JATIMTIMES - Terjadi 377 gempa bumi di wilayah Jawa Timur pada penghujung Januari 2026. Dari ratusan gempa tersebut, turut dilaporkan terjadi pada Selasa (27/1/2026) lalu. Di mana, sejumlah rumah di Kabupaten Malang dilaporkan turut mengalami kerusakan akibat terdampak gempa.
"Pada periode 23-29 Januari 2026, di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 377 gempa bumi," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang Mamuri kepada JatimTIMES, Jumat (30/1/2026) malam.
Baca Juga : Heboh Megatsunami di 2026, Apa Bedanya dengan Tsunami Biasa dan Seberapa Besar Ancamannya?
Data rekapan gempa di periode penghujung bulan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya pada kurun Januari 2026. Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni pada periode 16-22 Januari 2026, angkanya mengalami peningkatan hingga lebih dari dua kali lipat.
"Pada periode sebelumnya (16-22 Januari 2026), di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya hanya terjadi 125 kejadian gempa bumi," ujarnya.
Selain mengalami peningkatan dari segi kuantitas, dampak gempa di periode penghujung Januari 2026 juga cukup signifikan. Dilaporkan sejumlah rumah warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang rusak akibat terdampak gempa.
Lebih lanjut, disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan, peristiwa rusaknya sejumlah rumah akibat terdampak gempa tersebut terjadi pada Selasa (27/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh perangkat desa setempat pada pukul 11.00 WIB.
"Tiga rumah mengalami rusak ringan akibat terdampak gempa," ujar Sadono.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kabupaten Malang, sejumlah rumah yang rusak tersebut tersebar pada dua desa di Kecamatan Sumawe. Yakni di Dusun Tamban, Desa Tambakrejo dan Dusun Sumberkembang, Desa Tambakasri.
"Gempa mengakibatkan dinding rumah warga retak-retak hingga ambrol," ujar Sadono.
Identitas pemilik rumah yang mengalami kerusakan tersebut satu di antaranya bernama Susana warga Desa Tambakrejo. Akibat terdampak gempa, tembok rumahnya di bagian samping ambruk.
Baca Juga : Lulus Administrasi PPPK Kemenhan 2026? Ini Tahapan Penting yang Harus Disiapkan Selanjutnya
Sedangkan dua rumah lainnya milik Sih Yuwinantyo yang juga merupakan warga Desa Tambakrejo dan Sigidianto warga Desa Tambakasri. Dinding rumah mereka dilaporkan retak-retak akibat terdampak gempa.
"Nihil korban jiwa maupun luka-luka pada peristiwa tersebut," pungkas Sadono.
Sebagaimana diberitakan, Selasa (27/1/2026) pada pukul 08.20 WIB telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan M 5,7. Episenter gempa bumi pada saat itu terletak pada koordinat 8,18° LS ; 111,33° BT. Yakni tepatnya berlokasi di darat 24 Km arah tenggara Pacitan, Jawa Timur.
Gempa terjadi pada kedalaman 122 Km yang turut di rasakan di sebagian wilayah Jawa Timur. Termasuk di Kabupaten Malang yang berakibat pada kerusakan di sejumlah rumah warga tersebut.
Dari pantauan JatimTIMES sesaat setelah kejadian, BPBD Kabupaten Malang bersama perangkat desa setempat langsung melaksanakan pedataan dampak gempa bumi. Pada saat itu, penanganan dampak gempa juga turut melibatkan sejumlah personel gabungan dari unsur BPBD Kabupaten Malang, para relawan, hingga perangkat desa dan masyarakat setempat.
