Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Gempa M 7,1 Guncang Jepang: 13 Tewas, Mal Runtuh, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

29 - Jul - 2026, 10:40

Placeholder
Ilustrasi gempa. (Foto dari Pixabay)

JATIMTIMES - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026). Bencana tersebut mengakibatkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia, sementara proses pencarian korban masih terus dilakukan di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan parah.

Pemerintah Jepang terus memperbarui data korban seiring berlangsungnya operasi penyelamatan. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada Rabu (29/7/2026) waktu setempat mengumumkan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 13 orang.

Baca Juga : Sekda Budiar Minta Kades Jadi Garda Terdepan Investasi Berkelanjutan

Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan paling parah adalah pusat perbelanjaan Aeon di Kumamoto. Sebagian struktur bangunan dilaporkan runtuh setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Rekaman yang beredar menunjukkan bagian atas bangunan utama mengalami kerusakan berat. Tim penyelamat segera melakukan evakuasi terhadap pengunjung dan karyawan yang berada di dalam mal.

Dua perempuan berusia sekitar 20 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut, sementara seorang korban lainnya ditemukan dalam kondisi henti jantung.

Pihak manajemen Aeon menyatakan seluruh pengunjung dan pegawai telah dievakuasi segera setelah gempa pertama terjadi. Hingga kini, penyebab pasti kerusakan maupun dugaan ledakan di area mal masih dalam penyelidikan. Pemerintah setempat juga menerima laporan adanya kebocoran gas di lokasi.

Selain pusat perbelanjaan, sebuah pabrik kertas di Kota Yatsushiro turut mengalami kerusakan setelah cerobong asapnya roboh. Dua pekerja berhasil ditemukan dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi henti jantung, sedangkan sembilan pekerja lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim penyelamat.

Pemerintah Jepang bergerak cepat dengan mengerahkan sekitar 3.600 personel militer untuk membantu proses tanggap darurat. Sebanyak 20 pesawat juga diterbangkan guna memetakan kerusakan dari udara.

Ratusan petugas penyelamat dari prefektur lain mulai berdatangan sejak Selasa malam untuk mempercepat proses evakuasi korban di kawasan yang terdampak paling parah.

Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi selama sekitar satu pekan ke depan.

Selain gempa susulan, wilayah yang mengalami guncangan kuat juga berisiko menghadapi tanah longsor akibat kondisi tanah yang masih labil setelah aktivitas seismik.

Masyarakat diminta terus mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat dan menghindari area yang dinilai berbahaya.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Kediri-PWI Kediri Raya Bersinergi Hadirkan Perlindungan bagi Insan Pers

Di tengah situasi darurat tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Prefektur Kumamoto maupun wilayah Pulau Kyushu dalam kondisi aman.

Kepastian itu diperoleh setelah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo berkoordinasi dengan jaringan komunitas WNI di wilayah terdampak.

"Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," demikian pernyataan resmi Kemlu RI, Rabu (29/7/2026).

Kemlu menegaskan KBRI Tokyo terus memantau perkembangan situasi sekaligus menjalin koordinasi dengan otoritas Jepang serta komunitas WNI untuk memastikan tidak ada warga Indonesia yang membutuhkan bantuan darurat.

WNI juga diimbau tetap tenang dan mengikuti seluruh informasi resmi yang dikeluarkan Japan Meteorological Agency (JMA).

Kemlu RI juga menyampaikan bahwa peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa kini telah dicabut oleh otoritas Jepang. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi gempa susulan masih cukup tinggi.

Pemerintah Jepang hingga kini masih memfokuskan pencarian korban di sejumlah bangunan yang runtuh, termasuk kawasan komersial dan fasilitas industri, sembari memastikan distribusi bantuan berjalan lancar bagi warga terdampak.


Topik

Peristiwa Gempa gempa bumi Gempa Jepang Jepang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni