JATIMTIMES - Komunitas baru terus bermunculan dan kian beragam di Kota Malang. Salah satu komunitas yang cukup menyita perhatian publik adalah komunitas sepeda yang beranggotakan kaum perempuan bernama Srikandi 2 Pedal.
Srikandi 2 Pedal sendiri berdiri sejak 19 Maret 2021. Dan saat ini anggotanya mencapai 30 orang.
Baca Juga : Punya Segmen Beda, Sekolah Swasta di Malang Diminta Tak Risau Soal Sekolah Rakyat
Ketua Srikandi 2 Pedal, Sita Mayura mengatakan ide pembentukan komunitas itu bermula saat ia sering mengikuti sang suami bersepeda sekitar lima tahun lalu.
Mulanya, Sita bersepeda dari Kelurahan Sumbersari hingga kawasan Araya merupakan pencapaian luar biasa. Dan ketika ikut komunitas, Sita mampu mencapai puluhan kilometer dengan bersepeda.
Ketagihan bersepeda membuat Sita memiliki ide untuk mengajak teman perempuannya untuk bersepeda dan membentuk komunitas. Awalnya, perkumpulan yang ia bentuk hanya diisi tujuh orang.
“Sebenarnya kami hanya ingin bersepeda biasa. Saat bersepeda itu kan biasa kalau berfoto dan membuat video. Apalagi kalau perempuan, foto-foto itu nomor satu. Grup itu untuk berbagi dokumentasi saat bersepeda. Setelah selesai gowes, ada yang bilang grup itu tidak usah dibubarkan. Saya pun iseng memberikan nama di grup Srikandi 2 Pedal,” ujar Sita.
Dari tujuh orang itu, Sita dan teman-temannya kemudian membuat grup untuk perkumpulan pesepeda tersebut. Saat ini, ada sekitar 30 orang yang menjadi anggota komunitas Srikandi 2 Pedal.
Setiap bertemu, tempat yang bagus untuk berfoto, Sita dan kawan-kawannya langsung berhenti, kemudian mengambil foto.
“Dokumentasi itu penting, karena perempuan itu senang foto. Kami juga punya media sosial, seperti Instagram atau Facebook. Dulu, foto yang utama. Setiap titik berhenti, lalu mengambil foto dan juga video,” ungkap Sita.
Baca Juga : Komunitas Honda Jatim Serbu dan Meriahkan Honda Dream Cup 2025 Seri Malang
Sebelum berangkat, anggota komunitas ini tak lupa berdandan. Meski, Sita menyadari dandanan bisa luntur oleh keringat saat bersepeda. Biasanya anggota komunitas ini harus kembali dandan sebelum berfoto kembali.
“Sebelum berangkat, dandan dulu. Kalau sampai lokasi, dandanannya luntur, ya dandan lagi. Makannya persiapannya lama. Apalagi kalau ada acara, kami datangkan fotografer, sehingga dandannya semakin kencang,” tutur Sita.
Menurut Sita, bersepeda bukan hanya sekadar menjadi media menyalurkan hobi bersepeda. Namun, menjadi ajang silaturahmi dan mencari relasi.
“Yang seru dari sepedaan itu adalah kebersamaannya menikmati jalanan. Kalau bersepeda sendiri, kadang jenuh. Kalau bersepeda bareng, bisa ngobrol bersama saat bersepeda,” ungkap Sita.
Kini, komunitas bersepeda yang diisi oleh para perempuan makin eksis di jalanan maupun dikalangan komunitas. Ini menjadi bukti, bahwa hobi bersepeda itu tidak hanya diisi oleh kaum pria, tapi perempuan juga dapat eksis.
