Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Mengenal Penyakit Gula Kering Beserta Ciri-cirinya, Bisa Disembuhkan? 

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

24 - Feb - 2025, 09:32

Placeholder
Ilustrasi diabetes tinggi. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Diabetes merupakan penyakit yang sudah tidak asing bagi masyarakat. Namun, pernahkah sobat JatimTimes mendengar penyakit diabetes kering? 

Penyakit gula, atau yang juga dikenal dengan nama diabetes, sebenarnya tidak memiliki penggolongan kering dan basah seperti itu. Namun kepercayaan adanya golongan diabetes basah dan kering ini sudah meluas di kalangan masyarakat. 

Baca Juga : Tiga Makanan Khas Megengan dan Makna di Baliknya

Oleh karena itu, pembahasan mengenai penyakit diabetes adalah hal yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk saat ini. 

Menurut dokter Theresia Yoshiana, penyakit gula atau kencing manis atau dalam bahasa medis disebut diabetes melitus merupakan penyakit akibat gangguan pada hormon insulin. 

Sebenarnya, tidak ada penggolongan penyakit gula menjadi tipe basah dan kering. Istilah tersebut merupakan istilah yang sering beredar di masyarkat. 

Dokter Theresia mengatakan, istilah gula kering digunakan bagi penderita diabetes tanpa luka atau infeksi. Sedangkan istilah gula basah digunakan pada penderita diabetes yang memiliki komplikasi luka dan sulit sembuh. 

Kadangkala, istilah gula kering juga digunakan pada penderita diabetes dengan kadar gula darah yang terkontrol/tidak tinggi sehingga luka yang timbul lebih mudah diobati.

Jenis Diabetes Melitus

Secara umum, penyakit gula atau diabetes melitus (DM) dibedakan menjadi DM tipe-1 dan DM tipe-2. 

1. Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah penyakit gula yang terjadi karena kerusakan atau destruksi sel beta di pankreas. Kerusakan ini berakibat pada keadaan defisiensi insulin yang terjadi secara absolut. Penyebab dari kerusakan sel beta antara lain autoimun dan idiopatik.

Diabetes tipe 1 dapat berkembang pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Ketika Anda menderita diabetes tipe 1, tubuh akan memproduksi sangat sedikit atau tidak sama sekali insulin, yang berarti Anda memerlukan suntikan insulin setiap hari untuk menjaga kadar glukosa darah terkendali.

2. Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin. Insulin dalam jumlah yang cukup tetapi tidak dapat bekerja secara optimal sehingga menyebabkan kadar gula darah tinggi di dalam tubuh. Defisiensi insulin juga dapat terjadi secara relatif pada penderita diabetes tipe 2 dan sangat mungkin untuk menjadi defisiensi insulin absolut.

Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa dan menyumbang sekitar 90% dari semua kasus diabetes. Ketika Anda menderita diabetes tipe 2, tubuh tidak memanfaatkan insulin yang diproduksi dengan baik.

Landasan pengobatan diabetes tipe 2 adalah gaya hidup sehat, termasuk peningkatan aktivitas fisik dan pola makan sehat. Namun, seiring waktu, sebagian besar penderita diabetes tipe 2 akan membutuhkan obat oral dan/atau insulin untuk menjaga kadar glukosa darah mereka tetap terkendali.

Gejala Diabetes

Baca Juga : Ahli Ungkap Kuku seperti Ini Tanda Seseorang Berumur Panjang

Masih dari sumber yang sama, penyakit DM memiliki sejumlah gejala. Diantaranya:

- gejala utama penyakit DM adalah adanya rasa haus terus-menerus

- sering buang air kecil, 

- sering merasa lapar. 

Keluhan lain yang dapat menyertai adalah kelelahan, kesemutan pada ujung-ujung jari tangan/kaki, pandangan mata menjadi buram, dan penurunan berat badan. 

Penyakit DM Bisa Disembuhkan? 

Menurut dr Agatha dari Alodokter, penyakit DM tidak dapat disembuhkan secara total. Diabetes mellitus hanya dapat dikontrol, dengan pengobatan yang tepat. 

Pengobatan diabetes pada penderita diabetes mellitus, umumnya dokter akan menyarankan perubahan gaya hidup serta berolahraga. Apabila kadar gula darah masih tinggi, maka dokter kemungkinan akan memberikan obat antidiabetes. 

Apabila dengan obat-obatan kadar gula darah masih tidak terkontrol, biasanya dokter akan memberikan terapi hormon insulin. 

Pengobatan dengan obat-obatan medis, relatif lebih aman karena mudah dikontrol, dan efek sampingnya lebih diketahui. Apabila ada perubahan kondisi kesehatan, dokter dapat menyesuaikan terapi dengan kondisi tertentu. 

Oleh karena itu pada penderita diabetes mellitus, sebaiknya selalu kontrol rutin untuk menyesuaikan terapi dengan kondisi kesehatan penderita. Pilihan terapi pada diabetes mellitus selalu disesuaikan dengan berbagai faktor, seperti usia, berat badan, kadar gula darah, dan penyakit lain yang menyertai, seperti misalnya hipertensi dan gagal ginjal. Dokter akan menyesuaikan terapi dengan kondisi kesehatan penderita. 

Demikian informasi seputar penyakit diabetes mellitus. Semoga artikel ini bisa bermanfaat! 


Topik

Kesehatan Diabetes diabetes melitus penyakit gula kering



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy