Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Bea Cukai Jatim II Gandeng HIPMI Kota Malang, UMKM Lokal Didorong Tembus Pasar Dunia

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Dede Nana

13 - May - 2026, 16:19

Placeholder
Kepala Kanwil DJBC Jatim II Muhamad Lukman saat memberikan motivasi kepada pelaku UMKM di Kota Malang pada program Enterpreneur Hub (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas hingga menembus pasar internasional. Upaya itu diwujudkan melalui program Entrepreneur Hub yang digelar bersama HIPMI Kota Malang untuk membuka wawasan pelaku usaha muda terkait peluang ekspor.

Kepala Kanwil DJBC Jatim II Muhamad Lukman mengatakan, program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam memperkuat kapasitas UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar global. Terutama bagi pelaku usaha muda di Malang yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.

Baca Juga : TradiSea Rooms & Resto: Ketika Sebuah Meja Makan Menjadi Cara Pulang

“Entrepreneur Hub ini sebenarnya salah satu dari program kami yang bekerja sama dengan HIPMI Kota Malang khususnya, untuk me-growing-up-kan UMKM. Khususnya UMKM teman-teman muda Malang yang tergabung di HIPMI maupun UMKM-UMKM yang ada,” ujar Lukman, Rabu (13/5/2026). 

Menurutnya, pasar internasional saat ini sangat terbuka terhadap produk-produk asal Indonesia. Namun, banyak UMKM masih belum memahami bagaimana cara memulai ekspor maupun memanfaatkan berbagai program pendampingan yang telah disiapkan pemerintah.

“Karena kami melihat sebenarnya potensi pasar internasional untuk menerima barang-barang kita itu cukup kuat, apalagi kemudian informasi juga kan sudah sangat jelas bisa kita lihat. Hanya saja memang kita melihat ini masih ada gap pengetahuan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai juga menghadirkan pelaku UMKM yang telah berhasil menembus pasar ekspor sebagai contoh nyata bagi peserta lain. Salah satunya UMKM milik Eko yang sebelumnya hanya bergerak di pasar lokal sebelum akhirnya berhasil menembus pasar dunia.

“Kita ingin memperlihatkan dulu mitra kita UMKM yang memang awalnya hanya bergerak di lokal. Makanya kemudian ini untuk membuka wacana ataupun wawasan awal bahwa UMKM bisa mendunia dan itu kerja sama dengan kami dan juga HIPMI,” ungkapnya.

Lukman menegaskan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada seminar atau diskusi semata. Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan agar semakin banyak UMKM yang mampu mengikuti jejak pelaku usaha yang telah sukses ekspor.

“Jadi ini nanti kita akan kerja samakan lebih jauh lagi, ini tidak selesai di sini, ini hanya sebatas untuk membuka wawasan bahwa ada sebenarnya dari UMKM kecil sudah ekspor begitu, dan ini akan bisa distudi tirukan oleh teman-teman,” imbuhnya.

Di sisi lain, Lukman mengungkapkan bahwa keberhasilan mendorong UMKM ekspor menjadi salah satu indikator kinerja di lingkungan Bea Cukai. Karena itu, pihaknya memiliki target setiap tahun untuk memperbanyak UMKM yang mampu masuk pasar internasional.

“Bea Cukai itu ada indeks kinerja untuk memajukan UMKM. Jadi kami kalau tidak berhasil membawa sekian banyak UMKM untuk bisa ekspor, itu kinerja kami kurang,” jelasnya.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Gandeng Kejari Tingkatkan Kepatuhan Perusahaan

Ia menyebut, Bea Cukai tidak bekerja sendiri dalam melakukan pendampingan UMKM. Pemerintah, kata dia, menghadirkan ekosistem pendukung secara menyeluruh mulai dari pembiayaan, administrasi, sertifikasi hingga akses pasar ekspor.

“Nah, kami sebenarnya tidak berdiri sendiri, ada yang bagian pembiayaan, itu ada di Kementerian Keuangan namanya Direktorat Jenderal Perbendaharaan, di sana tuh ada KUR dan macam-macam di sana. Nah teman-teman yang kekurangan modal bisa ajukan ke sana,” paparnya.

Pendampingan yang diberikan juga dilakukan secara detail dan bertahap. Mulai dari membantu pembuatan dokumen ekspor, pengurusan administrasi, komunikasi lintas kementerian, hingga mempertemukan UMKM dengan perdagangan di luar negeri.

Tak hanya itu, Bea Cukai juga membantu pelaku usaha mencari negara tujuan potensial berdasarkan data ekspor yang dimiliki pemerintah. Dengan begitu, UMKM bisa mengetahui produk apa saja yang memiliki peluang besar di pasar luar negeri.

“Nah, kayak gitu-gitu kita bisa beri info. Bahkan kita bisa pertemukan dengan pihak perdagangan negara mana nih. Misalkan, ke Jepang, kita punya akses di sana, kita kontak, barangkali ada perusahaan yang siap menerima produk-produk ini,” tuturnya.

Meski peluang ekspor terbuka lebar, Lukman mengingatkan para pelaku UMKM agar tetap menjaga kualitas produk secara konsisten. Sebab, kualitas dan ketepatan standar menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar internasional.

“Sehingga teman-teman juga harus jaga quality assurance-nya dan quality control-nya juga, produknya jangan berubah-rubah. Kan orang luar negeri kan begitu. Nah, itu juga harus di sisi itu teman-teman harus siapin gitu,” pungkasnya.


Topik

Ekonomi bea cukai jatim hipmi kota malang umkm entrepreneur hub



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana