JATIMTIMES - Sembilan orang mengalami luka-luka dalam musibah pohon tumbang yang terjadi pada kawasan jalan raya di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Agustus 2026. Para korban tersebut kemudian langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.
Jumlah korban luka-luka tersebut merupakan update terbaru dari laporan awal yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Di mana, pada laporan awal tersebut, jumlah korban luka terdata ada empat orang sebelum akhirnya dipastikan jumlahnya ada sembilan orang.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, pasca penanganan pohon tumbang berlangsung. "Sembilan orang yang mengalami luka-luka tersebut telah di rujuk ke RSSA (Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar) dan Rumah Sakit Ben Mari," ujarnya.
Data BPBD Kabupaten Malang mengungkapkan, korban luka yang telah dirujuk ke RSSA, Kota Malang, Jawa Timur tersebut berjumlah dua orang. Masing-masing dari mereka diketahui bernama Hartiwi warga asal Desa Pringu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Korban berusia 46 tahun tersebut mengalami luka nyeri pada kedua bahu, suspek fraktur, luka pada bibir dan hidung, serta terjadi pendarahan. Sementara satu korban lainnya yang juga telah dirujuk ke RSSA pasca peristiwa pohon tumbang tersebut diketahui bernama Sri Rahayu. Korban yang kini berusia 38 tahun tersebut merupakan warga asal Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji.
Sementara untuk identitas tujuh korban luka lainnya yang dirujuk ke Rumah Sakit Ben Mari di Kecamatan Pakisaji tersebut, masing-masing ialah:
1. Abi (23) warga asal Desa Kendalpayak yang mengalami luka fraktur pada lengan sebelah kanan bawah;
2. Arif Susilo (44) warga Desa Genengan yang mengalami luka patah tulang tertutup pada bagian tulang selangka;
3. Lafifatul (27) warga Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji;
4. Muhammad Mukhlis (29) yang juga merupakan warga Desa Karangduren;
5. Rudi Kuswanto warga Desa Pringu;
6. Anak berusia 10 tahun berinisial A asal Desa Genengan;
7. Kemudian anak berusia tujuh tahun berinisial G asal Desa Karangduren.
Baca Juga : Tablig Akbar di Masjid Al-Akbar, Kemenag Jatim Ajak Masyarakat Doakan Keselamatan Bangsa
"Pohon tumbang juga sempat berdampak pada akses lalulintas yang terhambat akibat pohon tumbang yang menutup jalan," ujar Sadono.
Pada peristiwa pohon tumbang tersebut juga mengakibatkan sejumlah kerusakan. Yakni mulai dari kerusakan pada tiga unit sepeda motor jenis matic, satu unit mobil yang mengalami kerusakan pada bagian kaca dan kap depan, hingga sign pole atau papan reklame sebuah toko ritel modern yang juga mengalami kerusakan akibat tertimpa ranting pohon.
"Sedangkan untuk perkiraan nilai kerugian masih dalam pendataan," ujar Sadono.
Sebagaimana diberitakan, peristiwa pohon tumbang tersebut terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026 malam sekitar pukul 18.30 WIB. Kejadiannya pada kawasan jalan raya depan sebuah toko ritel modern yang berlokasi di Desa Kendalpayak.
"Pohon yang tumbang tersebut berjenis Mahoni dengan ketinggian kurang lebih 20-25 meter, dan diameter pohon mencapai sekitar 300-400 sentimeter," beber Sadono.
Pada penanganan pohon tumbang tersebut juga turut melibatkan sejumlah personel gabungan. Yakni mulai dari unsur BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Forkopimcam Pakisaji yang juga terdiri dari personel Polsek dan Babinsa Pakisaji, para relawan, hingga perangkat desa serta masyarakat setempat.
Penanganan pohon tumbang pada saat itu turut dilakukan dengan menggunakan gergaji mesin. Sementara itu, berdasarkan pantauan terkini di hari Minggu, 2 Agustus 2026, arus lalulintas terpantau sudah kembali normal.
"Penanganan pohon tumbang selesai sekitar 1,5 jam setelah kejadian," pungkasnya.
