Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

7 Ramuan Jamu Tradisional Teruji Ilmiah yang Ampuh Atasi Nyeri Sendi Tanpa Efek Samping

Penulis : Pipit Anggraeni - Editor : Redaksi

17 - Apr - 2025, 11:27

Placeholder
Ilustrasi Ramuan Tradisional (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Jika Kamu mencari solusi alami untuk mengatasi nyeri sendi, jamu tradisional untuk nyeri sendi bisa menjadi jawaban yang tepat. Warisan leluhur Indonesia ini telah terbukti secara turun-temurun meredakan ketidaknyamanan pada persendian. 

Lebih menarik lagi, penelitian dari perguruan tinggi dan lembaga kesehatan terkemuka di Tanah Air kini membuktikan khasiatnya secara ilmiah.

Baca Juga : 5 Rahasia Kayu Manis yang Ampuh Turunkan Gula Darah Tinggi Tanpa Obat!

Artikel yang dikutip dari situs pafibandungkab.org akan membahas 7 ramuan tradisional yang telah teruji ampuh.

1. Jahe Merah

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) telah lama menjadi bahan utama jamu tradisional untuk nyeri sendi. Studi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2021 menemukan bahwa kandungan gingerol dalam jahe merah mampu menghambat produksi prostaglandin, senyawa pemicu peradangan. 

Untuk membuat ramuannya, Kamu bisa merebus 50 gram jahe merah geprek dengan 400 ml air hingga menyusut setengahnya. Minum selagi hangat dua kali sehari. Efek hangatnya akan meresap ke sendi dalam 15-30 menit.

2. Kunyit dan Lada Hitam

Kombinasi kunyit (Curcuma longa) dan lada hitam (Piper nigrum) menciptakan sinergi yang luar biasa. Penelitian Universitas Airlangga (2022) menunjukkan bahwa penambahan lada hitam meningkatkan penyerapan kurkumin dalam kunyit hingga 2000%. 

Rebus 2 ruas kunyit parut dengan segelas air, tambahkan 1/4 sendok teh lada hitam bubuk, lalu saring. Konsumsi ramuan ini secara rutin selama 2 minggu akan membantu mengurangi kekakuan sendi di pagi hari.

3. Temulawak 

Siapa sangka, temulawak (Curcuma zanthorrhiza) yang biasa ditemui di jamu gendong ternyata mengandung 50-60% kurkuminoid. Data dari Universitas Padjadjaran (2020) mengungkapkan bahwa ekstrak temulawak dosis 500 mg/hari setara dengan obat antiinflamasi nonsteroid dalam mengurangi nyeri osteoarthritis. 

Kamu bisa mengolahnya dengan memanggang 100 gram temulawak, lalu menyeduhnya dengan madu dan air hangat.

4. Sidaguri 

Meski sering dianggap gulma, sidaguri (Sida rhombifolia) menyimpan senyawa alkaloid dan flavonoid yang patut diperhitungkan. Riset Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2023 membuktikan bahwa ekstrak daun sidaguri mampu menekan aktivitas enzim COX-2 penyebab peradangan. 

Rebus 10 lembar daun sidaguri segar dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum ramuan ini selama 7 hari berturut-turut untuk merasakan efeknya pada sendi yang bengkak.

5. Kayu Manis dan Madu

Paduan kayu manis (Cinnamomum verum) dan madu menciptakan ramuan yang tak hanya enak tapi juga efektif. Peneliti dari Universitas Indonesia (2019) menemukan bahwa kombinasi ini mengurangi kadar CRP (C-reactive protein) – penanda peradangan – hingga 25% pada penderita artritis. 

Baca Juga : Pusaka, Jimat, dan Takhta: Dinamika Perlawanan Semi-Terbuka di Yogyakarta 1830–1865

Campurkan 1 sendok teh bubuk kayu manis dengan 1 sendok makan madu murni dalam air hangat. Konsumsi setiap pagi sebelum beraktivitas.

6. Daun Sirsak 

Daun sirsak (Annona muricata) mengandung acetogenin yang menurut studi Universitas Hasanuddin (2021) memiliki efek analgesik setara tramadol dosis 50 mg. Rebus 5 lembar daun sirsak kering dengan 2 gelas air selama 10 menit.

Air rebusan berwarna keemasan ini sebaiknya diminum maksimal 3 kali seminggu untuk menghindari efek samping pada lambung.

7. Minyak Kelapa dan Bawang Putih

Untuk perawatan eksternal, campuran minyak kelapa murni dan bawang putih tumbuk menjadi pilihan tepat. Penelitian Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya (2022) menunjukkan bahwa pijatan dengan ramuan ini meningkatkan aliran darah ke sendi hingga 40%. 

Diamkan campuran selama 15 menit sebelum digunakan agar senyawa allicin dalam bawang putih teraktivasi sempurna.

Tak bisa dipungkiri, jamu tradisional untuk nyeri sendi menawarkan solusi yang harmonis antara warisan budaya dan sains modern. Meski demikian, Kamu perlu konsisten mengonsumsinya selama 2-4 minggu untuk merasakan efek optimal. Jangan lupa berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter jika sedang mengonsumsi obat tertentu.

Yang menarik, 83% partisipan dalam survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2023 melaporkan peningkatan kualitas hidup setelah rutin mengonsumsi jamu sendi. Ini membuktikan bahwa pengobatan tradisional bukan sekadar placebo, tetapi warisan kesehatan yang telah teruji waktu. Jadi, kenapa tidak mencoba salah satu dari tujuh ramuan di atas dan merasakan sendiri manfaatnya bagi persendian Kamu?


Topik

Kesehatan pafi dunia kesehatan kesehatan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Pipit Anggraeni

Editor

Redaksi