JATIMTIMES - Mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat Tematik (PM-T) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang melaksanakan program pemberdayaan UMKM melalui digital branding di Dusun Gunung Petung, Desa Tutur, Kabupaten Pasuruan. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih dikenal masyarakat luas melalui kehadiran digital.
Program pemberdayaan UMKM ini mencakup pembuatan desain banner dan stiker untuk branding produk, pembuatan akun media sosial, serta penandaan titik lokasi usaha di platform digital. Tim mahasiswa PM-T membantu para pelaku UMKM untuk memiliki identitas visual yang menarik dan mudah dikenali konsumen. Desain yang dibuat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing produk UMKM agar lebih menonjol dan profesional.
Baca Juga : Respon Dinamika Kampus, Civitas Akademika Unikama Sampaikan Pernyataan Sikap Resmi
Program ini melibatkan tim mahasiswa PM-T Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang yang bekerja sama dengan para pelaku UMKM di Dusun Gunung Petung. Para pelaku UMKM yang mayoritas bergerak di bidang produk olahan pertanian, kerajinan tangan, dan kuliner khas daerah menjadi sasaran program ini. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat dan aparatur dusun yang memfasilitasi koordinasi dengan para pelaku usaha.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Januari 2026. Tim mahasiswa melakukan survei dan pengumpulan data dari para pelaku UMKM untuk kemudian dibuatkan media branding digital yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha.
Kegiatan dilaksanakan di Dusun Gunung Petung, Desa Tutur, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Desa Tutur yang terletak di lereng Gunung Bromo ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dan memiliki potensi UMKM yang cukup besar namun belum teroptimalkan secara maksimal, khususnya dalam hal pemasaran digital.
Program ini dilatar belakangi oleh minimnya media promosi digital yang dimiliki pelaku UMKM di Dusun Gunung Petung. Banyak produk berkualitas yang dihasilkan namun belum memiliki identitas visual yang menarik dan kehadiran di media sosial. Padahal di era digital ini, branding yang baik dan keberadaan online menjadi faktor penting agar produk UMKM dapat dikenal lebih luas. Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM dapat lebih mudah dipromosikan, ditemukan konsumen melalui media sosial dan peta digital, serta meningkatkan omzet penjualan.
Pelaksanaan program dimulai dengan survei dan pengumpulan data dari para pelaku UMKM di Dusun Gunung Petung. Tim mahasiswa melakukan pendataan informasi usaha, produk yang dijual, dan kebutuhan branding dari masing-masing UMKM. Setelah data terkumpul, mahasiswa kemudian membuatkan desain banner dan stiker yang dapat digunakan untuk promosi baik secara online maupun offline.
Selain itu, tim juga membantu membuatkan akun media sosial seperti Instagram atau Facebook untuk setiap UMKM agar produk mereka dapat dipromosikan secara digital. Langkah terakhir adalah menandai titik lokasi usaha di platform peta digital seperti Google Maps agar konsumen dapat dengan mudah menemukan lokasi usaha tersebut.
Baca Juga : Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6 Saat Latihan Kampus, Ibu Tagih Tanggung Jawab Kampus
Para pelaku UMKM di Dusun Gunung Petung menyambut baik program ini.pak subur , salah satu pelaku UMKM keripik , mengaku senang karena usahanya kini memiliki desain banner yang menarik dan akun Instagram. "Sekarang usaha saya terlihat lebih profesional dan mudah ditemukan orang. Terima kasih untuk mahasiswa yang sudah membantu," ungkapnya.
Program ini berhasil membantu sejumlah pelaku UMKM di Dusun Gunung Petung untuk memiliki identitas digital yang jelas. Dengan adanya desain promosi, akun media sosial, dan titik lokasi di peta digital, diharapkan UMKM tersebut dapat lebih dikenal dan meningkatkan jangkauan pasar mereka.
Penulis : Pantaleon Jasri Aman, adalah Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang.
