JATIMTIMES - Ratusan mahasiswa turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Malang, Senin (15/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, salah satunya mendesak penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sarat persoalan dan berpotensi menjadi ladang korupsi.
Sejak siang hari, massa aksi yang didominasi pakaian berwarna hitam memadati kawasan depan gedung dewan. Berbagai poster dan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah turut dibentangkan. Salah satu poster yang mencuri perhatian bertuliskan “Maling Berkedok Gizi”.
Baca Juga : Waspada! Modus CAPTCHA Palsu Bisa Bikin Akun Instagram hingga Data Penting Dicuri
Aksi juga diwarnai pembakaran ban bekas serta penyalaan flare sebagai simbol perlawanan terhadap kondisi yang mereka sebut sebagai situasi gawat darurat nasional.
Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, Muhammad Azhar Zidan, menilai kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan berbagai kebutuhan pokok semakin membebani masyarakat.
"Kami menuntut untuk menghentikan program makan bergizi gratis (MBG)," ucapnya.
Zidan menilai program unggulan pemerintah tersebut tidak berjalan sesuai tujuan dan justru membuka celah penyimpangan. Ia menyinggung kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta dua wakilnya dalam proyek MBG.
"Mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Pak Prabowo, Jika ikan kepalanya busuk, badan badannya pun busuk," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka bukanlah satu-satunya pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban. Menurutnya, aparat penegak hukum perlu mengusut pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
"Orang- orang yang akhirnya ditangkap kemarin, itu hanya segelintir. Kami ingin kepala- kepala busuk lain pun dituntut dan juga diusut pula, termasuk yang dibawahnya," imbuhnya.
Baca Juga : Viral Sisa Makanan Program MBG di Depok, Anggaran Triliunan Terbuang
Lebih lanjut, Zidan menyebut gelombang aksi serupa juga berlangsung di berbagai daerah. Mahasiswa, kata dia, tengah menyuarakan keresahan yang sama terhadap kondisi bangsa saat ini.
Ia pun meminta pemerintah membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui aksi demonstrasi. "Saya hanya mengingatkan, jika rakyat saja sudah tidak didengarkan, maka sebentar lagi kejatuhan rezim ini bisa terjadi," ungkapnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama. Mereka meminta pemerintah melakukan efisiensi dan transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga BBM, menghentikan program MBG dan KMP, menolak dwifungsi TNI-Polri, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan. Hingga demonstrasi berakhir, mahasiswa terus menyuarakan tuntutan mereka melalui orasi secara bergantian di depan Gedung DPRD Kota Malang.
