JATIMTIMES - Bulan Ramadan selalu identik dengan suasana ibadah yang lebih hidup dan penuh kekhusyukan. Salah satu amalan utama yang hanya ada di bulan suci ini adalah salat Tarawih. Ibadah sunah yang dikerjakan pada malam hari tersebut menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan salat malam di bulan Ramadan ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
Baca Juga : Wagub Jatim Tinjau Jembatan Ambles Bondowoso–Jember, Pastikan Pembangunan Jembatan Segera Dimulai
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menjadi motivasi besar bagi umat Muslim untuk menjaga konsistensi salat Tarawih sepanjang Ramadan.
Selain hadis tersebut, dalam kitab Durratun Nashihin juga dijelaskan bahwa setiap malam Tarawih memiliki keutamaan tersendiri. Di antaranya adalah malam ke-8 dan ke-9 yang disebut memiliki fadhilah istimewa.
Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-8 Ramadan
Dalam kitab tersebut disebutkan:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مَا اَعْطَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ
Artinya: Pada malam kedelapan, Allah SWT memberikan anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
Keutamaan ini merujuk pada kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada Ibrahim. Nabi Ibrahim dikenal sebagai sosok yang memiliki keteguhan iman, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta ketaatan yang total kepada Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 125, Allah menegaskan bahwa Dia telah memilih Ibrahim sebagai kekasih-Nya (Khalilullah). Kedudukan ini menunjukkan betapa tinggi derajat beliau di sisi Allah.
Artinya, orang yang melaksanakan salat Tarawih pada malam ke-8 dengan penuh iman dan harapan pahala diharapkan memperoleh keberkahan, kemuliaan, serta kedekatan kepada Allah sebagaimana anugerah yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
Malam ini bisa menjadi momentum untuk memperbanyak doa, memohon keteguhan hati, serta meminta agar diberi iman yang kokoh dalam menjalani kehidupan.
Baca Juga : Miris! Singkong, Tempe dan Jeruk Jadi Menu MBG di Jombang, Kepala SPPG Minta Maaf
Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-9 Ramadan
Masih dalam kitab yang sama karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khubawi, dijelaskan pula fadhilah malam ke-9 Ramadan:
وفى الليلة التاسعة فكأنما عبد الله تعالى عبادة النبى عليه الصلاة والسلام
Artinya: Pada malam yang ke-9, seolah-olah orang yang melaksanakan Tarawih beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para nabi.
Keutamaan ini menggambarkan besarnya nilai ibadah Tarawih pada malam tersebut. Ibadah para nabi dikenal sebagai ibadah yang paling sempurna, penuh ketundukan, keikhlasan, dan kecintaan kepada Allah SWT.
Dengan melaksanakan Tarawih pada malam ke-9 Ramadan secara khusyuk dan ikhlas, seorang Muslim diharapkan memperoleh pahala yang besar serta kemuliaan sebagaimana ibadah orang-orang pilihan Allah.
Beragam riwayat tentang keutamaan setiap malam Tarawih tersebar dalam kitab-kitab klasik. Namun yang terpenting adalah menjaga niat dan keikhlasan dalam beribadah. Tarawih bukan sekadar rutinitas Ramadan, melainkan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Malam ke-8 dan ke-9 Ramadan dapat menjadi pengingat bahwa setiap ibadah yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa dampak besar bagi kehidupan spiritual seseorang. Dengan memperbanyak doa, istighfar, serta menjaga kekhusyukan, semoga kita termasuk golongan yang mendapatkan anugerah dan kemuliaan tersebut.
Semoga Ramadan kali ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
