JATIMTIMES - Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Pada bulan inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menunaikan salat Tarawih setiap malam.
Setiap malamnya, salat Tarawih menyimpan keutamaan yang berbeda-beda. Tak heran, kini banyak yang mencari tahu keutamaan tiap malam Ramadan, termasuk malam ke-7. Keutamaan salat malam di bulan Ramadan dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga : Undangan Pernikahan Bocor! Virgoun Diduga Siap Lepas Status Duda di Tanggal Cantik Ini
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barangsiapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Hadis ini menjadi landasan utama keutamaan salat Tarawih. Tidak disebutkan malam tertentu, artinya seluruh malam Ramadan memiliki peluang pahala dan ampunan yang besar selama dilakukan dengan iman dan penuh keikhlasan.
Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-7 dalam Kitab Durratun Nashihin
Dalam kitab klasik Durratun Nashihin dijelaskan mengenai fadhilah setiap malam Tarawih. Untuk malam ke-7, disebutkan sebagai berikut:
وَفِي اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا أَدْرَكَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ وَنَصَرَهُ عَلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ
Artinya:
“Pada malam ketujuh, seakan-akan ia bertemu Nabi Musa AS dan menolong beliau atas Fir’aun dan Haman.”
Makna keterangan ini menggambarkan besarnya pahala ibadah pada malam tersebut. Nabi Musa AS dikenal sebagai nabi yang berjuang melawan kezaliman Fir’aun. Diibaratkan dapat menolong beliau menunjukkan nilai pahala yang sangat tinggi.
Meski terdengar sangat istimewa, para ulama menjelaskan bahwa riwayat tentang keutamaan khusus tiap malam Tarawih, termasuk malam ke-7, bukan hadis sahih dari Nabi Muhammad SAW. Penjelasan tersebut berasal dari karya ulama dalam konteks motivasi ibadah (fadhailul a’mal).
Baca Juga : Kalender Maret 2026 Lengkap dengan Libur Nasional, Cuti Bersama, Libur Lebaran hingga WFA
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak meyakininya sebagai sabda Nabi secara langsung, melainkan sebagai dorongan agar semakin semangat dalam beribadah selama Ramadan.
Dalil yang sahih dan kuat tetaplah hadis tentang qiyam Ramadan secara umum, yang menjanjikan ampunan bagi siapa pun yang melaksanakannya dengan iman dan mengharap pahala.
Memasuki malam ke-7 Ramadan biasanya menjadi fase awal evaluasi diri. Apakah semangat Tarawih masih terjaga? Apakah bacaan Al-Qur’an tetap konsisten?
Jangan sampai ibadah hanya semangat di malam pertama lalu menurun di pertengahan bulan. Justru konsistensi dari awal hingga akhir Ramadan jauh lebih utama.
Salat Tarawih malam ke-7 tetap bernilai besar selama dilakukan dengan niat yang tulus, hati yang khusyuk, dan harapan ampunan oleh Allah SWT.
Ramadan bukan tentang malam tertentu, melainkan tentang kesungguhan hati dalam beribadah.
Semoga di malam ke-7 ini, langkah kita menuju salat semakin ringan, hati semakin lembut, dan ibadah semakin berkualitas. Semoga Ramadan membawa perubahan yang nyata dalam diri kita menuju pribadi yang lebih baik.
