MALANGTIMES - Datangnya musim hujan, menjadi persoalan tersendiri bagi sebagian petani di Kota Batu. Khususnya bagi para petani selada air. Bagaimana tidak, selada air merupakan tanaman yang harus mendapatkan pengairan bersih. Jika tidak, tentunya kualitas akan buruk. Selain itu, penyakit dapat dengan mudah menyerang tanaman air ini.
Sebab saat musim hujan seperti saat ini aliran irigasi menuju ke area persawahan menjadi keruh. Seperti halnya yang terjadi di Jl Metro Kelurahan Sisir Kecamatan Batu. Area persawahan yang ditanamani sayur selada air itu menjadi keruh. Sebagian tanaman itu sudah terlihat menguning, disisi lain juga terlihat mulai membusuk.
Baca Juga : Bebas Macet dan Penuhi Kebutuhan, Apartemen The Kalindra Malang Pas Jadi Hunian Milenial
“Kalau musim hujan datang seperti ini kualitas selada air ini gak bisa maksimal. Karena sigat dari sayur ini tidak bisa kena air keruh,” ucap Sampun petani Jl Metro Kelurahan Sisir Kecamatan Batu.
Ia menjelaskan air yang sifatnya keruh itu akan membuat tanaman selada itu tidak bisa tumbuh hingga masa panen alias cepat mati. Perlahan daun akan mulai menguning.
“Lama kelamaan sayur akan mulai membusuk. Yang kemudian akhirnya perlahan akan mati, otomatis gak bisa tumbuh lagi,” katanya Jumat (23/11/2018).
Membusuknya selada air itu adalah faktor selada air yang terlalu lama mengkonsumsi air yang keruh atau air hujan. Dengan demikian imbasnya pada penurunan hasil panen. “Tentunya jelas berbeda hasil panen saat kemarau. Karena saat kemarau hasilnya sangat bagus, berbeda dengan musim hujan,” jelas Sampun.
Baca Juga : Pemkot Batu Batasi Jam Operasional Kegiatan Usaha, Ini Rinciannya
Menurutnya satu kali panen saat musim hujan, Sampun mengaku hanya bisa menghasilkan 15 ribu ikat sayur selada air. Dibandingkan dengan saat musim kemarau, dia bisa mendapatkan 30 ribu ikat.
“Hasil panennya jelas berkurang sampai setengahnya dibandingkan musim kemarau,” ujar bapak lima anak ini. Karena kondisi ini lanjut Sampun, ia dan petani selada air lainnya tidak bisa berbuat apa-apa.
