Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Awasi Penggunaan Bahan Pangan Berbahaya, Dinas Kesehatan Kota Batu Bakal Cek Pasar Takjil Selama Ramadan

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

25 - Feb - 2025, 19:47

Placeholder
Ilustrasi. Dinkes Kota Batu bakal melakukan pemeriksaan terhadap pasar takjil untuk mengantisipasi adanya bahan pangan berbahaya selama Ramadan.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemkot Batu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bakal melakukan pengecekan arau inspeksi sejumlah pasar takjil selama bulan Ramadan 2025. Tak lain, upaya ini untuk mengawasi dan mengantisipasi penggunaan bahan pangan berbahaya di pedagang kuliner.

Kepala Dinkes Kota Batu, Aditya Prasaja mengatakan, rencananya inspeksi itu akan dilakukan minggu pertama Ramadan 2025. Dinkes menerjunkan sejumlah petugas yang akan mengambil sampel makanan atau minuman untuk diperiksa, kemudian dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui apakah berpotensi berbahaya bagi kesehatan.

Baca Juga : Ramai Soal Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak, Ini Perbedaan RON 90 dan RON 92

"Secara rutin dilakukan pengecekan untuk keamanan pangan, jadi kita akan keliling terutama di titik-titik yang diperkirakan berpotensi tidak aman, jadi random, seperti Pasar Takjil yang pedagangnya jejer-jejer," ujar Aditya Prasaja saat ditemui, Senin (24/2/2025). 

Dinkes mengantisipasi penggunaan bahan pangan berbahaya seperti penggunaan boraks, pewarna tekstil dan lainnya. Aditya berujar, jika ditemukan maka akan diberi peringatan dan diimbau untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya.

Dia mengungkapkan, pada Ramadan 2024 lalu, pihaknya menemukan pedagang takjil yang menggunakan bahan pangan berbahaya.

"Tahun lalu ada yang ditemukan mengandung bahan-bahan berbahaya. Yang jelas ini amat kita sayangkan, masih ada pedagang yang seperti itu," tutur Adit, sapaannya.

"Mereka tahu boraks dilarang, pewarna tekstil enggak boleh, disuruh konsumsi sendiri kan enggak mau tapi kok dijual, disuruh orang makan, saya berharap pedagang jujur," imbuhnya.

Diberitakan JatimTIMES, tahun 2024 lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu telah melakukan inspeksi terhadap penjual makanan dan minuman takjil pada bulan puasa Ramadan. Ada dua sampel makanan diduga mengandung bahan berbahaya berupa boraks.

Baca Juga : Partai Gerindra Situbondo Siap Kawal dan Dukung Program Pemerintah Daerah

Hal tersebut diketahui dari pengujian cepat yang dilakukan Dinkes saat pelaksanaan inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa titik penjualan takjil. Tim dinas kesehatan diterjunkan untuk memeriksa sampel acak bersama dengan Balai POM Surabaya.

Beberapa contoh makanan yang diuji seperti cilok, sosis, tempura, beragam minuman dingin atau es, puding, jelly, hingga seafood. Pangan dengan kandungan berbahaya beberapa di antaranya dikhawatirkan bisa mengakibatkan dampak keracunan.

Meski dalam beberapa tahun terakhir, Dinkes Kota Batu tak menemukan kasus keracunan makanan, antisipasi dengan pengambilan sampel hingga pembinaan dan teguran terus dilakukan.


Topik

Kesehatan Kota Batu Dinas Kesehatan pasar takjil



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri