Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Dosen Unikama Dorong Pergeseran Paradigma Pengabdian, Teknologi Dinilai Harus Menciptakan Masyarakat Berdikari

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

12 - Jul - 2026, 18:39

Placeholder
Dosen Fapet Unikama Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., M.P., IPM saat menjadi pembicara dalam sebuah seminar nasional (ist)

JATIMTIMES - Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang baru bagi perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan masyarakat. Namun, di balik pesatnya transformasi tersebut, masih terdapat persoalan mendasar dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. 

Tidak sedikit program yang berakhir sebagai aktivitas sesaat tanpa mampu membangun kemandirian masyarakat setelah pendampingan selesai.

Baca Juga : Tak Pakai Open Bidding, Wali Kota Batu Nurochman Beri Sinyal Segera Perombakan Kepala SKPD Lewat Ujikom

Persoalan itu menjadi perhatian dosen Fakultas Peternakan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, S.Pt., M.P., IPM. Menurutnya, sudah saatnya pengabdian kepada masyarakat meninggalkan pola yang berorientasi pada pelaksanaan program menuju pendekatan yang berfokus pada dampak dan pemberdayaan jangka panjang.

Gagasan tersebut dipaparkan Dr. Enike saat menjadi Invited Speaker pada Seminar Nasional 2026 Universitas Ma Chung, belum lama ini. Dalam forum bertema Empowering National Informatics through Human-Centered Digital Intelligence itu, ia membawakan materi berjudul Sustainable and Impactful Community Empowerment through Technology and Digital Intelligence.

"Pengabdian kepada masyarakat perlu mengalami transformasi paradigma, dari sekadar pelaksanaan kegiatan menuju upaya menciptakan perubahan yang nyata, berkelanjutan, dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat," ujar Dr. Enike.

Menurutnya, tantangan terbesar pengabdian saat ini bukan lagi sekadar menghadirkan program di tengah masyarakat, melainkan memastikan bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk melanjutkan perubahan tersebut secara mandiri. Selama ini, orientasi program yang bersifat jangka pendek masih menjadi persoalan, disertai tingginya ketergantungan masyarakat terhadap pendamping dan rendahnya keberlanjutan inovasi setelah program selesai dilaksanakan.

Karena itu, ia menilai pendekatan empowerment harus menjadi landasan baru dalam pengabdian perguruan tinggi. Pendekatan tersebut tidak lagi memosisikan masyarakat sebagai objek penerima manfaat, melainkan sebagai mitra yang terlibat aktif dalam mengenali persoalan, menentukan keputusan, mengelola sumber daya, memanfaatkan teknologi secara tepat, hingga mengembangkan potensi secara mandiri.

Dalam kerangka itu, perguruan tinggi berperan sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat membangun solusi secara kolaboratif berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Dr. Enike juga menekankan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan digital harus dipandang sebagai instrumen pemberdayaan, bukan tujuan akhir pembangunan. 

Teknologi memang mampu memperluas akses informasi, meningkatkan efisiensi, mempercepat komunikasi, memperluas pemasaran, meningkatkan transparansi, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Namun, seluruh manfaat tersebut hanya akan tercapai apabila masyarakat memiliki kapasitas untuk menguasai dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.

"Teknologi bukanlah tujuan utama, melainkan instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat apabila dimanfaatkan secara tepat dan sesuai kebutuhan," tegasnya.

Pemikiran tersebut tidak berhenti pada tataran konseptual. Enike menunjukkan implementasinya melalui penelitian dan pengabdian berkelanjutan di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dalam pengembangan Sentra Kambing dan Domba Malang. Program tersebut diawali dengan kajian potensi sumber daya peternakan, evaluasi penerapan teknologi inseminasi buatan, serta analisis dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat peternak.

Baca Juga : Darurat Mental Akibat Judol, Puguh Pamungkas: RSJ Menur Wajib Jadi Pusat Rehabilitasi Unggulan

Hasil penelitian kemudian menjadi pijakan dalam merumuskan strategi pengembangan kawasan peternakan melalui optimalisasi sumber daya lokal, peningkatan kapasitas peternak, modernisasi budidaya, dan penguatan kewirausahaan masyarakat. 

Dengan pendekatan tersebut, pengabdian tidak berhenti pada luaran akademik berupa laporan maupun publikasi ilmiah, tetapi diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan peternak, sekaligus membangun ekosistem peternakan yang lebih kompetitif.

Perubahan paradigma, dikatakannya, juga harus diikuti perubahan cara mengukur keberhasilan pengabdian. Banyaknya kegiatan ataupun jumlah peserta tidak lagi cukup menjadi indikator utama.

"Keberhasilan harus dilihat dari dampak nyata yang dihasilkan, seperti meningkatnya produktivitas masyarakat, pendapatan, literasi digital, kualitas pelayanan, tingkat adopsi teknologi, hingga keberlanjutan program setelah pendampingan berakhir," ungkapnya.

Keikutsertaan Enike sebagai narasumber dalam Seminar Nasional 2026 Universitas Ma Chung sekaligus menunjukkan kontribusi aktif dosen Unikama dalam memperkaya diskursus nasional mengenai model pengabdian kepada masyarakat yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. 

Gagasan yang dibawanya menegaskan bahwa sinergi antara riset, pengabdian, dan inovasi digital perlu diarahkan bukan sekadar menghasilkan teknologi baru, tetapi menciptakan masyarakat yang memiliki kapasitas untuk tumbuh, berdaya, dan mandiri secara berkelanjutan.

Menutup paparannya, Dr. Enike kembali menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata.

Menurutnya, perubahan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pemangku kepentingan mampu memanfaatkan teknologi secara inklusif, tepat guna, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga perguruan tinggi benar-benar menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan solusi atas persoalan nyata di lapangan.


Topik

Pendidikan Dosen Unikama Unikama Paradigma Pengabdian Teknologi Masyarakat Berdikari



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan