga : Pakai Baju APD, Tim Medis Evakuasi Jenasah Pria yang Meninggal Mendadak di Singosari

Di sisi lain, Kepala UPT Perhubungan Singosari Tri Hermantoro saat dikonfirmasi menjelaskan jika Jalan Sidomulyo memang dulunya menjadi akses pintu masuk bagi angkutan umum ke terminal. Sedangkan Jalan Ken Arok sebagai pintu keluar. Karena ada ketidaknyamanan dari sopir angkot, dia mengatakan akan segera berkoordinasi di internal dinasnya.

"Nanti akan kami diskusikan agar permasalahan segera selesai. Secepatnya akan kami konfirmasikan keluhan tersebut," ucapnya. (*)