Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kecewa Ajakan Dialog Dicopot, Warga Griyashanta Pasang Banner Lebih Besar

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

15 - Apr - 2026, 09:43

Placeholder
Banner yang dipasang oleh warga di arah masuk menuju Perumahan Griyashanta.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Kekecewaan warga Perumahan Griyashanta kian memuncak. Ajakan dialog yang mereka sampaikan melalui banner justru berujung pencopotan.

Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Griyashanta kembali melakukan aksi pada Selasa (14/4/2026) malam. Mereka memasang banner baru dengan ukuran lebih besar.

Baca Juga : Ketegangan Global Meningkat Akibat Krisis Selat Hormuz 2026

Sebelumnya, warga memasang sejumlah banner berisi ajakan dialog. Langkah itu dilakukan untuk membuka ruang komunikasi terkait polemik pembangunan jalan tembus di RW 12 Kelurahan Mojolangu.

Dialog tersebut diharapkan menjadi jalan tengah. Warga ingin merumuskan solusi bersama atas persoalan yang masih menuai perbedaan sikap.

Namun, banner yang dipasang itu tidak bertahan lama. Kurang dari 2x24 jam, banner tersebut tiba-tiba dilepas oleh pihak yang belum diketahui.

Kondisi itu memicu kekecewaan warga. Mereka kemudian memasang kembali banner berukuran 3x6 meter di lokasi yang sama.

“Pada intinya, warga tidak seluruhnya setuju dengan jalur hukum yang saat ini ditempuh,” ujar warga RW 12, Delly Aldino.

Ia menjelaskan, polemik bermula dari penolakan sebagian warga terhadap rencana pembangunan jalan tembus oleh Pemerintah Kota Malang.

Saat ini, persoalan tersebut telah masuk jalur hukum dan masih dalam proses persidangan. Dalam proses itu, disebutkan seluruh warga sepakat menolak pembangunan.

Namun, menurut Delly, kondisi di lapangan tidak sepenuhnya demikian. Sebagian warga justru menginginkan pendekatan dialog dengan semua pihak terkait.

Baca Juga : Bupati Sanusi Kunjungi Puskesmas Dampit hingga Turen, Pastikan Fasilitas dan Layanan Berjalan Baik

“Warga mendukung adanya diskusi dengan pemerintah dan entitas pemilik lahan agar bisa menemukan solusi bersama,” katanya.

Ia menilai, proses hukum yang berjalan cukup menguras energi warga. Selain itu, warga juga diminta memberikan donasi untuk mendukung proses tersebut.

“Warga sudah lelah. Kami ingin komunikasi yang jelas, termasuk soal penggunaan donasi,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan warga lainnya, Arrasaq Johansyah. Ia menyebut warga tetap mendukung program pemerintah, namun berharap penyelesaiannya melalui dialog.

“Kami ingin menyelesaikan ini secara damai. Warga sudah lelah berkonflik,” pungkasnya.

Saat ini, banner berukuran besar tersebut terpasang di area pedestrian Jalan Soekarno-Hatta. Lokasinya berada tepat di akses masuk Perumahan Griyashanta.


Topik

Peristiwa Kota malang griyashanta



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri