JATIMTIMES - Melafalkan doa umrah mabrur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan saat melaksanakan thawaf di sekitar Ka'bah. Salah satu tanda diterimanya umrah seseorang adalah adanya peningkatan keimanan dalam dirinya setelah kembali ke tanah air.
Istilah "mabrur" umumnya lebih sering dikaitkan dengan ibadah haji. Setiap Muslim yang menunaikan haji tentu mendambakan predikat haji mabrur, yakni ibadah yang diterima oleh Allah SWT. Namun, apakah umrah juga bisa mencapai derajat mabrur?
Menurut buku Umrah: Panduan Ibadah Umrah Praktis Lahir Batin karya Ahmad Alawiy dan rekan-rekan, umrah mabrur adalah umrah yang diterima oleh Allah SWT.
Seseorang yang mendapatkan predikat mabrur berarti telah memenuhi seluruh syarat sah umrah, menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan karena Allah SWT, mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, serta menjauhi segala bentuk dosa dan maksiat.
Selain itu, tanda bahwa umrah seseorang mabrur adalah perubahan positif dalam kehidupannya setelah kembali dari Tanah Suci. Ia semakin rajin beribadah, menjauhi larangan agama, memperbanyak interaksi dengan orang-orang saleh, serta semakin mencintai Al-Qur'an dengan membacanya dan mentadaburinya.
Namun, karena umrah dan haji adalah ibadah yang membutuhkan usaha besar, baik secara fisik maupun finansial, ada potensi munculnya sifat riya' (pamer) dan sum'ah (ingin dipuji). Untuk itu, dianjurkan untuk memanjatkan doa agar ibadah tetap murni karena Allah SWT.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, umrah yang mabrur adalah ibadah yang terbebas dari riya' dan sum'ah. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa agar terhindar dari sifat-sifat tersebut.
Berikut doa yang diajarkan oleh Nabi SAW:
حَجَّةً لَا رِيَاءٌ فِيهَا وَلَا سُمْعَةً
Latin: Allahumma hajjatan laa riyaa an-fiihaa wa laa sum'atan
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah haji yang tidak ada riya' dan sum'ah di dalamnya." (HR Ibnu Majah)
Dalam buku Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i karya Syaikh Alauddin Za'tari, dijelaskan bahwa doa umrah mabrur dianjurkan untuk dibaca saat melakukan thawaf mengelilingi Ka'bah.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, beliau berkata:
"Ketika kami tiba di Ka'bah bersama Rasulullah SAW, beliau mengusap rukun. Kemudian beliau berlari-lari kecil sebanyak tiga putaran pertama, dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya."
Saat menjalankan tiga putaran pertama dengan berlari-lari kecil (ramal), Rasulullah SAW membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا - أَوْ عُمْرَةً مَبْرُورَةً - وَذَنْبًا مَغْفُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا
Latin: Allahummaj-'alhu hajjan mabruuran au 'umratan mabruuratan wa dzanban maghfuuraw-wasa'yan masykuuraa
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ini sebagai haji yang mabrur-atau umrah yang mabrur, dosa yang diampuni, dan sa'i yang disyukuri."
Selain itu, ada doa khusus yang dipanjatkan saat umrah:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ عُمْرَةً مَبْرُورَةً - وَذَنْبًا مَغْفُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا
Latin: Allahummaj-'alhu 'umratan mabruuratan wa dzanban maghfuro-wa sa'yan masykura
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ini sebagai umrah yang mabrur, dosa yang diampuni, dan sa'i yang disyukuri."
Setelah menyelesaikan tiga putaran pertama, Rasulullah SAW melanjutkan thawaf dengan berjalan biasa. Pada putaran keempat hingga ketujuh, Rasulullah membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمُ وَأَنْتَ الْأَعَزُ الْأَكْرَمُ ، اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah, sayangilah, dan maafkan dari apa-apa yang Engkau ketahui. Engkau Maha Perkasa lagi Mulia. Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa neraka." (HR Sunan Al-Baihaqi Al-Kubra)
Demikian doa yang diamalkan Rasulullah saat thawaf agar ibadah umrah mabrur dan terhindar dari sifat riya' dan sum'ah. Semoga informasi ini bermanfaat.
