Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Libur Sekolah Jadi Alasan Resmi, Operasional MBG di Kota Malang Berhenti Saat Tuntutan Evaluasi Menguat

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

22 - Jun - 2026, 18:56

Placeholder
Ilustrasi pelaksanaan MBG di Kota Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Masa libur sekolah menjadi alasan resmi dihentikannya sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang. Namun, jeda operasional yang berlangsung mulai 22 Juni hingga pertengahan Juli 2026 itu terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap pelaksanaan program nasional tersebut.

Hal itu juga menyusul kasus dugaan korupsi yang menyeret tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka. Terlebih munculnya kasus tersebut juga memperkuat desakan bagi BGN untuk melakukan evaluasi terhadap program tersebut. 

Baca Juga : Access Card Perkuat Keamanan dan Tingkatkan Kesan Eksklusif di Graha Agung Merjosari

Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang dipastikan menghentikan aktivitas distribusi makanan selama masa liburan semester ganjil. Artinya, layanan yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan MBG untuk peserta didik dan kelompok sasaran lainnya untuk sementara tidak berjalan.

Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang, Muhammad Athoillah, mengatakan penghentian tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian pelaksanaan MBG selama masa libur sekolah.

"Betul, sesuai Surat Edaran Nomor 12 BGN, SPPG tidak beroperasi selama libur semester ganjil," ujar Athoillah, Senin (22/6/2026).

Di balik penghentian layanan itu, BGN juga tengah menyiapkan proses audit terhadap pelaksanaan program MBG. Karena itu, meski sebagian besar relawan diliburkan, sejumlah personel inti tetap bertugas di masing-masing dapur SPPG untuk menyelesaikan pekerjaan administratif dan kebutuhan audit.

"Untuk relawan mengikuti libur operasional SPPG, kecuali staf BGN yang berada di SPPG," katanya.

Menurut Athoillah, personel yang tetap bekerja meliputi kepala SPPG, tenaga akuntan, dan ahli gizi. Mereka bertanggung jawab menyusun laporan, melengkapi administrasi serta menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan selama masa penghentian operasional.

Baca Juga : Pemerintah Hentikan Sementara MBG Saat Libur Sekolah, Ini Alasan Sebenarnya yang Diungkap BGN

Kondisi tersebut membuat penghentian sementara MBG kali ini tidak semata dipandang sebagai konsekuensi libur sekolah. Sebab, di tingkat nasional, pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah itu sedang berada dalam sorotan publik dan menghadapi tuntutan evaluasi menyeluruh terkait tata kelola maupun pengawasannya.

Audit yang dilakukan BGN pun dinilai menjadi momentum untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program di lapangan, termasuk sistem pengelolaan anggaran, distribusi layanan hingga mekanisme pengawasan terhadap ribuan dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah.

Meski demikian, Athoillah menegaskan penghentian operasional hanya bersifat sementara. Pelaksanaan MBG di Kota Malang dijadwalkan kembali berjalan setelah masa libur sekolah berakhir atau menunggu arahan terbaru dari pemerintah pusat.

"Nantinya program MBG dijadwalkan kembali berjalan setelah masa libur sekolah berakhir atau sesuai kebijakan terbaru yang diterbitkan BGN," pungkasnya.


Topik

Peristiwa makan bergizi gratis sppg mbg libur sekolah kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana