Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Penonaktifan BPJS PBI Banjir Sentimen Negatif di Medsos, Keluhkan Status Tiba-tiba Dicabut

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

11 - Mar - 2026, 19:51

Placeholder
Grafis tren sentimen kebijakan penonaktifan kepesertaan BPJS bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI). (Foto: Powered by BeData Technology)

JATIMTIMES - Kebijakan penonaktifan kepesertaan BPJS bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) belakangan memicu perbincangan luas di ruang publik. Banyak masyarakat mengeluhkan perubahan status kepesertaan secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan yang jelas, sehingga berdampak langsung pada akses layanan kesehatan.

Hal itu terungkap dalam rilis riset yang dilakukan oleh BeData Technology. Dalam laporan itu disebutkan bahwa kebijakan penonaktifan BPJS PBI memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat di media sosial, mulai dari keluhan, kekhawatiran hingga diskusi soal mekanisme kebijakan.

Baca Juga : Pastikan Mudik Aman, Harisandi DPRD Jatim Minta Titik Rawan Bencana Dijaga Ketat

“Kebijakan penonaktifan kepesertaan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) belakangan memicu diskursus luas di ruang publik. Sejumlah masyarakat melaporkan perubahan status secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan yang memadai, sehingga berdampak pada akses layanan kesehatan,” demikian isi rilis BeData Technology, diterima JatimTIMES, Rabu (11/3/2026). 

Logo

Situasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, soal apakah tepat sasaran kebijakan itu? Dan bagaimana respons publik terhadap kebijakan yang sedang berjalan?

Berdasarkan hasil analisis BeData soal sentimen percakapan di media sosial, isu penonaktifan BPJS PBI didominasi sentimen negatif. Sentimen netral berada di posisi kedua, sementara sentimen positif menjadi yang paling kecil. Di platform Twitter misalnya, tercatat 376 percakapan bernada negatif, 266 netral, dan 33 positif.

Sementara di YouTube, sentimen negatif terlihat jauh lebih dominan dengan 985 komentar negatif, 223 netral, dan 61 positif.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas publik merespons kebijakan ini dengan keluhan dan kekhawatiran. “Publik cenderung merespons dengan keluhan dan kekhawatiran. YouTube lebih emosional, sedangkan Twitter masih memuat ruang diskusi netral yang cukup besar,” tulis laporan tersebut.

Riset BeData juga menganalisis percakapan publik melalui metode WordCloud, yang menunjukkan kata-kata yang paling sering muncul dalam percakapan warganet.

Pada sentimen negatif di Twitter yang mencapai 376 kata, muncul kata-kata seperti “dicabut”, “nggak”, “banyak”, “padahal”, dan “dinonaktifkan”.

Pola tersebut mencerminkan keluhan publik terhadap penonaktifan status BPJS yang dianggap merugikan, sekaligus menunjukkan kebingungan masyarakat atas dampaknya yang luas.

Sementara pada sentimen netral yang berjumlah 266 kata, percakapan lebih mengarah pada klarifikasi status kepesertaan dan mekanisme kebijakan.

Di sisi lain, sentimen positif yang hanya 33 kata memunculkan kata seperti “mampu”, “berobat”, “pendidikan”, dan “semoga”. Kata-kata tersebut mencerminkan harapan agar program bantuan dapat tepat sasaran dan sistem yang ada dapat diperbaiki.

Berbeda dengan Twitter, percakapan di YouTube lebih didominasi narasi sosial yang emosional. 

Pada sentimen negatif yang mencapai 985 kata, kata-kata yang paling banyak muncul antara lain “miskin”, “orang”, “BPJS”, dan rujukan pada pemerintah. Pola ini menunjukkan bahwa publik menyoroti isu keadilan sosial serta kekhawatiran terhadap akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan.

Baca Juga : 150 Warga Full Senyum Dapat 1 Sapi dan 2 Domba Terkait Pembangunan Bandara KASA Situbondo

Sementara itu, sentimen netral di YouTube yang berjumlah 223 kata lebih banyak menampilkan istilah prosedural seperti “masyarakat”, “Kemensos”, dan “aktif” yang menunjukkan upaya memahami mekanisme kebijakan.

Adapun sentimen positif yang berjumlah 61 kata memunculkan kata-kata seperti “sehat”, “baik”, dan “Allah”, yang mencerminkan dukungan moral serta harapan dari masyarakat.

BeData Technology juga menganalisis lebih lanjut melalui metode Top 5 Words. Dimana ditunjukkan perbedaan fokus pembahasan antara kedua platform media sosial tersebut.

Di Twitter, percakapan cenderung bersifat administratif.
• Sentimen positif didominasi kata seperti mampu, uang, program, yang menunjukkan dukungan agar bantuan tepat sasaran.
• Sentimen netral memunculkan kata peserta, data, penerima, yang berkaitan dengan klarifikasi status dan mekanisme kebijakan.
• Sentimen negatif menampilkan kata dicabut, aktif, pasien, yang menunjukkan keluhan atas perubahan status kepesertaan dan dampaknya pada layanan kesehatan.

Sementara itu, di YouTube percakapan lebih menekankan aspek sosial dan emosional.
• Sentimen positif memunculkan kata sehat, berobat, Allah yang menggambarkan dukungan moral.
• Sentimen netral menampilkan kata menteri, ganti, masyarakat, rumah yang berkaitan dengan diskusi umum mengenai kebijakan.
• Sentimen negatif memunculkan kata sakit, miskin, pejabat, negara, yang menunjukkan kekhawatiran terhadap ketidakadilan sosial serta kritik terhadap pemerintah.

Dari riset tersebut, BeData menilai isu penonaktifan BPJS PBI tidak dipersepsikan masyarakat hanya sebagai persoalan teknis administratif.
Di Twitter, percakapan lebih banyak membahas status peserta dan verifikasi data. Namun di YouTube, diskusi berkembang menjadi narasi yang lebih luas mengenai akses kesehatan, kerentanan sosial, hingga kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah.

“Isu penonaktifan BPJS PBI tidak dipersepsikan sekadar masalah teknis. Di Twitter, percakapan lebih administratif terkait status peserta, sementara di YouTube berkembang menjadi narasi yang lebih emosional tentang akses kesehatan, kerentanan sosial, dan kepercayaan publik terhadap kebijakan,” tulis laporan tersebut.

Riset ini juga mencatat bahwa lonjakan percakapan negatif biasanya muncul ketika isu tersebut viral atau mendapat sorotan media maupun figur publik.

Secara umum, dominasi sentimen negatif menunjukkan bahwa kebijakan penonaktifan BPJS PBI masih memhuat banyak masyarakat khawatir, terutama terkait akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan.


Topik

Peristiwa bpjs bpjs pbi bedata technology sebab bpjs dinonaktifkan mengapa bjps nonaktif



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya