Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Hari Kemanusiaan Sedunia 19 Agustus 2026: Sejarah, Makna, dan Cara Memperingatinya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

18 - Aug - 2026, 15:42

Placeholder
Ilustrasi hari kemanusiaan sedunia. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Setiap 19 Agustus, dunia memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia atau World Humanitarian Day (WHD). Peringatan ini menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pekerja kemanusiaan yang berada di garis depan saat konflik, bencana, maupun krisis terjadi.

Hari Kemanusiaan Sedunia juga menjadi pengingat bahwa jutaan orang di berbagai belahan dunia masih membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup, mendapatkan layanan kesehatan, tempat tinggal, makanan, hingga perlindungan.

Baca Juga : Kepergok Buka Laci Uang di Toko Plastik Malang, Pencuri Dibekuk Polisi

Mengutip situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Humanitarian Day merupakan kampanye yang digagas United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA). Setiap tahunnya, peringatan ini mengangkat pesan tertentu untuk memperjuangkan keselamatan, kesejahteraan, dan martabat masyarakat yang terdampak krisis sekaligus mendorong perlindungan terhadap pekerja kemanusiaan.

Sejarah Hari Kemanusiaan Sedunia

Penetapan Hari Kemanusiaan Sedunia tidak terlepas dari sebuah tragedi yang terjadi di Baghdad, Irak.

Pada 19 Agustus 2003, bom meledak di Hotel Canal yang menjadi kantor PBB di Baghdad. Serangan tersebut menewaskan 22 pekerja kemanusiaan, termasuk Sergio Vieira de Mello yang saat itu menjabat sebagai Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Irak.

Lima tahun setelah tragedi tersebut, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi 63/139 yang menetapkan 19 Agustus sebagai Hari Kemanusiaan Sedunia.

Sejak saat itu, WHD diperingati setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para pekerja kemanusiaan yang kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas, sekaligus untuk meningkatkan perhatian dunia terhadap keselamatan mereka.

Hari Kemanusiaan Sedunia 2026

Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia 2026 hadir ketika kebutuhan bantuan kemanusiaan di berbagai negara masih sangat besar.

Menurut laman resmi PBB, hingga akhir Mei 2026 terdapat lebih dari 252 juta orang yang membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan. Pada saat yang sama, para pekerja kemanusiaan juga menghadapi risiko keselamatan ketika menjalankan tugas di wilayah konflik dan krisis.

PBB juga mencatat sedikitnya 326 pekerja kemanusiaan tewas di 21 negara sepanjang 2025. Angka tersebut membuat total pekerja kemanusiaan yang meninggal dalam kurun tiga tahun terakhir mencapai lebih dari 1.000 orang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan bukan hanya persoalan menyediakan makanan, obat-obatan, tempat tinggal, atau kebutuhan dasar lainnya. Perlindungan terhadap orang-orang yang memberikan bantuan juga menjadi bagian penting dari upaya kemanusiaan.

Pesan Hari Kemanusiaan Sedunia 2026

Untuk 2026, PBB membawa pesan “The time for concern is over. The time for consequence is now.”

Melalui kampanye tersebut, PBB menyerukan agar perlindungan terhadap pekerja kemanusiaan tidak berhenti pada rasa prihatin. Negara dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik didorong untuk menghormati hukum humaniter internasional, memastikan akses bantuan yang aman, serta melakukan penyelidikan dan pertanggungjawaban terhadap serangan yang menargetkan pekerja kemanusiaan.

PBB juga mengajak masyarakat untuk ikut menyuarakan perlindungan terhadap pekerja kemanusiaan melalui kampanye #ActForHumanity.

Peran Tenaga Kesehatan dalam Kemanusiaan

Hari Kemanusiaan Sedunia juga memiliki kaitan erat dengan para tenaga kesehatan. Dalam situasi konflik, bencana, maupun keadaan darurat kesehatan, dokter, perawat, paramedis, relawan, dan tenaga kesehatan lainnya tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

WHO menegaskan bahwa tenaga kesehatan, pasien, fasilitas kesehatan, serta transportasi medis harus mendapatkan perlindungan. Serangan terhadap layanan kesehatan tidak hanya membahayakan tenaga medis, tetapi juga dapat membuat masyarakat kehilangan akses terhadap layanan yang sangat dibutuhkan.

Baca Juga : Bersama Universitas Brawijaya, BPJS Ketenagakerjaan Beri Kesempatan Kuliah Bagi Anak Ahli Waris

Karena itu, peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia menjadi kesempatan untuk mengingat kembali bahwa orang-orang yang membantu korban konflik dan bencana bukanlah target. Mereka membutuhkan ruang yang aman agar dapat menjalankan tugas menyelamatkan nyawa.

Cara Memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia

Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia. Tidak harus selalu turun langsung ke wilayah bencana atau konflik.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

• Menyebarkan informasi tentang isu kemanusiaan

Masyarakat dapat menggunakan media sosial untuk membagikan informasi yang kredibel mengenai krisis kemanusiaan dan kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

• Menghargai pekerja kemanusiaan

Memberikan apresiasi kepada relawan, tenaga kesehatan, petugas penyelamat, maupun organisasi kemanusiaan merupakan salah satu bentuk penghormatan atas kontribusi mereka.

• Membantu melalui lembaga terpercaya

Jika memiliki kemampuan, masyarakat dapat memberikan donasi melalui organisasi kemanusiaan yang kredibel dan memiliki program bantuan yang jelas.

• Menjadi relawan

Kegiatan kerelawanan di lingkungan sekitar juga dapat menjadi bentuk nyata kepedulian. Bantuan tidak selalu harus diberikan dalam situasi bencana besar.

• Menggunakan media sosial secara bijak

Hindari menyebarkan foto, video, atau informasi korban secara sembarangan. Pastikan informasi yang dibagikan tidak menyesatkan dan tetap menghormati privasi serta martabat korban.

• Menghormati dan mengenang pekerja kemanusiaan yang gugur

Hari Kemanusiaan Sedunia juga menjadi momentum untuk mengenang mereka yang kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas membantu orang lain.

Pada akhirnya, Hari Kemanusiaan Sedunia 19 Agustus 2026 bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa di tengah konflik, bencana, dan berbagai krisis, masih ada orang-orang yang memilih hadir untuk membantu sesama.

Melindungi mereka yang memberikan bantuan berarti ikut menjaga kehidupan dan martabat orang-orang yang berada dalam situasi krisis.


Topik

Serba Serbi hari kemanusiaan sedunia 19 agustus sejarah hari kemanusiaan sedunia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana