JATIMTIMES – Suasana di Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU Hidayatul Mubtadi’in Bumiayu, Kota Malang, tampak berbeda pada Selasa, (3/6/2025). Siswa-siswi kelas 9 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang yang baru saja menyelesaikan masa pendidikan mereka, tidak hanya merayakan kelulusan mereka, tetapi juga mengungkapkan rasa syukur dan kepedulian dengan cara yang tak biasa. Melalui sebuah acara sederhana namun penuh makna, mereka mempersembahkan bantuan untuk mendukung kegiatan belajar di MI NU Hidayatul Mubtadi’in. Inilah cerita dari acara "Bakti Kelulusan Tahun Pelajaran 2024/2025," berlangsung penuh kehangatan.
Tidak ada acara seremonial yang berlarut-larut atau penghormatan formal. Malah, acara ini terasa lebih hangat, lebih merakyat. Siswa-siswa kelas 9 MTsN 2 Kota Malang datang dengan semangat berbagi, membawa dua barang penting: satu unit proyektor dan 110 buku yang mereka kumpulkan melalui sumbangan sukarela. Bukan hanya sekadar hadiah perpisahan, tetapi sebuah cara untuk meninggalkan jejak manfaat yang tak terlupakan.
Baca Juga : Masyarakat Soroti Minor SPMB 2025, Dinas Pendidikan Banyuwangi Beri Tanggapan
Ida Mukarromah, S.Ag., M.Pd., yang mewakili Kepala MTsN 2 Kota Malang dalam sambutannya, dengan tegas menyatakan bahwa "Bakti Kelulusan" ini adalah bentuk pengingat bahwa pendidikan sejati tak hanya soal gelar atau nilai ujian. "Melalui aksi ini, mereka diajak untuk memberi, untuk berbagi. Ini bukan hanya soal selesai belajar di kelas, tapi bagaimana mereka bisa memberi dampak baik bagi sesama. Semoga ini menjadi amal yang terus mengalir," ujarnya dengan penuh rasa bangga.
Di sisi lain, Kepala MI NU Hidayatul Mubtadi'in, Maryamah, S.Ag., menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa terima kasih. "Kami sangat tersentuh. Bantuan ini pasti akan sangat berguna bagi kami, terutama dalam proses belajar mengajar," katanya, menambahkan harapan agar generasi yang baru saja lulus itu tidak hanya sekadar pintar, tetapi juga punya hati untuk peduli dan menebar manfaat di mana pun mereka berada.
Acara ini tidak hanya mengajarkan siswa-siswi tentang kelulusan, tetapi juga tentang pentingnya berbagi. Tanpa adanya gap formal yang biasanya ada dalam acara seremonial, suasana menjadi lebih cair. Siswa, guru, dan kepala sekolah berbincang dengan santai, mengingatkan kita semua bahwa pendidikan tak hanya bisa diukur dengan angka atau prestasi akademis semata.
Setelah penyerahan proyektor dan buku, acara ditutup dengan dokumentasi bersama dan ramah tamah antara guru dan siswa. Namun, makna dari acara ini jauh lebih dalam daripada sekadar gambar atau foto bersama. Di sini, nilai sosial dan kepedulian diajarkan secara langsung, tanpa banyak kata.
Di MTsN 2 Kota Malang, kelulusan bukanlah final dari sebuah perjalanan, tetapi justru sebuah awal dari sebuah misi untuk berbagi manfaat. Para siswa telah diajarkan bahwa pendidikan yang sebenarnya tak terletak pada pengakuan, melainkan pada seberapa besar kita bisa memberi dan berbagi dengan orang lain.
Baca Juga : MAN 1 Kota Malang Catat Prestasi Membanggakan, 247 Lulusan Diterima di Kampus Negeri Ternama
Aksi ini, meski sederhana, menjadi bukti bahwa perjalanan pendidikan tak hanya tentang mengumpulkan nilai, tetapi tentang bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, yang berani memberi tanpa diminta. Inilah esensi sejati dari kelulusan: bukan hanya soal selembar ijazah, tetapi tentang keberanian untuk menebar manfaat, yang diharapkan terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Siswa-siswi kelas 9 MTsN 2 Kota Malang telah menunjukkan bahwa kelulusan mereka tidak hanya diwarnai dengan seremoni atau ucapan selamat, tetapi dengan tindakan nyata yang memberi manfaat bagi orang lain. Melalui kegiatan "Bakti Kelulusan," mereka tak hanya meninggalkan ruang kelas, tetapi juga membangun koneksi dan menanamkan nilai-nilai sosial yang kelak akan terus berkembang, menjadi amal jariyah yang tak pernah putus.
