JATIMTIMES - Kecemasan orang tua terhadap keselamatan anak sering kali tidak berhenti pada urusan fisik semata. Dalam perspektif Islam, ada ancaman lain yang bersifat nonkasatmata, yakni ain, yaitu dampak buruk yang muncul dari pandangan seseorang yang dipenuhi rasa iri dan dengki.
Pandangan seperti ini diyakini dapat membawa mudarat, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam fase pertumbuhan dan perlindungan.
Baca Juga : Khutbah Jumat Nisfu Sya’ban: Amalan yang Dianjurkan di Malam Penuh Ampunan
Islam mengajarkan bahwa benteng paling kuat dalam menghadapi segala bentuk gangguan adalah penjagaan Allah SWT. Karena itu, doa menjadi ikhtiar utama yang dianjurkan bagi setiap orang tua. Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan membacakan doa perlindungan khusus untuk cucu-cucunya, Hasan dan Husain, sebagai bentuk permohonan penjagaan dari Allah atas segala keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW tersebut berbunyi: "U’iidzukumaa bikalimaatillahit taammaati min kulli syaithaanin wa haammaatin wa min kulli ‘ainin laammah".
Arti dari doa ini, "Aku memohonkan perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, dari segala sesuatu yang membahayakan, dan dari setiap pandangan mata yang penuh kedengkian".
Doa ini memiliki landasan kuat dalam hadis. Dalam riwayat at-Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Nabi Ibrahim memohon perlindungan kepada Allah untuk Ismail dan Ishaq dengan doa tersebut". Hadis ini tercantum dalam Sunan Tirmidzi nomor 2060, yang menegaskan bahwa memohon perlindungan anak melalui doa adalah ajaran para nabi yang diwariskan lintas generasi.
Selain memohon perlindungan dari ain, Islam juga menanamkan harapan agar keluarga menjadi sumber ketenteraman jiwa. Alquran menggambarkan pasangan dan keturunan ideal sebagai qurrata a’yun, yakni penyejuk mata dan penenang hati. Konsep ini menempatkan keharmonisan keluarga sebagai karunia spiritual, bukan semata capaian materi.
Baca Juga : Hutang Puasa 2 Kali Ramadan Belum Dibayar? Ini Cara Menggantinya Menurut Syariat Islam
Permohonan tersebut diabadikan Allah SWT dalam Surah al-Furqan ayat 74 yang berbunyi, "Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yunin waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa". Ayat ini bermakna, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Melalui doa-doa ini, Islam mengajarkan bahwa peran orang tua tidak hanya sebatas merawat dan mendidik secara lahiriah, tetapi juga menjaga anak dengan kekuatan spiritual. Ikhtiar manusia berpadu dengan doa, lalu diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT sebagai sebaik-baik Pelindung.
