JATIMTIMES - Makanan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi tubuh. Dari makanan, tubuh mendapatkan energi dan berbagai zat yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Namun, makanan yang dikonsumsi tidak selalu berada dalam kondisi aman. Pengolahan yang kurang baik, kebersihan yang tidak terjaga, hingga bahan makanan yang sudah terkontaminasi dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Baca Juga : Dian Sastro Bakal Perankan Dokter di Descendants of the Sun Ala Indonesia?
Kasus dugaan keracunan makanan juga beberapa kali terjadi di berbagai daerah. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi, sekaligus memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, doa dapat menjadi bagian dari ikhtiar seorang muslim sebelum menikmati makanan. Salah satu bacaan yang disebutkan dalam Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah berisi permohonan agar makanan yang dikonsumsi diberikan keberkahan, kesehatan, dan kesembuhan.
Berikut bacaan doa yang dapat diamalkan ketika makanan hendak disajikan:
بِسْمِ اللَّهِ خَيْرُ الْأَسْمَاءِ لِلَّهِ فِي الْأَرْضِ وَفِي السَّمَاءِ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ دَاءٌ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيهِ بَرَكَةً وَعَافِيَةً وَشِفَاءً
Bismillahi khairul asma-i lillahi fil ardhi wa fis samaii la yadhurru ma'asmihi da'un. Allahummaj'al fihi barakatan wa 'afiyatan wa syifa'an.
Artinya: “Dengan nama Allah yang sebaik-baik nama Allah di langit dan di bumi, bersama nama-Nya penyakit tidak dapat membahayakan. Ya Allah, jadikanlah di dalamnya keberkahan, kesehatan dan kesembuhan.”
Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah agar makanan yang dikonsumsi membawa manfaat, keberkahan, kesehatan, dan kesembuhan.
Bacaan ini dapat diamalkan ketika makanan telah tersedia sebelum seseorang mulai makan. Selain berdoa, umat Islam juga dianjurkan memastikan makanan yang dikonsumsi halal dan baik.
Adapun bacaan tersebut memiliki dasar riwayat yang tercantum dalam kitab Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah. Dalam riwayat itu disebutkan perkataan Abdullah mengenai doa yang dibaca ketika makanan diletakkan.
Berikut riwayatnya:
عَنْ عِتْرِيسِ بْنِ عُرْقُوبَ، قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: مَنْ قَالَ حِينَ يُوضَعُ طَعَامُهُ: بِسْمِ اللَّهِ خَيْرُ الْأَسْمَاءِ لِلَّهِ فِي الْأَرْضِ وَفِي السَّمَاءِ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ دَاءٌ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيهِ بَرَكَةً وَعَافِيَةً وَشِفَاءً فَيَضُرُّهُ ذَلِكَ الطَّعَامُ مَا كَانَ
Artinya: Dari ‘Itris bin ‘Urqub, ia berkata bahwa Abdullah pernah berkata, “Barang siapa ketika makanannya diletakkan membaca ‘Bismillaahi khairul asmaa-i lillaahi fil ardhi wa fis samaa-i laa yadhurru ma’asmihii daa-un. Allohummaj’al fiihi barakatan wa ‘aafiyatan wa syifaa-an’, maka makanan tersebut tidak akan membahayakannya.”
Baca Juga : 3 Bakteri Ditemukan di Hasil Lab MBG Berastagi, Dokter Ini Jelaskan Kaitannya dengan Gagal Ginjal
Riwayat tersebut menjadi salah satu dasar penyebutan doa ini sebagai bacaan yang dapat diamalkan ketika makanan disajikan.
Memohon perlindungan melalui doa perlu dibarengi dengan usaha menjaga keamanan makanan. Sebab, menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari ikhtiar.
Sebelum membeli atau mengonsumsi makanan, perhatikan kebersihan tempat penjualan, kondisi makanan, bahan yang digunakan, serta cara pengolahannya. Pastikan pula makanan tidak berbau atau berubah warna secara tidak wajar dan disimpan dalam kondisi yang semestinya.
Dalam konteks makanan, umat Islam juga dianjurkan memilih makanan yang halal dan thayyib, yakni halal sekaligus baik dan aman untuk dikonsumsi.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Ar-Ra'd ayat 11:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Artinya: “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Ayat tersebut mengingatkan manusia untuk tidak hanya berserah diri, tetapi juga melakukan perubahan dan ikhtiar dalam menjalani kehidupan.
Karena itu, membaca doa sebelum makan dapat menjadi bagian dari ikhtiar seorang muslim. Di sisi lain, memastikan makanan bersih, halal, aman, dan layak dikonsumsi tetap penting untuk menjaga kesehatan.
Semoga Allah SWT memberikan keberkahan pada makanan yang dikonsumsi, menjaga tubuh dari berbagai penyakit, serta memberikan kesehatan dan keselamatan kepada kita semua. Amin Ya Rabbal Alamin.
