Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

UNU Blitar Bawa Teknologi IoT ke UMKM, Tingkatkan Efisiensi Produksi Pakan Olahan Jagung

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

20 - Aug - 2026, 10:36

Placeholder
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNU Blitar mengoperasikan mesin pengayak semi-otomatis dalam pengolahan jagung di UMKM NUR Gamblong, Desa Sumberingin, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Teknologi tersebut diterapkan untuk mempercepat proses pengayakan, mengurangi pekerjaan manual, dan menghasilkan produk olahan jagung yang lebih seragam.(Foto: UNU Blitar)

 

JATIMTIMES – Teknologi kampus tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar membawanya langsung ke ruang produksi usaha mikro. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dosen dan mahasiswa menerapkan teknologi internet of things (IoT) serta mesin pengayak semi-otomatis untuk membantu meningkatkan efisiensi produksi olahan jagung bagi kebutuhan pakan ternak.

Teknologi tersebut diterapkan di UMKM NUR Gamblong, Dusun Sumberingin, Desa Sumberingin, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Usaha ini menghasilkan sejumlah produk berbasis jagung untuk kebutuhan pakan ternak, antara lain tepung jagung, jagung pecah, dan jagung menir.

Baca Juga : Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP Kota Blitar Perkuat Edukasi hingga Tingkat PKL

Program bertajuk Inovasi Teknologi IoT Monitoring Kadar Air dan Mesin Pengayak Semi-Otomatis pada Produksi Olahan Jagung di UMKM NUR Gamblong Kabupaten Blitar itu berlangsung bertahap sejak Mei 2026. Kegiatan merupakan program hibah yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim PkM berasal dari Fakultas Ilmu Eksakta UNU Blitar dengan melibatkan dosen dan mahasiswa lintas program studi. Tim dosen terdiri atas Fatra Nonggala Putra dari Ilmu Komputer, Lestariningsih dari Peternakan, serta Ulfa Niswatul Khasanah dari Fisika.

Sebelum teknologi diterapkan, tim lebih dulu melakukan koordinasi dan survei untuk memetakan kebutuhan mitra. Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar perancangan perangkat monitoring kadar air, pengadaan dan modifikasi mesin pengayak, instalasi, hingga penyusunan skema pelatihan dan pendampingan.

Ketua Tim PkM UNU Blitar, Fatra Nonggala Putra, mengatakan pendekatan tersebut diperlukan agar teknologi tidak sekadar hadir sebagai perangkat baru, tetapi benar-benar menjawab persoalan di ruang produksi.

“Teknologi yang kami terapkan bukan sekadar menghadirkan alat, tetapi harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mitra. Karena itu, prosesnya dilakukan bertahap mulai dari identifikasi masalah, perancangan, implementasi, pelatihan, sampai pendampingan,” kata Fatra.

Puncak kegiatan berlangsung Rabu, 19 Agustus 2026. Tim menggelar pelatihan terakhir sekaligus menyerahkan teknologi kepada UMKM NUR Gamblong. Mitra mendapat pendampingan mulai pengoperasian, keselamatan kerja, pembersihan dan perawatan perangkat, hingga pencatatan produksi berbasis data.

Unu

IoT Bantu Jaga Kualitas Bahan Baku

Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah sistem monitoring kadar air jagung berbasis IoT. Sistem tersebut menggunakan sensor moisture, mikrokontroler ESP32, LCD OLED, serta aplikasi berbasis web. Perangkat memungkinkan kadar air bahan baku diketahui secara lebih terukur sekaligus tercatat dalam sistem.

Kadar air menjadi salah satu faktor yang menentukan kualitas bahan baku. Dalam rancangan program, jagung yang akan diproses diarahkan memiliki kadar air sekitar 14 persen. Pengukuran yang lebih terkontrol membantu mitra mengurangi risiko penggunaan jagung dengan kadar air yang tidak sesuai sehingga mutu dan daya simpan produk lebih terjaga.

Data yang dihimpun perangkat juga dapat digunakan untuk mendukung pencatatan dan evaluasi produksi. Dengan begitu, keputusan di ruang produksi secara bertahap tidak hanya bertumpu pada pengalaman, tetapi juga ditopang data.

Baca Juga : PT Info Jombang Media-UNDAR Jalin Kerja Sama Siapkan Beasiswa Mahasiswa

Teknologi kedua menyasar pekerjaan yang sebelumnya banyak mengandalkan tenaga manual. Tim UNU Blitar menerapkan mesin pengayak semi-otomatis dengan konsep vibrating screen. Mesin memiliki tiga lapisan ayakan berukuran 16 milimeter, 7 milimeter, dan 1 milimeter untuk memisahkan produk dalam ukuran kasar, sedang, dan halus.

Mesin tersebut digerakkan motor listrik 0,5 HP dengan kapasitas yang dirancang rata-rata sekitar 250 kilogram per jam. Mekanisasi ini membantu mempercepat pengayakan, mengurangi beban pekerjaan manual, sekaligus menghasilkan ukuran olahan jagung yang lebih seragam.

Unu

Teknologi Tak Berhenti pada Serah Terima

UNU Blitar menempatkan pendampingan sebagai bagian penting dari hilirisasi teknologi. Tim tidak berhenti setelah perangkat dipasang. Mitra juga dilatih agar mampu mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri sehingga manfaat teknologi dapat berlanjut setelah program PkM berakhir.

Pada pelatihan terakhir, mitra kembali mempraktikkan pengoperasian alat, perawatan, keselamatan kerja, serta pengelolaan data produksi. Setelah seluruh rangkaian pendampingan rampung, perangkat teknologi berikut standar operasional prosedur, buku panduan, dan rencana pemeliharaan diserahkan untuk digunakan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Pemilik UMKM NUR Gamblong, Nurali, bersama anggota kelompok mitra menyambut positif penerapan teknologi tersebut. Kehadiran perangkat baru diharapkan membuat pekerjaan pengolahan jagung lebih ringan dan efisien, sekaligus membantu menjaga konsistensi mutu produk.

Bagi UNU Blitar, keberhasilan program karena itu tidak semata diukur dari keberadaan mesin dan perangkat IoT. Kemampuan mitra menguasai teknologi menjadi ukuran penting agar inovasi kampus benar-benar memberi dampak bagi pengembangan usaha lokal.

Unu

“Harapannya, teknologi yang telah diberikan dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh mitra. Kami ingin agar setelah program selesai, UMKM tetap mampu mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan data yang dihasilkan untuk meningkatkan produktivitas usahanya,” ujar Fatra.

Program ini sekaligus mendukung SDGs poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta poin 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur. Kolaborasi kampus dan UMKM tersebut memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi teknologi tepat guna: membantu pekerjaan lebih efisien, menjaga kualitas produksi, dan membuka ruang bagi usaha lokal untuk tumbuh lebih kuat.


Topik

Pendidikan UNU Blitar Universitas Nahdlatul Ulama Blitar UMKM pakan olahan jagung



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan