JATIMTIMES - Pihak kepolisian hingga saat ini belum menerbitkan rekomendasi pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya untuk dapat digelar di Stadion Kanjuruhan. Pertimbangannya karena pengamanan laga yang rencananya bakal digelar pada 28 April 2026 tersebut, masuk klasifikasi pertandingan dengan risiko tinggi.
Belum terbitnya rekomendasi dari pihak kepolisian tersebut, juga selaras dengan hasil rapat koordinasi (rakor) kamtibmas menjelang pertandingan sepakbola Super League. Yakni antara Arema FC vs Persis Solo dan Arema FC vs Persebaya Surabaya yang diagendakan bakal digelar di Stadion Kanjuruhan pada 18 dan 28 April 2026.
Pada agenda rakor yang berlangsung di Aula Polres Malang pada Rabu (15/4/2026) tersebut, juga turut dihadiri sejumlah pihak terkait. Termasuk dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Forkopimcam dari beberapa kecamatan di Kabupaten Malang.
"Rakor ini sebagai langkah upaya kami untuk berkoordinasi, menampung kemudian mendiskusikan rencana pertandingan, sekaligus mendapatkan antisipasi yang optimal. Harapannya adalah, kami bisa menampung sekaligus menerima saran dan masukan yang terbaik," ujar Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi saat ditemui disela-sela berlangsungnya rakor.
Hasilnya, disampaikan Taat, pada serangkaian pembahasan dalam rakor tersebut mengerucut bahwasanya agenda pertandingan Arema FC menjamu Persebaya belum bisa diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan. "Sehingga, kalau dalam waktu dekat ini dilaksanakan pertandingan dengan risiko yang cukup tinggi, tadi diskusi kami sampai pada titik, sepertinya belum siap untuk kemudian pertandingan ini diselenggarakan di (Stadion, red) Kanjuruhan," tegasnya.
Keputusan pada hasil rakor tersebut, dijabarkan Taat, disepakati oleh sejumlah pihak dengan turut mempertimbangkan banyak aspek. Yakni mulai dari potensi gangguan keamanan, aksi penolakan dari berbagai elemen mulai dari keluarga korban, mahasiswa, hingga sejumlah elemen lainnya termasuk suporter. Yakni baik yang disampaikan secara langsung melalui surat, melalui aksi, maupun disampaikan pada media sosial.
"Kami juga mencermati dinamika di media sosial, di situ juga masih ada provokasi yang cukup tinggi, ujaran kebencian, dan ancaman gangguan Kamtibmas lainnya. Hal ini tentunya juga menjadi bahan pertimbangan bagi kami," imbuhnya.
Taat menyebut, dari hasil rakor juga telah ditarik kesimpulan bahwasanya laga Arema FC vs Persebaya yang belum siap diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan tersebut, tidak hanya berlaku pada 28 April 2026 mendatang. Namun setidaknya juga berlaku hingga di sepanjang 2026.
"Tadi juga didiskusikan sampai kemudian pada tahap, sepertinya direkomendasikan untuk tahun ini jangan dulu dilaksanakan di Kanjuruhan. Namun, upaya untuk penanganan ini harus terus dilaksanakan," imbuhnya.
Baca Juga : Keluarga Korban Sampaikan Tuntutan ke DPRD, Tolak Laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan
Atas berbagai pertimbangan itulah, disampaikan Taat, pihak kepolisian hingga saat ini belum menerbitkan rekomendasi terkait pertandingan Arema FC vs Persebaya yang diagendakan bakal digelar di Stadion Kanjuruhan tersebut. "Untuk pertandingan Arema FC vs Persebaya, sampai saat ini kami belum menerbitkan rekomendasi. Kalau berdasarkan saran dan masukan peserta rapat tadi, sebaiknya untuk tahun ini belum atau jangan dulu dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan," ujarnya.
Taat menambahkan, hasil pembahasan dalam rakor tersebut nantinya akan segera disampaikan ke Polda Jawa Timur. "Akan kami laporkan ke Polda, kami diskusikan. Dalam minggu ini targetnya sudah terbit keputusan," imbuhnya.
Keputusan hasil koordinasi ke Polda Jawa Timur tersebut, diutarakan Taat, nantinya juga dimungkinkan akan berkaitan dengan penyelenggaraan laga Arema FC vs Persebaya. Yakni yang berkaitan dengan kemungkinan bilamana tidak digelar di Stadion Kanjuruhan.
"Dalam minggu ini targetnya sudah terbit keputusan akan di mana pertandingan itu dilaksanakan. Namun kalau mengacu pada hasil rapat tadi, kami menerima rekomendasi agar sebaiknya jangan dulu di Stadion Kanjuruhan untuk tahun ini, (khususnya, red) untuk Persebaya," pungkasnya.
