JATIMTIMES - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Malang Raya bakal tetap aman. Hal itu menyusul disiapkannya Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) oleh Pertamima untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM maupun potensi hambatan distribusi di lapangan.
Melalui Satgas RAFI, sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan. Salah satunya dengan menempatkan mobil storage atau mobil tangki cadangan di sejumlah titik yang rawan kemacetan, terutama di kawasan wisata.
Baca Juga : Heboh Abu Janda Ngamuk di Talkshow, Maki Feri Amsari hingga Diusir dari Acara
Petugas menjelaskan bahwa titik rawan tersebut telah dipetakan sebelumnya. Secara keseluruhan terdapat empat titik yang disiapkan, yakni dua titik di wilayah Kota Batu, satu titik di Blitar, serta satu titik di kawasan Malang Selatan.
Mobil storage tersebut memiliki kapasitas hingga 24 kiloliter dan disiagakan untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia apabila distribusi ke SPBU terhambat akibat kepadatan lalu lintas.
“Untuk mobil storage kapasitasnya 24 kiloliter kita standby-kan di titik-titik rawan macet. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena cadangan sudah kita siapkan,” jelas Fuel Terminal Manager Pertamina Malang Dolly Pratama Yudha, Rabu (11/3/2026
Selain mobil tangki cadangan, layanan pengantaran BBM juga disiapkan melalui layanan call center 135. Melalui layanan tersebut, masyarakat yang kehabisan BBM di perjalanan dapat meminta bantuan pengantaran.
Untuk mendukung layanan ini, Pertamina menyiagakan tiga unit sepeda motor khusus pengantar BBM di wilayah Kota Malang.
“Kalau masyarakat di jalan tidak bisa mendapatkan BBM, bisa menghubungi 135 dan nanti bisa diantar menggunakan sepeda motor,” terangnya.
Seluruh kesiapan tersebut mulai diberlakukan sejak 9 Maret 2026. Di sisi lain, Pertamina juga memastikan distribusi BBM tetap aman meskipun menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Baca Juga : Soal Usulan Rp300 Miliar ke Jamkrida, Suli Da'im DPRD Jatim Desak Kajian Mendalam
Hal itu karena suplai BBM untuk wilayah Malang berasal dari Surabaya dengan moda transportasi kereta api, sehingga relatif tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi cuaca. Meski demikian, pengawasan kualitas BBM tetap dilakukan secara ketat sebelum didistribusikan ke SPBU.
“Semua kompartemen mobil tangki kita cek. Kita pastikan tidak ada air, warna sesuai, density dan spesifikasinya juga masih sesuai standar,” ujarnya.
Selain itu, jalur distribusi ke SPBU juga telah dipetakan dengan mempertimbangkan potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor maupun angin kencang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, disiapkan jalur alternatif selain rute reguler.
Apabila jalur distribusi utama dan alternatif mengalami gangguan, distribusi BBM juga dapat dibantu dari wilayah lain seperti Madiun untuk wilayah barat, Banyuwangi untuk wilayah timur, serta Surabaya untuk wilayah utara.
Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, pasokan BBM selama Ramadan hingga Idul Fitri di wilayah Malang Raya diharapkan tetap terjaga dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaannya.
