Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Advertorial

Putra Putri Terbaik Situbondo Mole Atellas, Duduk Bersama Sambung Pikir untuk Situbondo Naik Kelas

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Yunan Helmy

02 - Apr - 2025, 15:59

Placeholder
Brigjen Pol Sulastiana saat memberikan materi pada acara Moleh Atellas, diaspora duduk bersama sambung pikir Situbondo naik kelas, Rabu (02/04/2025). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Memanfaatkan momentum mudik Lebaran, putra putri Situbondo yang telah sukses di luar daerah maupun luar negeri yang kemudian disebut diaspora Situbondo mengadakan urun rembuk atau sambung pikiran untuk memujudkan Situbondo naik kelas, Rabu (02/04/2025).

Difasilitasi pemerintah daerah, acara dengan tema Mole Atellas (Pulang Lebaran), Duduk Bersama Sambung Pikir Situbondo Naik Kelas tersebut dilaksanakan di Pendapa Graha Amukti Praja.

Baca Juga : Fasilitasi Peningkatan Kemampuan Santri, Unisma Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Pesantren

Ratusan diaspora yang mengikuti acara sambung pikir itu baik secara langsung maupun daring melalui sambungan Zoom meeting saling bertukar ide dan gagasan untuk bersama-sama mewujudkan Situbondo naik kelas.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio melalui sambungan Zoom meeting menyampaikan bahwa acara ini merupakan kesempatan diaspora memberikan gagasan untuk membangun bersama-sama Kabupaten Situbondo setidaknya untuk 5 tahun ke depan.

"Mari kita sudahi perbincangan tentang seharusnya Situbondo begini, seharusnya Situbondo begitu. Kita harus lebih maju dari pikiran itu, apa pun rekomendasinya. Di bidang apa rekomendasi itu, kita eksekusi dan apa impact-nya untuk masyarakat sehingga kita bisa sandingan dengan visi Situbondo naik kelas," ujar Mas Rio.

Situbondo naik kelas, lanjut Mas Rio harus bisa mengombinasikan bagaimana craftsmanship kita dalam membuat anggaran dengan arah kebijakan. Di sisi itulah sangat dibutuhkan rekomendasi dari diaspora.

"Kalau berbicara pergerakan ekonomi pasti kita berbicara government spending Indonesia. Apalagi Situbondo yang sangat bergantung pada tranfer pusatm Maka government spending menjadi ultimate choice. Namun itu tidak cukup. Bagaimana pun, rumus pertumbuhan ekonomi selau ada investment. Di sisi inilah diaspora memberikan kontribusi yang sangat signifikan dengan investasi, dengan cara membangun atau memberikan networknya," jelasnya.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, Brigjen Pol Sulastiana yang saat ini menjabat sebagai auditor kepolisian utama TK II Itwasum Polri, Akbar Hanif Dawam A yang saat ini menjabat sebagai kepala saintis BRIN, Heru Susanto seorang pengusaha peternakan dan properti di NTB, Febrianti Nadira yang saat ini fokus sebagai public relation practitioner dan digital PR activist serta bertindak sebagai moderator Hafizh Rafizal Adnan yang saat ini menjadi mahasiswa S3 aktif di Singapura.

Dari beberapa pemateri tersebut, ada satu pemateri yang fokus dan aktif terlibat dalam dunia pendidikan serta sosial, yakni Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Sulastiana atau akrab disapa Brigjen Ana.

Dalam kesempatan itu, Brigjen Ana secara teknis menyampaikan bahwa untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan agar masyarakat dapat memiliki pemikiran yang luas setidaknya minat baca harus ditingkatkan. Oleh karena itu, dia siap memberikan buku-buku untuk masyarakat Situbondo dengan konsep pojok baca yang ditempatkan di taman-taman di Kabupaten Situbondo. 

"Saya saat ini kan didapuk sebagai sekretaris jenderal asosiasi badan penyelenggara perguruan tinggi Indonesia di dewan kehormatan. Saya terinspirasi saat kita mulai program penyaluran buku ke daerah perbatasan. Kenapa harus buku Kan berat ya kan gitu ? Ternyata untuk meningkatkan literasi masyarakat pelosok," ungkapnya.

Minat baca akan meningkat, kata Brigjen Pol Ana, jika akses masyarakat kepada perpustakaan atau pusat baca juga muda dan dekat, sebaliknya jika akses mendapatkan literasi susah sinyal, perpustakaan jauh makan otomatis masyarakatnya akan miskin literasi.

"Di daerah perbatasan yang akses internet susah, kalau kemudian akses ke perpustakaan juga jauh maka otomatis masyarakat khususnya anak-anak dan pelajar akan kekurangan literasi. Berdasarkan hal itu, kemudian akhirnya kita membuat mana ya caranya buku terkumpul, akhirnya udah kita bikin wadah kayak akuarium aja Mas sederhana ya kan, kita isi buka kita taruh di pojok taman-taman ada petugasnya. Jika akses baca masyarakat jauh maka kita yang mendekat dengan pojok baca," ungkapnya.

Selain itu, dia menyatakan kesiapannya untuk memulai dengan menyuplai keperluan bukunya dan jumlahnya, tinggal siapkan 5 kotak rak bukunya dan mau ditaruh dimana saja.

Baca Juga : Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara untuk Perjalanan Arus Mudik Balik Lebaran

"Sudah pernah saya tawarkan, saya tanya sama adik-adik di daerah waktu saya nyari buah Siwalan atau di kabupaten Situbondo disebut Ta'al, kamu pernah nggak baca buku ini, buku ini, mereka jawab enggak katanya. Berarti kan enggak nyampe aksesnya ya kan, nah gimana kalau itu di taruh di taman-taman, nanti secara bertahap gak usah terlalu menggebu-gebu yang penting masyarakat sudah tahu bahwa di taman-taman itu ada kantong buku untuk mereka," ungkap jenderal wanita bintang satu, satu-satunya yang asli Kabupaten Situbondo itu.

"Saya sudah bilang sama adik-adik yang nanti akan memimpin saya siap mengawali untuk 5 bank buku di Situbondo. Lima kotak buku itu disiapkan saja. Monggo bisanya Seperti apa kan nggak terlalu penting ya Mas.vyang penting orang kan orang anak-anak bisa baca buku," imbuhnya.

Brigjen Pol Ana juga menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan upaya literasi untuk memberikan masyarakat wawasan dan tambah pengetahuan. "Agar masyarakat tidak terkungkung dengan situasi yang ada sekarang, mereka bisa mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan," tuturnya.

Dia juga menyarankan agar pemerintah daerah bisa  berkerjasama dengan provider seluler untuk broadcast pengetahuan, Brigjen Pol Ana mencontohkan seperti satu minggu sekali broadcast tentang bahaya narkoba itu ini satu paragraf saja sehingga orang lihat WhatsApp dan kita juga mengajari anak-anak baca pengetahuan bukan baca berita berita yang buruk.

"Selain itu, pemerintah daerah bisa merangkul content creator untuk menyosialisasikan secara kekinian tentang budaya membaca dan literasi serta menyuarakan hal-hal yang edukatif sifatnya itu sehingga semua orang nantinya akan ikut, awalnya masyarakat akan memperhatikan personal, tapi lama-lama secara tidak sadar mereka juga akan ikut dengan muatan positif kontennya," kata Brigjen Pol Ana.

Terkait acara Mole Atellas, Duduk Bersama Sambung Pikir untuk Situbondo Naik, Brigjen Pol Ana menyampaikan apresiasi sebab dirinya juga salah satu inisiator dari acara tersebut.

"Kebetulan saya menjadi bagian untuk mendorong kegiatan ini sangat positif tetapi. Kalau saya sangat substansial dari pertemuan jangan sampai cuma ngobrol-ngobrol melulu Itu, makanya tadi saya langsung apa langsung berikan stimulan, bahwa ada yang mau nyumbang 2.000-3.000 pohon ada yang menyumbang 6.000 pohon untuk penghijauan di kabupaten Situbondo asalkan program nya benar-benar dijalankan," paparnya.

"Sekali lagi, kegiatan ini sangat positif, tapi harus dimuati dengan apa dengan gerakan dan harus ada yang melakukan kontrol jadi harapan saya bapak bupati menugaskan salah satu pejabat atau orang nya yang bisa membentuk hubungan dengan diaspora. ini kan nggak suara dan seluruh Indonesia atau di luar negeri juga ada yang mau diapakan ini gitu kan potensi ini tidak terima kasih sudah membantu," pungkasnya.

Sebagai informasi, hasil dari sambung pikir ini nantinya akan menjadi rekomendasi untuk Mas Rio, dan akan diadakan kegiatan lanjutan dengan konsep FGD per bidang keahlian setiap diaspora agar lebih terinci dan efektif. (ADV)


Topik

Advertorial Situbondo urun rembuk Situbondo naik kelas



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Yunan Helmy