JATIMTIMES - Kondisi kesehatan Hotman Paris yang mengaku digigit Berang-berang terus menjadi sorotan.
Meski tidak secara gamblang menyebut kondisinya saat ini, namun dari rencananya yang akan pergi berobat ke luar negeri menandakan bahwa kesehatannya sedang tidak baik-baik saja.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Kediri Harapkan Pelayanan Posyandu Semakin Meningkat
Adapun penyebab awal dropnya Hotman Paris yakni karena digigit berang-berang. "Kejadiannya berawal dari tanggal 8 Februari pagi. Saya berenang dengan berang-berang jam 4 subuh, tapi salah satu berang-berang binatang peliharaan saya mengigit tangan saya," ucapnya pada video di Instagram pribadinya @hotmanparisofficial.
"Kemudian saya berangkat injeksi tetanus," imbuhnya.
Belajar dari Hotman Paris, ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ada orang terdekat yang digigit binatang pembawa virus rabies, termasuk berang-berang.
Dilansir dari laman upk.kemekes.go.id, rabies adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus rabies.
Secara umum, penyakit rabies dapat ditularkan melalui saliva binatang yang terkena rabies melalui jalan gigitan atau luka terbuka.
Mengutip laman Klik Dokter, selain anjing, rabies juga bisa disebabkan oleh gigitan binatang lain seperti kucing, kelinci, kelelawar, musang, sapi, kambing, kuda, berang-berang, rubah, monyet, rakun, dan sigung.
Lantas apa yang harus dilakukan jika terkena gigitan hewan pembawa rabies seperti berang-berang? Berikut penjelasan lengkapnya.
Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Setelah Digigit Berang-berang
Setelah digigit Berang-berang, ada beberapa hal yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama. Berikut diantaranya:
1. Segera Bersihkan Luka
Luka gigitan hewan memiliki risiko tinggi terinfeksi oleh bakteri dari kulit manusia, lingkungan, atau flora mulut hewan itu sendiri. Oleh karena itu, penting sekali untuk segera membersihkan luka gigitan dengan cepat.
Caranya, pertama: - cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama setidaknya 15 menit.
- Hindari penggunaan zat antiseptik berbasis alkohol atau hidrogen peroksida karena dapat merusak jaringan dan memperlambat penyembuhan.
- Jika luka berdarah banyak, tekan dengan kain bersih untuk menghentikan perdarahan.
2. Jangan tutup luka dengan jahitan kecuali diperlukan
Baca Juga : Zuhud
Menurut rekomendasi medis, luka akibat gigitan hewan sebaiknya tidak dijahit kecuali pada wajah, karena risiko infeksi lebih tinggi.
3. Pemberian antibiotik sesuai risiko infeksi
Infeksi bakteri adalah komplikasi umum dari gigitan hewan. Di Amerika Serikat, sekitar 800.000 kunjungan medis setiap tahun terjadi akibat gigitan hewan, dengan 1 persen dari total kasus masuk instalasi gawat darurat.
4. Segera Cari Bantuan Medis
Korban yang terkena gigitan harus segera mencari perawatan medis dan tidak lebih dari 8 jam setelah kejadian.
5. Vaksin Rabies dan Tetanus
Selain membersihkan luka, pemberian vaksin rabies dan tetanus juga disarankan. Dokter hewan Radhiyan Fadiar Sahistya dari Radhiyan Pet and Care menyarankan, seseorang yang habis digigit hewan yang berpotensi menularkan rabies harus segera mendapat vaksin rabies.
"Sementara hewannya akan dikarantina selama 14 hari. Jika dalam 14 hari tidak menunjukkan gejala rabies, berarti aman (tidak tertular rabies)," kata Radhiyan seperti dikutip dari Kompas.com.
Ia juga mengatakan, semakin dekat lokasi gigitan dengan sistem saraf pusat (otak) gejala akan semakin cepat muncul.
Selain itu, menurut dokter Elliott H.Rose, MD, suntikan tetanus juga diperlukan untuk memberi perlindungan lebih besar terhadap infeksi serius.
