Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

MIN 1 Kota Malang Jadi Lokus Penilaian Sekolah Sehat Provinsi Jatim

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

22 - Apr - 2026, 16:54

Placeholder
Kepala MIN 1 Kota Malang Hj Siti Aisah SAg MPd bersama Kasi Pendidikan Madrasah (Kemenag ) Kota Malang H Abdul Mughni SAg MPd dan jajaran mendampingi penilaian oleh tim Winarko SKM MKes, ketua HAKLI Jatim. (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - MIN 1 Kota Malang menjadi salah satu lokasi penilaian sekolah sehat oleh tim verifikator Provinsi Jawa Timur dalam rangka mendukung program kabupaten/kota sehat. Penilaian ini menegaskan peran strategis sekolah sebagai basis pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Kepala MIN 1 Kota Malang Hj Siti Aisah SAg MPd menyampaikan bahwa proses verifikasi dilakukan secara mendadak. Namun pihak sekolah telah siap karena indikator yang dinilai merupakan kebiasaan yang telah diterapkan setiap hari di lingkungan madrasah.

1

“Penilaian ini sifatnya seperti sidak, tetapi tidak menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kami. Karena apa yang diverifikasi itu sebenarnya sudah kami lakukan setiap hari,” ujarnya.

Baca Juga : Jangan Terlewat! Puncak Hujan Meteor Lyrid Malam Ini, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia

Ia menegaskan bahwa budaya hidup bersih terus ditanamkan kepada siswa dan seluruh warga madrasah, dengan penekanan pada aspek kebersihan lingkungan, terutama fasilitas dasar seperti toilet

3

“Kami sangat menekankan kebersihan kamar mandi. Anak-anak dibiasakan menjaga kebersihan sebelum dan sesudah digunakan. Itu sudah menjadi bagian dari pembiasaan,” jelasnya.

Selain itu, siswa  dibiasakan membuang sampah pada tempatnya serta diajak mengelola sampah menjadi karya bernilai guna melalui kegiatan pembelajaran. Dalam pengelolaan air, madrasah memanfaatkan limbah air wudu untuk penyiraman tanaman serta menampung air hujan sebagai bagian dari upaya efisiensi.

5

Fasilitas penunjang juga disediakan secara memadai, termasuk sekitar 50 titik wastafel yang tersebar di berbagai area sekolah guna mendukung kebiasaan cuci tangan.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag ) Kota Malang H Abdul Mughni SAg MPd menjelaskan bahwa penunjukan MIN 1 sebagai lokus penilaian tidak terlepas dari perannya sebagai sekolah penunjang di wilayah yang menjadi titik verifikasi program kota sehat.

4

“Setiap wilayah yang menjadi lokus penilaian membutuhkan satu lembaga pendidikan sebagai penunjang, dan MIN 1 ini dinilai layak karena telah memenuhi berbagai indikator,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa lima pilar utama dalam penilaian sekolah sehat pada dasarnya sudah dijalankan oleh MIN 1 sejak lama, mulai dari kebersihan lingkungan, pengelolaan sanitasi, hingga pembiasaan perilaku hidup bersih di kalangan siswa.

“Kalau hari ini ada penilaian, sebetulnya tinggal merapikan saja. Karena budaya bersih, hemat air, pengelolaan limbah, itu sudah berjalan,” katanya.

Menurut dia, pembiasaan tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai pendidikan berbasis agama yang diajarkan kepada siswa.

“Hal-hal sederhana seperti membuang sampah, menghemat air, menjaga kebersihan, itu sudah dilakukan anak-anak. Dampaknya memang kecil, tapi kalau dilakukan terus, hasilnya besar,” tambahnya.

Lurah Penanggungan Amanullah Abror S STP MAP menjelaskan bahwa pemilihan MIN 1 sebagai lokasi penilaian didasarkan pada posisi strategisnya yang berada di tengah kawasan permukiman yang juga menjadi titik verifikasi.

Baca Juga : Sidak SPPG, Pemkot Malang Soroti Konstruksi hingga Pengolahan Limbah

“MIN 1 ini berada di tengah wilayah yang menjadi lokus penilaian, sehingga sangat representatif untuk mendukung proses verifikasi,” jelasnya.

Ia menilai kondisi sekolah secara umum sudah baik, meskipun terdapat sejumlah catatan dari tim verifikator yang perlu ditindaklanjuti. Menurut dia, masukan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi sekolah, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat sekitar.

“Beberapa catatan seperti efektivitas penggunaan air dan pengelolaan sampah ini juga menjadi pelajaran bagi kami di kelurahan untuk diterapkan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Jawa Timur periode 2023–2028nWinarko SKM MKes menegaskan bahwa penilaian sekolah sehat merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional dalam mewujudkan kabupaten/kota sehat.

Ia menjelaskan bahwa program ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Tahun 2025 Nomor 34 dan Nomor 1138 tentang penyelenggaraan kabupaten/kota sehat. Regulasi tersebut mendorong seluruh daerah untuk menciptakan lingkungan sehat melalui berbagai tatanan, termasuk sektor pendidikan.

“Penilaian ini bertujuan agar semua kabupaten dan kota menjadi sehat. Dimulai dari tatanan paling bawah, salah satunya sekolah,” tegasnya.

Menurut dia, indikator penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari sanitasi, pengelolaan limbah, fasilitas kebersihan, hingga kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.

Secara umum, MIN 1 Kota Malang dinilai telah memenuhi banyak kriteria tersebut. Namun, sejumlah penyempurnaan tetap diperlukan, seperti penambahan fasilitas ramah difabel di toilet, pemisahan tempat sampah khusus, hingga penyediaan jalur evakuasi dan alat pemadam kebakaran.

Penilaian ini menjadi bagian dari rangkaian verifikasi tingkat provinsi yang akan menentukan kelayakan Kota Malang sebagai kota sehat berbasis sanitasi total masyarakat. Melalui peran aktif sekolah, diharapkan budaya hidup bersih dan sehat dapat terus tumbuh dan meluas hingga ke lingkungan masyarakat.


Topik

Pendidikan MIN 1 Kota Malang sekolah sehat Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy