JATIMTIMES - Sehari setelah musibah angin kencang menerjang Malang Selatan, personel gabungan termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang masih melakukan serangkaian penanganan di lokasi kejadian, Minggu (23/3/2025).
Berdasarkan update pendataan sementara, dilaporkan sedikitnya ada 10 rumah warga hingga fasilitas umum (fasum) yang rusak akibat musibah angin kencang yang terjadi pada Sabtu (22/3/2025).
Baca Juga : Di Bawah Pengaruh Miras, Anak Bakar Rumah Orang Tuanya
Update penanganan musibah angin kencang tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan pada Minggu (23/3/2025).
"Angin kencang merusak 10 rumah warga di pemukiman setempat. Selain itu, fasilitas umum berupa Balai Pertemuan Nelayan mengalami kerusakan," ujar Sadono.
Menurut Sadono, sejumlah rumah yang dihuni 10 kepala keluarga (KK) tersebut mengalami rusak berat. Yakni sebanyak lima rumah. Sedangkan rusak ringan sebanyak dua rumah. Sementara tiga rumah lainnya mengalami rusak sedang.
"Rumah pemukiman yang terdampak ada 10 KK dengan 34 jiwa. Di mana 30 jiwa di antaranya merupakan dewasa dan empat jiwa lainnya balita," beber Sadono.
Paska-musibah angin kencang melanda, dua KK terpaksa harus mengungsi ke rumah saudaranya. "Nihil korban jiwa. Perkiraan nilai kerugian masih dalam pendataan," ujar Sadono.
Diberitakan sebelumnya, musibah angin kencang terjadi pada Sabtu (22/3/2025). Sebelum kejadian, hujan dengan intensitas sedang hingga deras terjadi di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dan sekitarnya.
Baca Juga : Bupati Jember Gus Fawait Terpilih Kembali sebagai Ketua Tidar Jawa Timur
Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Malang Selatan itulah yang diduga menjadi pemicu terjadinya musibah angin kencang. Puluhan rumah warga hingga fasum yang rusak tersebut berlokasi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumawe, Kabupaten Malang.
Sejumlah personel gabungan dari unsur BPBD dan PMI serta Tagana Kabupaten Malang, Muspika Sumawe, perangkat desa Tambakrejo, hingga sejumlah relawan dan masyarakat setempat dilibatkan dalam upaya penanganan paska-musibah angin kencang.
"Hari ini (Minggu, 23/3/2025) telah dilakukan pembersihan material puing atap rumah yang rusak serta dilakukan pembenahan. Kami juga telah mendistribusikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan pakaian kepada para korban terdampak," pungkas Sadono.
