Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Ramai Kritikan Iklan Animasi Makan Bergizi Gratis Garapan Komdigi Pake AI

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

20 - Feb - 2025, 09:56

Placeholder
Momen animasi Presiden Prabowo membawa kotak Makan Bergizi Gratis dalam animasi yang diluncurkan Komdigi. (Foto: TikTok)

JATIMTIMES - Baru-baru ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meluncurkan iklan animasi bertajuk "Makan Bergizi Gratis" (MBG) yang ditayangkan di berbagai media. Namun, iklan ini justru menuai kritik dari berbagai kalangan karena tampak menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). 

Salah satu kritik datang dari akun TikTok Ghoris Arkan, seorang lulusan animasi. Dalam videonya, ia mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kualitas animasi yang disajikan oleh Kemkomdigi. 

"Gua masih nggak terima dengan animasi ini (Makan Bergizi Gratis) di Komdigi. Kita bahas kenapa? Dua hal yang bikin gue penasaran banget; pertama dari sisi animasinyandan kedua dari sisi komunikasinya," ujarnya. 

Ia menyoroti bahwa animasi tersebut tidak menerapkan 12 prinsip dasar animasi yang ia pelajari selama kuliah. Meskipun tampilan warnanya menarik dan menyerupai animasi Disney atau Pixar, gerakan animasinya dianggap aneh dan tidak natural. 

"Gerakan animasinya itu aneh banget. Karena emang dari teknologi AI. Emang sih, masa kini itu udah bisa mereplika sebagian besar dari gerakan animasi yang ada, tapi kita juga pasti bisa melihat jelas ya kalau mencuci piring itu gerakannya nggak gini atau ketika makanan itu disendok dan masuk ke mulut tuh sebenarnya gerakannya nggak gini kan?" jelasnya. 

Selain itu, Ghoris mempertanyakan pesan komunikasi yang ingin disampaikan melalui iklan tersebut. Ia menilai bahwa representasi siswa dalam animasi tersebut tidak mencerminkan siswa Indonesia. 

"Kalau yang mau disampaikan adalah ini gambaran siswa yang dapat Makan Bergizi Gratis, ya ini gak kayak siswa Indonesia. Bajunya aja nggak ada logo-logo yang menggambarkan ini siswa Indonesia," tambahnya. 

Ia juga menyoroti ketidakhadiran visual makanan bergizi di piring yang ditampilkan. Padahal seharusnya itu menjadi fokus utama dari pesan iklan. 

"Kalau yang mau disampaikan adalah makanannya itu beneran bergizi dan gratis, lihatlah piring (dalam animasi), ada makanan yang terlihat? Nggak kan?" katanya. 

Sebagai lulusan jurusan animasi, Ghoris mengaku sedih melihat hasil video seperti ini. Apalagi videonya datang dari kementerian yang membawahi sekolah tempat dirinya dulu belajar animasi. 

"Di mana gue sangat yakin kalau mahasiswa sekolah tingginya kementerian ini bikin tugas akhir pakai AI yaudah pasti nggak lulus, tapi kenapa kementeriannya malah pakai video yang menggunakan AI. Itu membuat gue dilema dan kecewa sih sebenernya," ungkapnya. 

"Gue berharap ke depannya ini pemerintah, kalau emang mau ada pesan yang disampaikan ke masyarakat, ya sampaikan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang mau disampaikan. Kalau hasil akhirnya cuman yang kayak begini begini mah ini cuma bikin ribut dong di internet atau jangan-jangan itu tujuannya," pungkas Ghoris. 

Kritik serupa disampaikan oleh akun TikTok @mindplace._, seorang kreator animasi Indonesia. Ia menilai bahwa penggunaan AI dalam pembuatan animasi tersebut menghasilkan kualitas yang kurang memuaskan. 

"Gila ya, aneh banget. Ini video animasi tapi bikinnya pakai AI. Okelah kalau memang hasilnya bagus, sayangnya di sini menurutku mbok yo dikasih sentuhan manusianya dikit gitu," katanya. 

Beberapa kejanggalan yang ia temukan antara lain perubahan ukuran objek yang tidak konsisten, gerakan tangan karakter yang tidak natural, serta detail lain seperti air yang tumpah saat adegan makan. 

"Lihat tempat makannya, goyang-goyang, ukurannya berubah enggak jelas, tangan-tangan bocilnya yang pegang-pegang itu jarinya ilang-ilangan. Pas lagi makan airnya tumpah-tumpah. Terus ada anak SD yang hijabnya warna-warni, mana boleh, dimarahin guru lah itu. Gak boleh masuk dia," lanjutnya. 

Lebih lanjut, @mindplace._ mengungkapkan kekecewaannya karena iklan resmi dari pemerintah ini justru menggunakan animasi berbasis AI. Sementara industri animasi lokal memiliki banyak talenta berbakat yang mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi. 

"Kemarin habis ada iklan dari BNI yang pure animasi lokal dan itu tuh gila, hasilnya bagus dan lucu banget. Kenapa nggak pesan animasi yang emang beneran dibikin manusia aja? Ataupun kalau pakai AI, tolonglah harus manusiawi, dimainkan dikit biar nggak terkesan kerjanya tuh asal-asalan kayak gini," ujarnya. 

Kontroversi ini memicu beragam komentar di media sosial soal penggunaan AI dalam industri kreatif, khususnya animasi. Banyak warganet yang menilai bahwa meskipun teknologi AI dapat membantu proses produksi, sentuhan dan kreativitas manusia tetap menjadi faktor penting dalam menghasilkan karya yang berkualitas dan autentik.

Jadi, bagaimana menurut kamu? Lebih suka iklan animasi yang dibuat sepenuhnya oleh manusia atau yang menggunakan AI?
 


Topik

Peristiwa Kemkomdigi animasi Makan Bergizi Gratis AI kecerdasan buatan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy