Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Arya Wedakarna Tuai Kritik Usai Hadiri Miss Equality World di Thailand

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Sep - 2026, 14:35

Placeholder
Momen anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna menerima pelakat saat menghadiri Miss Equality World. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Nama anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, tengah menjadi sorotan. Kehadirannya dalam acara di Bangkok, Thailand, yang diduga berkaitan dengan LGBT menuai kritik dari sejumlah pihak.

Salah satu yang menyoroti kehadiran Arya adalah YouTuber sekaligus chef Bobon Santoso. Ia mempertanyakan kehadiran Arya dalam acara tersebut melalui unggahan di media sosial.

Baca Juga : Viral Dokter Obgyn Diduga Kirim DM Bernada Seksual, Kini Dinonaktifkan dari Tempat Praktik

“Pak Arya, jabatan adalah amanah, bukan tiket untuk hadir di setiap panggung. Gimana Jik @aryawedakarna ? @dpdri,” tulis Bobon Santoso di akun Instagram @bobonsantoso, Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Arya terlihat menghadiri acara tersebut dengan mengenakan pakaian yang menyerupai busana adat Bali. Ia memakai pakaian berwarna hitam lengkap dengan udeng berwarna merah marun.

Arya juga tampak berada di atas panggung dengan didampingi ajudannya. Dalam sejumlah dokumentasi, ia terlihat berfoto bersama dua orang yang berada dalam acara tersebut.

Tampak background acara tertulis ajang yang didatangi Arya, yakni Miss Equality World, ajang kontes kecantikan internasional yang dikhususkan bagi perempuan transgender atau transpuan. 

Sontak, kehadiran Arya di acara tersebyt menuai beragam kritikan dari warganet. Banyak daru mereka yang menyoroti soal urgensi anggota DPD RI hadir di acara tersebut.  

Menanggapi polemik tersebut, Arya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan kedatangannya ke Thailand bukan dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI. Menurut Arya, dirinya hadir sebagai tokoh budaya Bali sekaligus mewakili lembaga Hindu.

“Saya ingin mengklarifikasi kunjungan kerja ke Thailand bukan sebagai pejabat negara tapi saya sebagai tokoh budaya Bali. Jadi saya datang ke sana tidak ada identitas sebagai pejabat negara. Saya sebagai orang Bali, sebagai tokoh hindu, makanya saya datang menggunakan pakaian adat Bali,” ujarnya.

Arya mengatakan undangan tersebut datang dari sebuah komite bernama MS Organization. Menurutnya, pihak tersebut sebelumnya juga pernah melakukan audiensi dengannya di Bali.

“Jadi mereka adalah pengusaha-pengusaha yang ingin membuat acara di Bali. Dan acaranya banyak, jadi selama acara di Thailand tiga hari kemarin, ada kegiatan saya berkunjung ke Wihara, ada spiritual Budha, ada juga acara ke tempat kuil-kuil Hindu, dan itu semua ada dalam social media Arya Wedakarna,” katanya.

Arya menjelaskan kunjungannya ke Thailand juga berkaitan dengan kegiatan promosi pariwisata Bali.

Menurutnya, rangkaian acara yang dihadirinya cukup beragam, mulai dari diskusi, kuliner, pameran hingga pertemuan pengusaha dari berbagai latar belakang.

“Waktu itu kami mendapat undangan untuk meluncurkan satu video yaitu video tentang pariwisata Bali khususnya Pariwisata Bali Barat. Jadi tim dari Thailand sudah berkunjung ke Bali mempromosikan Bali, dan saya diberikan kesempatan untuk meluncurkan video itu di hadapan publik. Dalam acara itu, ada berbagai kalangan, mungkin yang dianggap normal dan tidak normal, kan kita tahu Thailand seperti apa,” tuturnya.

Baca Juga : Freeport Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Ia juga menyebut terdapat delegasi dari sekitar 15 negara dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Terkait pihak yang menyelenggarakan acara, Arya mengatakan dirinya datang sebagai tamu sehingga tidak merasa memiliki kewenangan untuk mengomentari latar belakang panitia maupun peserta.

“Saya sebagai tamu tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa, kemudian gender apa, itukan etika. Saya tidak dalam posisi mengomentari. Jadi waktu itu menerima penghargaan karena ada tokoh budaya Bali, tokoh pariwisata Bali, ya sudah ada penghargaaan kita terima, kemudian bersalaman selesai seperti itu. Namanya kita menghargai seperti itu ya,” ucapnya.

Arya juga mengaku baru mengetahui bahwa MS Organization sebelumnya telah beberapa kali menggelar kegiatan di Bali.

“Saya baru tahu ternyata panitia ini, beberapa tahun lalu selama 2-3 tahun berturut-turut dari MS Organisasi ini pernah mengadakan acara di Bali, waktu itu saya sempat hadir di beberapa rangakaian acara. Kalau tidak salah mereka mengadakan acara festival kuliner, tentang pariwisata, diskusi ada table top dan banyak hal-hal,” sambungnya.

Arya menyampaikan apresiasi kepada pihak yang menurutnya turut memperkenalkan Bali kepada masyarakat internasional. Ia menilai keterlibatan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas promosi pariwisata Bali dan mendatangkan lebih banyak wisatawan.

“Kita berterima kasih karena mereka sudah concern terhadap Bali Arya Wedakarna pragmatis saja, bagaimana mendatangkan banyak turis ke Bali, bagaimana Bali menjadi tempat ramah karena di acara itu ada delegasi dari 15 negara. Mereka semua cinta sama Bali,” katanya.

Terkait agenda pemilihan atau penghargaan dalam acara tersebut, Arya mengaku tidak mengetahui secara mendalam rangkaiannya.

“Kalau mengnenai pemilihan miss-miss macam-macam, saya enggak paham, karena mungkin itu rangkaian. Jadi saya duduk, saya hadir terima penghargaan ya sudah pulang. Saya tidak kenal dengan delegasinya dan lain sebagainya. Kita bangga bahwa Bali dilibatkan menjadi 15 negara yang dianggap memiliki pariwisata yang humanis, universal dan mendapatkan suatu promosi selamat ya buat pariwisata Bali untuk tetap menjadi yang terbaik di dunia,” paparnya.

Hingga Kamis (3/9/2026), nama Arya Wedakarna masih ramai dicari di Google. Sorotan terhadap kehadirannya di acara Thailand tersebut pun terus menjadi perbincangan di media sosial.


Topik

Peristiwa arya wedakarna lgbt thailand miss equality world



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri