JATIMTIMES – Perhelatan turnamen tenis lapangan bergengsi NU Open Piala Wali Kota Batu kembali bergulir untuk kali keempat pada 11 hingga 13 September 2026. Ajang tahunan ini menjadi cerminan nyata dukungan masyarakat terhadap penguatan sektor sport tourism yang tengah digencarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.
Guna menampung tingginya tensi pertandingan, panitia penyelenggara memanfaatkan lima lapangan yang tersebar di tiga lokasi strategis Kota Batu. Arena pertandingan meliputi dua line di Kusuma Agrowisata Hotel, dua line di Jambu Luwuk Resort, serta satu line di kompleks Perumahan Batu Panorama.
Baca Juga : Punya Karakter Unik, Anggrek Keriting Dendrobium dari Kota Batu Jadi Buruan Pengunjung BSOW 2026
Antusiasme peserta pada penyelenggaraan NU Open kali ini mengalami lonjakan drastis dibanding tahun sebelumnya. Pihak panitia mencatat terdapat 210 pasang atau sekitar 420 petenis dari berbagai penjuru Indonesia yang mendaftarkan diri.
Ketua Panitia NU Open Piala Wali Kota Batu Fathul Yasin mengungkapkan bahwa akibat keterbatasan lokasi dan durasi waktu pertandingan, pihaknya terpaksa membatasi kuota peserta. Dari total pendaftar yang membludak, panitia hanya menyaring sebanyak 154 pasangan untuk berlaga di berbagai kategori.
"Dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu, kali ini jauh lebih meriah. Pendaftar mencapai 210 pasang, namun karena keterbatasan tempat dan waktu, kami hanya bisa menerima 154 pasang dari berbagai kelas," terang Fathul Yasin.
Fathul Yasin menjelaskan bahwa mayoritas atlet yang berlaga berasal dari kawasan Jawa Timur, seperti Surabaya Raya, Kediri, Blitar, Tuban, Lumajang, Probolinggo, hingga Gresik. Bahkan, beberapa kontestan dari luar provinsi seperti Solo, Jawa Tengah, turut ambil bagian.
Kompetisi ini mempertandingkan sejumlah kategori. Di antaranya rookie putra (36 pasang), rookie putri (36 pasang), beginner putra (33 pasang), beginner putri (18 pasang), intermediate putra (24 pasang), serta kelompok umur (KU-100) sebanyak 18 pasang.
"Selain menjadi wadah silaturahmi, ajang ini dihadirkan untuk menyokong visi wali kota Batu dalam mempromosikan pariwisata berbasis olahraga," imbuh dia.
Baca Juga : Pelajar Ikut Aksi KONI yang Dipimpin Wawali Blitar, DP3AP2KB: Demonstrasi Berbahaya bagi Anak
Kehadiran ratusan atlet beserta tim pendamping dipastikan berdampak langsung pada tingkat okupansi penginapan dan perekonomian warga.
Guna menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, panitia juga menyediakan ruang khusus bagi belasan pelaku usaha mikro di sekitar lokasi pertandingan. Sebanyak 18 tenant UMKM dihadirkan untuk memanjakan para atlet dan penonton yang hadir.
"Ide luar biasa dari wali kota terkait sport tourism harus kita dukung penuh. Selain memasyarakatkan olahraga tenis, ajang ini terbukti mampu memutar roda perekonomian daerah secara umum melalui keterlibatan UMKM lokal," pungkas Fathul Yasin.
