JATIMTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) membuka Program Studi (Prodi) Sains Lingkungan pada tahun 2026 sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di bidang lingkungan. Prodi ini lahir di tengah berbagai persoalan ekologis yang kian kompleks, mulai dari perubahan iklim, kerusakan ekosistem, hingga pengelolaan sumber daya alam yang menuntut pendekatan ilmiah dan berkelanjutan.
Selama ini, prodi yang secara khusus mempelajari sains lingkungan pada jenjang sarjana masih tergolong terbatas di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong Unisma menghadirkan program baru yang diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi ilmiah sekaligus kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Baca Juga : 5 Rawon Legendaris di Surabaya yang Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga Saat Lebaran
Dengan dibukanya program ini, Unisma menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Malang Raya yang menyediakan Prodi Sains Lingkungan untuk jenjang S1.
Prodi tersebut berada di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Sebagai kampus berbasis nilai keislaman, pengembangan kurikulumnya juga tetap berpijak pada nilai Ahlussunnah Wal Jamaah.
Rektor Unisma Prof Junaidi Mistar PhDnmenyampaikan bahwa pembukaan Prodi Sains Lingkungan telah mengantongi persetujuan resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Izin tersebut tertuang dalam Surat Keputusan bernomor 185/8/0/2025 yang memberikan mandat kepada Unisma untuk menyelenggarakan program studi baru di lingkungan Fakultas MIPA.
“Izin itu menjadi dasar bagi Unisma untuk menjalankan Prodi Sains Lingkungan. Kami menargetkan penerimaan mahasiswa baru sudah bisa dimulai pada tahun akademik 2026/2027,” ujar Prof. Junaidi.
Ia menjelaskan, keputusan membuka program studi tersebut tidak lepas dari kebutuhan tenaga profesional di bidang lingkungan yang terus meningkat. Sementara itu, lembaga pendidikan tinggi yang menyediakan jalur studi khusus di bidang tersebut masih relatif terbatas.
Menurut rektor, secara nasional jumlah Prodi Sains Lingkungan jenjang sarjana masih berkisar dua puluhan. Di wilayah Malang Raya sendiri bahkan belum terdapat program serupa pada tingkat S1.
“Karena itu kami melihat peluangnya masih sangat besar. Kebutuhan ahli lingkungan tinggi, tetapi program studinya belum banyak tersedia,” kata Prof. Junaidi.
Baca Juga : Perluas Pengawasan Keamanan, RT Berkelas Jadi Jalan Pasang CCTV Lingkungan Kota Malang
Sementara itu, Dekan Fakultas MIPA Unisma Hasan Zayadi menjelaskan bahwa Program Studi Sains Lingkungan yang dibuka memiliki karakter akademik yang berbeda dibandingkan program serupa di perguruan tinggi lain. Menurut dia, pembahasan mengenai persoalan lingkungan di prodi tersebut tidak hanya berangkat dari pendekatan sains, tetapi juga dipadukan dengan perspektif keislaman Ahlussunnah wal Jamaah.
Ia menilai integrasi antara kajian lingkungan dan nilai-nilai Islam tersebut menjadi ciri khas yang memperkuat posisi program studi baru ini. Pendekatan tersebut bahkan turut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penerbitan izin operasional prodi.
“Isu lingkungan kami hubungkan dengan kajian Islam Aswaja sehingga menjadi pembeda dengan prodi sejenis,” ujarnya.
Hasan menambahkan, secara nasional jumlah Program Studi Sains Lingkungan jenjang sarjana masih relatif sedikit. Di Indonesia, prodi serupa tercatat baru sekitar dua puluhan. Sementara di kawasan Malang Raya, Unisma menjadi perguruan tinggi pertama yang membuka program tersebut pada jenjang S1.
Dengan latar kebutuhan tenaga ahli yang tinggi serta pendekatan akademik yang khas, Unisma optimistis program studi baru ini akan mendapat sambutan luas dari masyarakat sekaligus berkontribusi dalam melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan secara ilmiah dan berkelanjutan.
