JATIMTIMES - Malam 1 Muharram menjadi salah satu momen yang istimewa bagi umat Islam. Selain menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, banyak kaum muslimin yang mengisi malam tersebut dengan berbagai amalan, doa, dzikir, hingga ibadah sunnah sebagai bentuk rasa syukur dan harapan akan kebaikan di tahun yang baru.
Di tengah berbagai amalan yang berkembang di masyarakat, terdapat satu tradisi yang cukup populer, yakni menulis lafaz "Bismillahirrahmanirrahim" sebanyak 113 kali pada malam atau awal bulan Muharram. Amalan ini dipercaya oleh sebagian kalangan sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah dan marabahaya sepanjang tahun.
Lalu, dari mana asal-usul amalan tersebut? Apakah memiliki dasar dari para ulama? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut penjelasannya.
Asal-usul Amalan Menulis Bismillah 113 Kali
Tradisi menulis basmalah sebanyak 113 kali disebutkan dalam beberapa kitab ulama. Salah satunya adalah kitab Khazinatul Asrar Jalilatul Adzkar karya Imam Muhammad Haqqiy an-Nazily.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa menulis lafaz basmalah pada awal Muharram termasuk amalan yang dilakukan dengan tujuan memohon keberkahan dan perlindungan kepada Allah SWT.
Amalan ini bukan termasuk ibadah wajib maupun sunnah yang secara khusus diajarkan oleh Rasulullah SAW. Para ulama umumnya memasukkannya ke dalam kategori fadhailul a'mal, yakni amalan-amalan yang dilakukan untuk mencari keutamaan dan keberkahan selama tidak bertentangan dengan syariat.
Keterangan serupa juga dijelaskan dalam kitab Jauharul Munazhom fii Fadhail Syahrillah Muharram. Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa sebagian ulama menyampaikan adanya keutamaan bagi orang yang menulis basmalah pada awal Muharram.
Salah satu riwayat yang sering dikutip berbunyi:
قال الإمام عبد الحميد الشافعي في كنز النجاح والسرورمن المجريات الصحيحة كما "في نعت البدايات وتوصيف النهايات" للسيد الشريف ماء العينين: أن من كتب البسملة في أول المحرم مائة وثلاث عشر ة مرة لم ينل حاملها مكروه فيه ولا في أهل بيته مدة عمره
Artinya:
"Imam Abdul Hamid Asy-Syafi'i berkata dalam kitab Kanzun Najah was Surur, sebagaimana dinukil dalam Na'tul Bidayat wa Tausifin Nihayat karya Sayyid Asy-Syarif Ma'ul 'Ainain, bahwa barang siapa menulis basmalah pada awal Muharram sebanyak 113 kali, maka ia dan keluarganya tidak akan ditimpa keburukan sepanjang hidupnya."
Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa keutamaan tersebut tidak boleh diyakini sebagai jaminan mutlak. Seorang muslim tetap harus meyakini bahwa segala manfaat, perlindungan, dan pertolongan hanya datang dari Allah SWT.
Mengapa Harus Ditulis Sebanyak 113 Kali?
Jumlah 113 kali memiliki kaitan dengan jumlah basmalah yang terdapat dalam Al-Qur'an. Dalam Tafsir As-Sirajul Munir, Imam Muhammad Asy-Syarbini Al-Khathib menjelaskan bahwa Al-Qur'an terdiri dari 114 surah. Namun, hanya 113 surah yang diawali dengan lafaz Bismillahirrahmanirrahim karena Surah At-Taubah tidak diawali dengan basmalah.
Dari sinilah muncul tradisi menulis basmalah sebanyak 113 kali pada awal Muharram. Jumlah tersebut dipandang sebagai simbol yang merujuk kepada jumlah basmalah dalam Al-Qur'an, bukan sebagai ketentuan syariat yang wajib diikuti.
Tata Cara Menulis Bismillah 113 Kali
Dalam kitab Hasyiyah Tafsir Al-Baidhawi karya Syekh Muhyiddin Zadah disebutkan sebuah riwayat dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz RA mengenai adab menulis basmalah.
Saat menulis, dianjurkan untuk:
• Menulis dengan rapi dan penuh penghormatan.
• Memanjangkan huruf ba.
• Menegaskan gerigi huruf sin.
• Membulatkan huruf mim dengan baik.
• Berada dalam keadaan suci dan bersih.
• Menghadap kiblat.
• Menulis dengan tenang serta menghindari percakapan yang tidak perlu.
Selain itu, niat utama dalam mengerjakan amalan ini adalah berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah serta berharap keberkahan di tahun yang baru.
Baca Juga : Pisah Kenang MIN 1 Kota Malang, Lulusan Diajak Menggapai Cita-cita Tanpa Meninggalkan Al-Qur'an
Kapan Waktu Menulis Basmalah 113 Kali?
Waktu pelaksanaannya dimulai sejak masuknya malam 1 Muharram, yakni setelah Maghrib ketika telah ditetapkan awal tahun Hijriah, hingga sebelum Maghrib pada hari berikutnya.
Setelah selesai menulis, sebagian ulama menganjurkan membaca doa yang dinukil dalam kitab Ittihaful Amajid Binafaisil Fawaid karya Abu Munyah As-Syankujiy.
Doa Setelah Menulis Basmalah 113 Kali
اللهمّ انّى اسألك بفضل بسم الله الرحمن الرحيم وبحقّ بسم الله الرحمن الرحيم وبهيبة بسم الله الرحمن الرحيم وبمنزلة بسم الله الرحمن الرحيم ارفع قدري ويسّرلى امري واشرح صدري يامن هو كهيعص حمعسق المّ المّص المر حـم الله لااله الاهو الحيّ القيّوم بسرّ الهيبة والقدرة وبسرّ الجبروت والعظمة اجعلنى من عبادك المتّقين واهل طاعتك المحـبّين وارزقنى علمانافعا ياربّ العالمين وصلّى الله على سيّدنامحمّد وعلى آله وصحبه وسلّم
Doa tersebut berisi permohonan agar Allah SWT memberikan kemudahan urusan, meninggikan derajat, melapangkan dada, melindungi dari berbagai keburukan, serta menganugerahkan ilmu yang bermanfaat.
Amalan yang Dianjurkan Setelah Menulis Basmalah
Selain membaca doa di atas, beberapa ulama juga menganjurkan amalan berikut:
1. Membaca Sholawat 11 Kali
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga beliau.
2. Membaca Surat Al-Fatihah
Membaca Surah Al-Fatihah satu kali dengan niat memohon keberkahan kepada Allah SWT serta bertawassul kepada para ulama yang mengijazahkan amalan tersebut.
3. Memanjatkan Doa Hajat
Setelah membaca Al-Fatihah dan sholawat, seseorang dapat memohon segala kebutuhan dan harapannya kepada Allah SWT.
Salah satu doa yang biasa dibaca adalah:
Latin:
Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma ya Hayyu ya Qayyum, ya Dzal Jalali wal Ikram, bi hurmati hadzihil asma'il 'azhimah wal basmallah al-karimah, as'aluka an tahfadzhani wa ahli wa mali wa dini min jami'il afati wal baliyyati, wa an taqdhiya hajati...
Artinya:
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, aku memohon kepada-Mu agar Engkau menjaga diriku, keluargaku, hartaku, dan agamaku dari segala musibah serta mengabulkan hajatku."
Setelah seluruh rangkaian amalan selesai dilakukan, tulisan basmalah biasanya disimpan di tempat yang baik dan terjaga. Sebagian orang menyimpannya di rumah atau membawanya saat bepergian sebagai pengingat untuk selalu bertawakal kepada Allah SWT.
Amalan menulis Bismillahirrahmanirrahim sebanyak 113 kali pada malam 1 Muharram merupakan tradisi yang dikenal dalam sejumlah kitab ulama sebagai bagian dari amalan fadhailul a'mal. Amalan ini boleh dilakukan sebagai bentuk doa dan harapan kepada Allah SWT selama tidak diyakini sebagai kewajiban agama maupun jaminan mutlak terhindar dari musibah.
Pada akhirnya, perlindungan dan keberkahan tetap datang dari Allah SWT. Karena itu, amalan ini sebaiknya dibarengi dengan doa, ibadah, serta usaha untuk meningkatkan ketakwaan di tahun yang baru.
