JATIMTIMES - Berprofesi sebagai seorang hairstylist, menjadi salah satu hal yang diimpikan oleh Marcelyna Angela (23). Namun, wanita cantik yang akrab disapa Marcelyna ini menyadari kemampuannya masih sangat perlu dikembangkan untuk bisa menjadi hairstylst profesional.
Marcelyna saat ini bekerja sebagai seorang barber girl di salah satu barbershop ternama di Kota Malang. Pengalamannya yang baru 4 tahun, membuatnya merasa harus terus belajar untuk bisa menjadi hairstylist profesional bahkan hingga memiliki barbershop sendiri.
Baca Juga : Bongkar Sindikat Oplos Tabung Melon Subsidi, Polresta Sidoarjo Bekuk Lima Tersangka
Untuk mengembangkan kemampuannya dalam mempermak mahkota pelanggannya, Marcelyna mengaku tak memiliki kiblat manapun. Dirinya meyakini bahwa dapat mengembangkan kemampuannya secara otodidak, dengan mencari referensi dari sosial media.
"Nggak ada kiblatnya ke hairstylist ternama tertentu. Hanya berusaha terus belajar, mengembangkan kemapuan dilakukan dengan otodidak. Nyoba-nyoba hal baru yang didapat dari sosial media, kan banyak banget referensinya," ujar wanita berkelahiran 2 Juni 2002 ini.
Menjadi seorang hairstylist merupakan keinginannya sejak lama. Dirinya pun sengaja mengambil pendidikan jurusan kecantikan di SMKN 3 Malang, untuk bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang bisa menjadi bekal awal dalam mewujudkan keinginannya tersebut.
"Dulu di SMKN 3 Malang, ambil jurusan kecantikan. Lalu ada semacam penjurusannya lagi, nah disitu saya memilih menekuni ilmu sebagai hairstylist," katanya.
Bukan tanpa alasan, menurutnya profesi sebagai hairstylist atau barber girl masih memiliki potensi dan peluang yang besar di Kota Malang. Apalagi dengan semakin banyaknya anak muda di Kota Malang yang ia nilai semakin sadar mode dan perkembangan zaman.
"Kecenderungan di Kota Malang itu anak-anak mudanya lebih banyak yang ke barbershop untuk mempermak rambutnya. Sudah banyak yang tahu tentang model (rambut) kekinian. Dan di Kota Malang, punya peluang besar untuk barbershop," imbuhnya.

Sebelum menjadi seorang barber girl, Marcelyna mengaku sempat menjajal kemampuannya merias wajah dengan bekerja di sebuah salon. Namun sayangnya, menjadi seorang make up artist ternyata bukan menjadi passionnya. Ia pun memilih untuk mendalami profesi sebagai barber girl.
"Dulu sempat dapat tawaran kerja di salon, tapi gak cocok merias cewek. Bukan passion saya sepertinya. Memilih jadi barber, karena pekerjaan lebih ringkas, kalau facial atau merias terlalu lama. Cuannya lebih besar sebagai barber," kata wanita asli Kota Malang ini.
Bekerja di sebuah barbershop ternama di Kota Malang menurutnya juga tak dilalui dengan mudah. Apalagi, pelanggan di tempatnya bekerja didominasi oleh laki-laki. Ia pun ternyata menjadi satu-satunya barber girl di tempatnya bekerja.
Baca Juga : Profil Jairo Riedewald, Gelandang Crystal Palace yang Dikabarkan Segera Bergabung dengan Timnas Indonesia
"Namanya cowok, pasti adalah yang coba godain waktu sedang kita pangkas rambutnya. Ya mencoba ditanggapi seperlunya aja sih, bagaimanapun pelanggan harus diperlakukan dengan baik," terang wanita berdagu lancip ini.
Kendati lebih suka belajar dari sosial media untuk mengembangkan kemampuannya, ia mengaku masih beberapa kali mengikuti pelatihan. Baik secara offline maupun online. Selain itu juga terus melakukan sharing dengan beberapa rekan seprofesinya.
"Kalau di barbershop itu treatment nya lebih banyak. Creambath, dreadlock, conrow, perm, coloring. Jadi memang harus lebih detil memahami beberapa ilmunya," tuturnya.
Ia pun mengaku mendapat dukungan penuh dari kedua orang tua dan suaminya untuk terus menjadi seorang barber girl. Bahkan, ia memiliki impian dapat memiliki barbershop nya sendiri, sekaligus membuka lapangan kerja baru.
"Target tiga tahun lagi, bisa bikin barbershop sendiri ya. Orang tua sama suamin mendukung banget," pungkasnya.
