Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

10 Mata Uang Terlemah di Dunia 2026, Rupiah Masuk Daftar? Ini Penjelasan Lengkapnya

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

17 - Apr - 2026, 16:59

Placeholder
Ilustrasi uang rupiah dan dolar. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Nilai tukar rupiah kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Pada Jumat, 17 April 2026, nilai dolar Amerika Serikat (USD) dilaporkan telah menembus angka Rp 17.182 per dolar. Angka ini tergolong tinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir, sehingga memicu kekhawatiran soal kekuatan rupiah di pasar global.

Lalu muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas yakni apakah rupiah termasuk salah satu mata uang paling lemah di dunia saat ini?

Baca Juga : UB Luncurkan BOUMI, Kembangkan Produk Sunscreen Anak dari Rambut Jagung

Bagaimana Cara Menentukan Mata Uang Terlemah?

Dalam sistem ekonomi global, dolar AS masih menjadi mata uang utama yang digunakan sebagai acuan perdagangan internasional. Oleh karena itu, kekuatan mata uang suatu negara biasanya diukur berdasarkan berapa banyak unit mata uang tersebut yang dibutuhkan untuk mendapatkan 1 USD.

Namun, penting untuk dipahami bahwa “mata uang terlemah” tidak selalu berarti kondisi ekonomi negara tersebut buruk. Nilai tukar dipengaruhi oleh banyak faktor dan tidak berdiri sendiri sebagai indikator utama kekuatan ekonomi.

Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Nilai tukar mata uang bersifat fluktuatif, artinya bisa berubah setiap saat tergantung kondisi ekonomi global maupun domestik. Beberapa faktor utama yang memengaruhi antara lain:

• Kebijakan bank sentral, seperti suku bunga dan intervensi pasar

• Inflasi, semakin tinggi inflasi biasanya nilai mata uang melemah

• Neraca perdagangan, terutama selisih antara ekspor dan impor

• Stabilitas politik dan keamanan

• Aliran investasi asing

Jika suatu negara lebih banyak mengimpor dibanding mengekspor, atau mengalami ketidakstabilan ekonomi, maka tekanan terhadap mata uangnya akan semakin besar.

Posisi Rupiah di Tahun 2026

Berdasarkan data yang dirilis Forbes per 7 April 2026, rupiah Indonesia masuk dalam daftar 10 mata uang terlemah di dunia. Data ini bersumber dari konverter mata uang berbasis Open Exchange.

Rupiah menempati posisi ke-5 dengan nilai tukar sekitar Rp 17.066 per USD 1. Ini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan 1 dolar AS, dibutuhkan lebih dari 17 ribu rupiah.

Meski demikian, ada dua negara Asia Tenggara lain yang mata uangnya lebih lemah dibanding rupiah, yaitu Vietnam dan Laos.

Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia 2026

Berikut daftar lengkapnya:

1. Rial Iran (IRR)

USD 1 = 1.315.800 rial

2. Pound Lebanon (LBP)

USD 1 = 89.565,64 pound

3. Dong Vietnam (VND)

USD 1 = 26.336,58 dong

4. Kip Laos (LAK)

USD 1 = 22.065,41 kip

5. Rupiah Indonesia (IDR)

USD 1 = Rp 17.066,15

6. Som Uzbekistan (UZS)

USD 1 = 12.202,055 som

7. Franc Guinea (GNF)

USD 1 = 8.774,19 franc

8. Franc Burundi (BIF)

USD 1 = 2.972,40 franc

9. Ariary Madagaskar (MGA)

USD 1 = 4.177,54 ariary

10. Guarani Paraguay (PYG)

USD 1 = 6.485,51 guarani. 

Sebagian besar negara dalam daftar ini merupakan negara berkembang. Hal ini bukan tanpa alasan. Negara berkembang cenderung memiliki:

• Ketergantungan tinggi terhadap impor

• Cadangan devisa yang terbatas

• Fluktuasi ekonomi yang lebih besar

• Stabilitas politik yang belum sepenuhnya kuat

Selain itu, beberapa negara seperti Iran dan Lebanon mengalami tekanan ekonomi berat akibat sanksi internasional dan krisis domestik, yang berdampak signifikan terhadap nilai mata uang mereka.

Dampak Melemahnya Rupiah bagi Indonesia

Melemahnya nilai rupiah memiliki dua sisi dampak, baik positif maupun negatif. 

Dampak negatif:

- Harga barang impor menjadi lebih mahal

- Biaya produksi meningkat bagi industri yang bergantung pada bahan baku impor

- Tekanan inflasi meningkat

Dampak positif:

- Produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional

- Sektor pariwisata bisa lebih menarik bagi wisatawan asing. 

Baca Juga : Ratusan Porsi Habis Kurang dari 30 Menit, Makan Gratis Polresta Malang Kota Diserbu Warga

Apakah Ini Tanda Ekonomi Indonesia Buruk?Tidak selalu. Nilai tukar hanyalah salah satu indikator dalam menilai kondisi ekonomi suatu negara. Indonesia masih memiliki sejumlah indikator positif seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil, pasar domestik yang besar, dan sumber daya alam yang melimpah.

Selain itu, kebijakan pemerintah dan bank sentral juga terus dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah agar tidak melemah lebih dalam.

Rupiah memang masuk dalam daftar mata uang terlemah di dunia tahun 2026 versi Forbes. Namun, hal ini tidak serta-merta mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah dan pelaku ekonomi mampu menjaga stabilitas, meningkatkan ekspor, serta memperkuat fundamental ekonomi nasional di tengah dinamika global.


Topik

Ekonomi nilai tukar mata uang usd idr mata uang lemah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya