JATIMTIMES - Seorang anak perempuan yang belum genap berusia 10 tahun dalam waktu dekat akan segera mengharumkan nama Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, bahkan Indonesia di kancah dunia internasional dalam bidang Ilmu Al-Qur'an.
Dia adalah Aisyah Ar-Rumy. Anak perempuan kelahiran Malang, 19 November 2016 ini merupakan siswi berprestasi dari SD Tahfidz Al-Qur'an Daarul Ukhuwwah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang berhasil mewakili Indonesia dalam ajang Dubai International Holy Qur'an Award.
Baca Juga : Banjir Peziarah Jelang Ramadan, Omzet Penjual Bunga di TPU Samaan Naik 10 Kali Lipat
Aisyah merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara dari pasangan Muhammad Qowiyul Huda dan Maisyaroh Cholila. Selain itu, ia juga merupakan cucu pengusaha dari Malang yakni H. Saguanto.
Sejak kecil, Aisyah telah terbiasa dengan Al-Qur'an dan Ilmu Agama Islam. Di mana hal itu merupakan pembiasaan dari kedua orang tua Aisyah. Ia mengaku memulai belajar mengaji serta menghafal Al-Qur'an di usia 2 tahun 8 bulan atau belum genap tiga tahun Aisyah telah akrab dengan huruf-huruf hijaiyah.
"Aisyah mulai menghafal Al-Qur'an itu di usia 2 tahun 8 bulan. Jadi sebetulnya Aisyah itu belum bisa membaca Al-Qur'an, tetapi diajarin huruf-huruf yang ada di Al-Qur'an, baru Aisyah bisa membaca Al-Qur'an," ungkap Aisyah kepada JatimTIMES.com, Rabu (18/2/2026).
Dalam peoses menghafal Al-Qur'an, Aisyah mengaku untuk setiap harinya menghafal 3 juz sampai 5 juz. Hal itu dilalui Aisyah selama bertahun-tahun untuk memantapkan hafalannya. "Setiap hari Aisyah biasanya menghafal sekitar 3 juz sampai 5 juz. Tapi kalau bosen atau lagi capek, Aisyah istirahat dulu, baru nanti mulai lagi hafalan," ujar Aisyah.
Sementara itu, yang membuat banyak orang utamanya umat Islam termenung adalah motivasi Aisyah menghafal Al-Qur'an. Di mana motivasi Aisyah untuk menghafal Al-Qur'an yakni ketika semua hal yang dilakukan sama-sama membuat lelah.
Baca Juga : Bupati Sanusi Lepas Aisyah Ar-Rumy untuk Wakili Indonesia Ikuti Dubai International Holy Qur'an Award
"Aisyah punya motivasi yakni ketika Aisyah main capek, Aisyah murojaah juga capek. Kalau capeknya dibuat main-main itu sia-sia, tetapi kalau capeknya buat murojaah bisa memberikan syafaat di yaumil qiyamah dan Aisyah cita-citanya jadi ahli tafsir," tutur Aisyah.
Lebih lanjut, Aisyah yang terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Dubai International Holy Qur'an Award 2026, juga telah menyiapkan diri agar bisa memberikan yang terbaik. "Untuk persiapan mengikuti Dubai International Holy Qur'an Award, Aisyah memperbanyak membaca dan menghafal Al-Qur'an serta memperbaiki murrotal. Selain itu Aisyah juga akan banyak belaja Bahasa Arab agar bisa lancar menjawab pertanyaan dari juri," pungkas Aisyah.
