Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Internasional

AS Mulai Blokade Laut Iran, Ini Cara Kerja, Tujuan, dan Dampaknya bagi Dunia

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

14 - Apr - 2026, 18:36

Placeholder
Ilustrasi blokade Selat Hormuz. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengumumkan kebijakan blokade laut terhadap Iran usai perundingan damai yang berlangsung di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.

Kebijakan ini mulai diterapkan penuh pada Selasa (14/4) waktu setempat, dengan target utama kapal-kapal yang singgah di pelabuhan Iran. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran, khususnya di sektor ekonomi dan energi.

Baca Juga : Di Balik Banjir Bumiaji: Alih Fungsi Lahan 109 Hektare, Sedimentasi Sungai Tembus 97 Ribu Meter Kubik Per Tahun

Apa Itu Blokade Laut dan Bagaimana Penerapannya?

Blokade laut merupakan operasi militer untuk membatasi akses keluar-masuk kapal dari wilayah tertentu, termasuk kapal dari negara netral.

Dalam praktiknya, AS akan mengawasi jalur vital seperti Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia. Setiap kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran berpotensi dihentikan, diperiksa, atau dilarang melintas.

Komando Pusat AS (Centcom) menyebutkan bahwa pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap, dengan pemberitahuan kepada pelaku pelayaran global. Meski demikian, Trump menegaskan kebijakan ini bersifat “all or nothing” atau tanpa kompromi.

Mengapa Selat Hormuz Sangat Penting?

Selat Hormuz memiliki peran krusial dalam perdagangan energi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur sempit ini setiap harinya.

Gangguan sekecil apa pun di wilayah tersebut dapat langsung memicu lonjakan harga minyak global. Karena itu, setiap kebijakan militer di kawasan ini selalu menjadi perhatian pasar internasional.

Selain minyak, jalur ini juga penting bagi distribusi gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk ke Asia dan Eropa.

Tujuan Utama: Tekanan Maksimal ke Iran

Blokade ini bertujuan menekan kemampuan Iran dalam mengekspor minyak sumber utama pendapatan negara tersebut.

Trump menegaskan bahwa AS tidak ingin Iran mendapatkan keuntungan dari penjualan minyak secara selektif.

Selain itu, langkah ini juga dinilai sebagai strategi geopolitik untuk:

• Memaksa Iran kembali ke meja negosiasi

• Mengurangi pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah

• Mengontrol stabilitas jalur perdagangan global

Beberapa analis bahkan menyebut kebijakan ini sebagai bentuk “tekanan maksimum versi baru” dari AS terhadap Iran.

Dampak Ekonomi bagi Iran

Jika blokade berjalan efektif, Iran berpotensi kehilangan pemasukan dalam jumlah besar. Padahal, dalam beberapa pekan terakhir, negara tersebut sempat menikmati kenaikan harga minyak global.

Sebelumnya, AS sempat memberikan pengecualian yang memungkinkan beberapa negara membeli minyak Iran. Salah satunya adalah India yang dilaporkan telah mengambil dua kargo yang pertama sejak 2019.

Namun dengan diberlakukannya blokade, peluang ekspor tersebut hampir tertutup sepenuhnya. Kondisi ini bisa memperparah tekanan ekonomi Iran yang sudah terdampak konflik dan kebutuhan besar untuk pemulihan infrastruktur.

Dampak Global: Harga Minyak dan Inflasi Terancam Naik

Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada Iran, tetapi juga pada ekonomi global. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

• Lonjakan harga minyak dunia akibat terganggunya pasokan

• Kenaikan inflasi global, terutama di negara pengimpor energi

• Gangguan rantai pasok karena biaya logistik meningkat

• Ketidakpastian pasar keuangan

Pasar energi global sangat sensitif terhadap situasi di Selat Hormuz. Bahkan ancaman kecil saja sudah cukup untuk memicu volatilitas harga.

Asia Jadi Wilayah Paling Rentan

Negara-negara di Asia diperkirakan akan merasakan dampak paling besar. Banyak negara di kawasan ini sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah.

Jika akses melalui Selat Hormuz terganggu, maka:

• Pasokan energi bisa tersendat

• Harga bahan bakar domestik naik

• Beban subsidi energi meningkat

Negara-negara yang sebelumnya menjalin kerja sama dengan Iran juga kini berada dalam dilema, karena harus mempertimbangkan risiko sanksi dari AS.

Selain dampak ekonomi, kebijakan blokade juga meningkatkan risiko konflik militer terbuka.

Baca Juga : Vellencia Gunawan Asal Situbondo Sabet Gelar Mini Miss Global 2026, Berikut Perjalanan Prestasinya

Iran sebelumnya pernah mengancam akan menutup Selat Hormuz jika kepentingannya terganggu. Jika hal ini benar terjadi, maka dampaknya bisa jauh lebih besar, termasuk potensi konflik regional yang melibatkan banyak negara.

Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah kembali menjadi titik panas geopolitik dunia.

Kebijakan ini menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah analis menilai langkah AS terlalu berisiko dan dapat memperburuk kondisi global.

Direktur pelaksana Onyx Capital Group, Jorge Montepeque, menyebut dampak kebijakan ini justru akan dirasakan luas.

“Mereka terlalu fokus pada Iran hingga melupakan dampaknya bagi dunia. Penderitaan terbesar justru dirasakan di Asia dan kawasan yang bergantung pada minyak,” ujarnya dalam wawancara dengan Bloomberg.

Blokade laut yang diberlakukan AS terhadap Iran bukan sekadar langkah militer biasa, melainkan strategi besar yang berdampak global. Dari harga minyak hingga stabilitas geopolitik, kebijakan ini berpotensi memicu efek berantai di berbagai sektor.

Dunia kini menanti apakah langkah ini akan berhasil menekan Iran, atau justru memicu krisis yang lebih luas.


Topik

Internasional Blokade laut Iran Iran Amerika Serikat konflik Timur Tengah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy